Tidak jauh berbeda dengan malam-malam sebelumnya, malam ini masih sama saja, sepi.
Semenjak Heeseung kuliah dan kost, Jungwon benar-benar kesepian setiap harinya. Tidak ada yang menemaninya belajar, tidak ada yang menjahilinya, tidak ada yang menemaninya bermain atau bahkan sekedar menonton televisi.
Tapi yang paling terasa, dia menjadi tidak punya teman mengobrol sama sekali. Mau video call juga takut mengganggu, karena biasanya di chat Heeseung juga slowrespon dikarenakan dirinya sibuk.
Jungwon mengusak-usak rambutnya yang masih basah sehabis mandi, kemudian cowok itu melihat jam yang terpajang di meja kecil sebelah tempat tidurnya.
Jungwon menghela napas, baru jam 7, masih sekitar 2 atau 3 jam lagi sebelum ayahnya pulang.
Ayah Jungwon merupakan seorang pekerja kantoran. Beliau sangat sibuk setiap harinya.
Ketika pagi, biasanya Jungwon hanya melihat notes di kulkas yang menyuruhnya menghangatkan makanan untuk sarapan. Ayahnya yang menulis itu setiap pulang kerja, karena biasanya waktu pagi ayahnya itu masih tidur atau bahkan sudah berangkat duluan.
Itulah mengapa Jungwon merasa kehilangan Heeseung, karena setiap harinya kakaknya itu yang mengurusi dirinya, seperti membuatkan sarapan baru, alih-alih memanaskan makanan yang ada. Menuruti semua keinginannya.
Ayah Jungwon bukan ayah yang tidak perhatian atau jahat, dia hanya sibuk. Sering lembur setiap harinya, juga sering ditugaskan keluar kota.
Waktu yang mereka miliki hanya saat weekend, itupun kalau ayahnya tidak ada pekerjaan mendadak.
Jungwon memutuskan untuk ke bawah dan menonton tv saja, siapa tahu ada film yang menarik untuk membunuh waktu sambil menunggu ayahnya pulang.
Cowok itu menuruni tangga dengan lesu, sampai matanya menangkap sosok yang tidak asing sedang duduk di sofa ruang keluarganya.
"Kak Jay?!"
Jay menengok seklias, kemudian kembali fokus pada film yang terputar di televisi itu.
"Sini, Won. Filmnya bagus nih."
Bukannya menjelaskan akan kehadirannya atau apa Jay malah tak acuh pada Jungwon, terus menonton film yang katanya bagus itu. Pokoknya sudah seperti rumah sendiri dan gak tau diri banget lah!
"Kakak ngapain di sini?" tanya Jungwon menghiraukan perkataan Jay sebelumya.
"Nonton tv."
"Kak!"
Jay tertawa, "Apa? Ya emang gue lagi nonton tv kan?"
Jungwon bersungut-sungut, duduk di sebelah Jay. Jungwon mengembuskan napas kasar, Jay kadang-kadang bisa berubah begitu menyebalkan.
"Kakak kapan kesini?"
"Barusan. Gue panggil-panggil gak nyahut lo. Abis mandi ya?"
"Iya."
"Jangan suka mandi kemaleman, Won."
"Kenapa emang?"
"Ntar mandinya ditemenin setan."
Jungwon spontan memukul bahu Jay, "Kak! Jangan nakut-nakutin! Aku di rumah sendirian tau!"
Jay tertawa melihat muka kesal Jungwon, menyenangkan sekali memang menggoda adik Heeseung ini.
"Awas ah kak, sana duduk di karpet aku mau tiduran di sofa."
"Gak. Males. Lo sana yang rebahan di karpet."
KAMU SEDANG MEMBACA
Every (Little) Thing ; Jaywon ✔
Fanfic[Jaywon version] - Sometimes, every little thing means everything for somenone - [Disclaimer] BxB! Jaywon x another cast Homophobic not suggested to read this story! 15+ Contain harsh words! Diharapkan bijak dalam membaca. Published : 22 September...
