"Cepaaatt.." Veena pun bergegas pindah tempat ke kursi penumpang yang ada didepan. Bian langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Membuat dua gadis yang ada dimobil itu memanjatkan doa agar mereka masih selamat selama diperjalanan.
~oOo~
Selama diperjalanan Veena dan Calista tak berani membuka mulutnya. Hening. Sampai akhirnya Bian mengeluarkan suaranya.
"sorry ya kalau tadi gue marah-marah sama kalian. Gue lepas kendali, gue lagi banyak masalah." sesal Bian karena tak seharusnya ia meluapkan kemarahan nya kepada Veena dan Calista yang tidak tau apa-apa.
"no problem.." sahut Veena sekenanya. "tapi.. Lo bisa kan bawa mobilnya santai aja, jangan ngeprank malaikat kayak gini.." Bian pun mengurangi kecepatan nya mendengar ucapan dari Veena.
"kita mau ketemu sama siapa sih Bi?" Calista yang sejak tadi hanya diam akhirnya juga membuka suaranya.
"tadinya sih mau ketemu penulis, tapi gak jadi. Dia ada urusan mendadak." sahut Bian yang kembali fokus menyetir.
"lha terus lo mau bawa gue sama Veena kemana ?" panik Calista. "lo gak ada niat buat nyulik gue sama Veena kan?"
"jangan ngadi-ngadi deh lo Cal.. Siapa yang mau nyulik lo? Gue mau ngajak kalian ke bandara." Veena hanya diam mendengarkan percakapan Bian dan Calista, namun seketika pandangan nya terkunci pada sebuah bingkai photo kecil yang menggantung dispion depan mobil Bian. 'Gue gak salah liat kan?' Veena bertanya kepada dirinya sendiri. Ia tak percaya kalau Bian masih menyimpan foto masa kecil mereka.
"bandara.. Mau ngapain?" Calista semakin dibuat bingung dengan jawaban Bian.
"jemput sepupu gue, dia hari ini pulang dari LN. Oh iya.. Dia nanti juga kerja di penerbit kita." sahut Bian. Dan setelah hampir dua puluh menit berkutat dijalan mobil mereka pun memasuki area bandara Ahmad Yani Semarang. Setelah memarkirkan mobilnya Bian, Veena dan Calista pun keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu kedatangan.
hampir lima belas menit menunggu Bian pun berteriak memanggil seseorang, membuat Veena dan Calista yang sedang asik memainkan ponsel mereka menghentikan aktifitasnya.
"bro..!!" teriak Bian lalu melambaikan tangan nya kearah seorang laki-laki memakai pakaian serba hitam. Bian tak mempedulikan orang-orang yang menatap nya.
"Veen.. Tuh orang habis dari pemakaman ya.. Kok pakaian nya serba hitam gitu." bisik Calista kepada Veena. Veena hanya menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari Calista. 'Ternyata gak cuma bos nya aja yg agak gesrek, karyawan nya pun juga' bathin Veena tak sadar diri, padahal dirinya pun juga akan bersikap seperti itu jika sudah nyaman dengan orang-orang sekitarnya. Bian menghampiri laki-laki yang berpakaian serba hitam itu diikuti Calista dan Veena.
"apa kabar bro.. Wiihh gila tambah ganteng aja lo." Bian memeluk sepupunya itu dengan erat. Sudah hampir tiga tahun mereka tidak bertemu. Tepat nya setelah sepupunya itu memutuskan untuk bekerja di LN.
"baik bro.. Lo sendiri gimana?" laki-laki itu pun membalas pelukan dari Bian. Namun ia segera melepas pelukan nya ketika melihat
seorang gadis yang tak asing berdiri dibelakang Bian.
Laki-laki itu melepaskan kaca mata hitam nya untuk memastikan bahwa ia tidak salah mengenali gadis yang kini ada di depan nya.
"Jason..!!" pekik Veena matanya membulat lucu melihat kehadiran Jason. Ia tak menyangka akan kembali bertemu Jason yang merupakan teman masa kecilnya juga.
"kalian berdua saling kenal?" bingung Bian.
"lo becanda? yaa jelas gue kenal lah!" sahut Jason.
"kenal dimana?" tanya Bian lagi. yang membuat Jason terheran mendengar pertanyaan Bian.
"lo sendiri kenal Veena dimana?"
"dia kepala editor di kantor gue." sahut Bian. "oh iya kenalin ini Calista dia asisten kepala editor.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fate Rewrote Our Love (Edisi Revisi)
RomantizmSome goodbyes are not are not the end. But the begining of a love written by fate. Ketika hati yang terluka dipertemukan lagi dengan orang yang ditakdirkan.
