"Gue suka sama lo, Jake ..."
.
.
.
Senyap.
Hanya ada hembusan napas yang masih terasa diantara keduanya. Malam semakin larut, namun bukan rasa kantuk yang hadir, melainkan rasa gugup dan degup kencang yang keduanya rasakan di setiap detiknya.
"Hoon ..."
"Cukup jawab iya atau nggak."
"Hoon gue ..."
"Lo suka balik sama gue apa nggak?"
Jake menatap mata cantik Sunghoon dengan penuh kesungguhan. Saat itu juga Jake mengetahui bahwa tidak ada keraguan dan kebohongan dari bagaimana anak itu balik menatapnya.
"Jake ..."
"Gak." Jake memalingkan wajahnya, "Gue gak ada perasaan apapun sama lo."
"Jake ..." suara Sunghoon mulai bergetar.
"Gue udah jawab sesuai dengan apa yang lo mau."
Jake memandang langit hitam yang membentang, memejamkan mata, "Kenapa lo suka sama gue, Hoon?"
"Apa suka sama seseorang harus ada alasan?"
"Ya."
"Tapi gue bahkan gak tau Jake."
"Kalau gitu, artinya lo gak suka sama gue. Lo hanya terbawa perasaan sesaat."
Sunghoon tersentak mendengar jawaban Jake juga dengan cara cowok itu mengatakannya dengan wajah datar dan suara dingin.
"Gue suka saat lo ketawa. Gue suka saat lo ngehibur gue. Waktu gue kalah lomba, waktu gue dimarahin ibu. Cara lo memperlakukan gue, cara lo selalu hadir disetiap suka duka gue selama ini. Gue suka itu semua."
"Jay juga ada di sana."
Sunghoon menatap Jake tidak percaya, "Apa lo nolak gue gara-gara Jay? Karena lo tau dia suka sama gue?!" suara Sunghoon sedikit meninggi.
"Gak." Jake menatap Sunghoon, "Gue menolak sesuai dengan apa yang gue katakan dan itu memang yang seharusnya terjadi."
"Jake ..."
"You deserve better than me, Hoon. Gue gak bisa."
"Kenapa?"
"Karena kita sahabat." Jake menghirup oksigen sebanyak yang dia bisa, "Anggaplah gue naif, tapi gue bener-bener sayang sama kalian semua dan gue gak sampai hati buat memasukkan perasaan di dalamnya."
Jake menunduk, diat tahu mungkin perkataannya sedikit berlebihan, tapi itulah yang terbaik menurutnya saat ini. Sedangkan Sunghoon di sebelahnya menengadahkan kepala, menghalau air mata yang siap meluncur kapan saja.
"Apa gue gak ada kesempatan?"
"You better use your chance to heal yourself and find someone new. Sorry... Hoon."
Jake bangkit dari duduknya, "Gue harap lo mengerti ..." Jake memandang cowok disebelahnya yang mulai tampak kacau itu. "dan jangan menangisi gue, karena itu bakal nyakitin gue juga."
Sebelum benar-benar pergi, Jake menoleh lagi, "Gue pulang. Lo jangan kemaleman disini, dingin, nanti lo sakit."
Bertepatan Jake yang mulai meninggalkan halaman belakang, Jungwon yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka berlari menaikki tangga menuju kamarnya.
"Jungwon?"
"Astaga!" Jungwon terlonjak hingga menabrak dinding, selanjutnya dia mengembuskan napas lega tatkala melihat Ni-Ki yang berdiri tak jauh darinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Every (Little) Thing ; Jaywon ✔
Fanfiction[Jaywon version] - Sometimes, every little thing means everything for somenone - [Disclaimer] BxB! Jaywon x another cast Homophobic not suggested to read this story! 15+ Contain harsh words! Diharapkan bijak dalam membaca. Published : 22 September...
