Setiap hari pasti ada aja hal yang baik dan buruk yang terjadi didunia ini termaksud dikehidupan Yoongi dan Solji, emang buat menghindari masalah itu merupakan suatu hal yang sulit hidup lurus aja juga belum tentu pasti.
Emosi iya itu satu hal yang sukses membuat Yoongi keringetan dan merasa tegang daripada tampil pertama kali di acara grammy.
Setelah mendapat telfon dari Taera Yoongi secapat kilat langsung menuju rumah sakit.
Iya lagi-lagi rumah sakit dan rumah sakit, padahal mereka udah saling janji buat gak ketempat menyeramkan itu, tapi apa boleh buat takdir bukan Yoongi ataupun Solji yang bikin tapi author eh bukan maksudnya Tuhan iya karena kalau bukan Tuhan mana bisa author punya pikirin kayak gini ya kan.
Oke bersyukur pada Tuhan Aamiin...
Kembali lagi ke alur dari cerita ini...
Yoongi menarik nafas berulang kali untuk menahan semua emosi yang ada dalam dadanya yang ingin sekali dia luapkan dengan meninju sesuatu didepannya saat ini tapi Yoongi masih berusaha mengendalikan dirinya karena ada suatu hal yang lebih penting untuk dilakukan dari emosi yaitu bersabar.
"gimana sih dia bisa jatoh?" tanya Yoongi dengan nada tidak santai bertanya kepada Taera setelah merasa panik sendirian.
"dia mau pulang tapi dia mampir dulu kekamar mandi dan kepleset" ucap Taera serius baru kali ini Taera takut menatap Yoongi biasanya Taera itu orangnya slengean jadi dia tidak kenal takut sama siapapun tapi tatapan Yoongi kali ini beda.
Yoongi menjambak rambutnya sendiri, "kenapa dia gak ati-ati gue udah bilang berulang kali harus ati-ati harus ati-ati lagian emang kamar mandinya gak dibersihin sampe licin gitu?" ucap Yoongi.
"dibersihin, gue rasa karena sendal yang di pake Solji aja licin makanya bikin dia jatoh" ucap Taera.
Yoongi udah gak bilang apa-apa pokoknya pikiran dan perasaan Yoongi gak tenang kali ini.
Pagi tadi semua berjalan normal dan seperti pada umumnya tapi menjelang siang semua berubah drastis setelah kabar Solji jatuh dikamar mandi cafe dan dilarikan kerumah sakit karena pendarahan.
Jelas Yoongi manusia paling panik karena selama tujuh bulan terakhir Solji tenang-tenang aja jadi Yoongi gak ngira kalau Solji akan membuat kejutan sedemikian rupa.
Setelah menunggu hampir satu jam dokter yang menangani Solji pun keluar.
Yoongi segera menghampiri dokter yang dulu fansnya itu.
"gimana dokter?" tanya Yoongi terlihat khawatir disusul Taera yang juga berdiri.
Dokter bernama Bomi itu menarik nafas dulu sebelum memberitahu, "Solji-ssi pendarahan parah jadi kita harus melakukan operasi saat ini juga" lanjut nya.
Yoongi beneran kaget begitupun Taera.
"kita harus menyelamatkan bayi dan juga Solji-ssi secepatnya" ucapnya lagi.
"tapi bayi kita baru tujuh bulan apa semua akan baik-baik aja?" tanya Yoongi cemas.
"kita akan berusaha yang terbaik Yoongi-ssi" ucap Bomi.
"gak ada cara lain?" tanya Yoongi.
Bomi menggelengkan kepalanya.
"keputusan harus diambil secepatnya, setelah penandatangan persetujuan kami akan segara melakukan operasi, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan keduanya" ucap Bomi yang berubah total menjadi sangat serius padahal Bomi termasud dokter yang suka bercanda.
Yoongi pun mau tidak mau menyetujui prosedur itu, "tolong selamatkan Solji dan bayi kami" ucap Yoongi kepada Bomi.
"kami akan berusaha" ucap Bomi yang kemudian masuk kembali keruangan untuk menyiapkan operasi.
Setelah itu Yoongi langsung duduk lemas di kursi berharap semua akan baik-baik saja.
"sendal apa yang dia pake?!" tanya Yoongi lagi dengan emosi tapi Taera dapat dengan jelas melihat air mata yang mengumpul di pelupuk mata Yoongi.
Taera yang udah nangis sejak kabar Solji pendarahan dan harus operasi saat itu juga pun hanya menggelengkan kepalanya.
"sendal sialan!" rutuk Yoongi.
...
Semua sudah berada didepan ruang operasi, Yoongi juga sudah memberitahu kedua orang tuanya dan kedua orang tua Solji, Jungkook, Hoseok dan Jin sebagai perwakilan pun sudah datang berserta Yeonjun yang menenangkan Taera dipojokan.
Semua berdoa dan berharap segala hal berjalan dengan baik dan lancar.
"kita mau punya keponakan" bisik Jungkook.
"usst sekarang bukan waktunya buat seneng" saut Seokjin.
"tapi keponakan dateng lebih cepet hyung itu bagus" ucap Jungkook.
"dia baru tujuh bulan Kook kita gak tau dia bisa sekuat apa Solji didalem juga pendarahan" ucap Seokjin.
Mendengar itu raut wajah Jungkook berubah dia gak tau awalnya diajak kesini karena apa dia hanya tau Solji mau lahiran dan gak kepikiran juga kalau anaknya Solji dan Yoongi baru tujuh bulan karena dia gak ngitung serta Solji yang pendarahan pun Jungkook baru tau, semenit kemudian Jungkook menjadi orang yang paling kencang menangis.
"hyung Solji hyung Solji hiks kenapa pendarahan?" dan tangisan Jungkook dan usahanya untuk memasuki ruangan bersalin menjadi part penutup di bagian ini.
...
Siapa nih yang kemarin nangis denger Yoongi dioperasi?
Aku hehehe 😅✌🏼
KAMU SEDANG MEMBACA
WITH YOONGI PT. 2
Fanfic(ONGOING) [SERIES WITH...] LANJUTAN DARI WITH YOONGI Kehidupan keseharian Yoongi dan Solji setelah menikah dipenuhi dengan berbagai liku-liku kehidupan, akankah Yoongi dan Solji mampu menghadapai liku-liku kehidupan setelah menikah untuk selalu bers...
