"perkenalkan saya Nuveena Roula, panggil aja Veena saya kepala editor yang baru" ucapnya menatap sekelilingnya dan tatapan nya berhenti ketika ia saling beradu tatap dengan Fabian.
Deg.
'apa lo masih ingat sama gue?"
Namun pertanyaan itu hanya mampu ia ucapkan dalam hatinya. Ia tak mungkin mengeluarkan pertanyaan itu sekarang. 'Belum, ini belum saatnya.'
Veena kembali menatap Fabian yang ternyata masih menatap nya. Ia kemudian melanjutkan acara perkenalan nya.
"sebelum nya saya bekerja di sebuah perusahaan penerbit di Seoul, tapi karena orang tua saya meminta saya untuk pulang kesini maka dari itu saya memutuskan untuk berhenti dari sana dan saya baru beberapa hari ini pulang ke Semarang. Oke, itu saja yang ingin saya sampaikan, terima kasih untuk perhatian nya dan mohon kerja sama nya." panjang lebar Veena, semua orang yang ada diruangan itu menatap nya dengan kagum, termasuk Fabian. Entah kenapa Fabian merasa tidak asing dengan Veena, wajah Veena mengingatkan nya dengan seseorang.
"Fabian.." panggilan Calista membuyarkan lamunan laki laki yang kerap disapa Bian itu, ia berdehem pelan untuk menutupi rasa canggung nya. "Oke, sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Veena sudah mau bergabung di perusahaan ini, kenalkan saya Fabian Alvero Hartono. Direktur perusahaan ini." Bian memperkenalkan dirinya, dengan tenang padahal saat ini jantung nya sedang berdetak kencang seperti ingin keluar dari tempatnya hanya karna ia ditatap oleh Veena. 'Sial' umpat Bian yang hanya tertahan dihatinya. Setelah Bian duduk kembali ditempat duduknya sekarang giliran Calista memperkenalkan dirinya kepada Veena. Itu sudah menjadi tradisi di perusahan ini, mereka akan mengenalkan diri masing-masing ketika ada anggota baru.
"Perkenalkan nama saya Calista Olivia, biasa dipanggil Calista saya asisten kepala editor, terima kasih." ucap Calista kemudian ia kembali duduk dan kembali satu persatu dari mereka mengenalkan diri, dilanjutkan dengan, Tasya, Zidan lalu disusul Vera.
"Elsa mana?" tanya Zidan pasalnya ia belum melihat batang hidung gadis itu dan tidak biasanya ia datang terlambat.
"Elsa lagi dijakarta, beli kopi." sahut Bian membuat Veena membulatkan matanya terkejut, tapi tidak bagi Calista, Tasya, Vera dan Zidan. Itu sudah menjadi hal lumrah bagi mereka mendengar jawaban asal dari bosnya.
"Elsa lagi sakit, tadi pagi dia izin ke gue." lanjut Bian dengan wajah tanpa dosanya. 'Ternyata dia masih gak berubah 'bathin Veena kemudian ia tersenyum simpul. "Bisa kita lanjutkan meeting nya ?" tanya Bian lagi dan semua pun menganggukkan kepalanya.
"Kita akan mulai pencetakan novel 'Hai orang asing' milik Ruhi seminggu lagi, Calista pengeditan naskahnya udah selesaikan?" tanya Bian.
"udah kok Bi, tinggal gue cek ulang lagi aja buat mastiin" ucap Calista kemudian ia teringat akan kehadiran Veena yang baru saja bergabung di timnya.
"Veena, apa lo mau gue kirimin naskahnya ?" Veena yang notaben nya orang baru di perusahaan ini pun mengangguk kan kepala nya. Setidaknya ia juga perlu tau novel jenis apa yang akan diterbitkan. Ia belum banyak mempelajari dan mengenal penulis yang ada di Indonesia. Melihat betapa antusiasnya mereka terhadap novel ini Veena berpikir pasti lah penulis nya adalah seorang penulis yang terkenal.
"dan untuk novel I Found You milik Navya Amerta kita akan mencetak lima ribu eksemplar sesuai yang udah gue bilang tadi." lanjut Bian.
Setelah membahas apa saja yang perlu mereka siapkan Bian pun mengakhiri meeting mereka pagi ini. Dan semua yang ada diruangan itu pun melangkahkan kaki mereka keluar dari ruangan itu.
"Tumben banget ya hari ini si Bian gak bertingkah bobrok." Vera berkata dengan nada heran, pasalnya Bian tidak pernah bersikap seserius ini saat meeting.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fate Rewrote Our Love (Edisi Revisi)
RomanceSome goodbyes are not the end. But the begining of a love written by fate. Ketika hati yang terluka dipertemukan lagi dengan orang yang ditakdirkan.
