Hari kedua liburan jihoon dan para perempuan sedang memasak di dapur untuk sarapan sedangkan para lelaki tengah membersihkan diri sebelum duduk manis di meja makan.
Soonyoung dan yang lain datang bersamaan dengan masakan sarapan mereka sudah siapa, mingyu dan Jun menatap wonwoo dan Hao dengan tatapan aneh.
"Kalian berdua ikut memasak?"tanya mingyu tak percaya
"Kami hanya membantu memotong saja"sahut wonwoo
"Oh syukurlah...untung bukan kalian yang memasak"ujar Jun lega
"Memangnya kenapa jika kami yang memasak?"tanya Hao
"Kalian bisa membakar dapur Noona"ujar Chan
"Jawaban Chan mewakili kami"ujar mingyu dan Jun bersamaan
"Ji...bagaimana jika matahari mencintai awan?"tanya soonyoung membuat satu meja bingung
"Maka akan ada pelangi...jika bentuk kebahagian bulan dan bintang adalah Aurora makan bentuk kebagian matahari dan awan adalah pelangi"sahut jihoon
"Bentuk kesedihan mereka apa ji?"tanya soonyoung lagi
"Bentuk kesedihan bintang adalah komet atau bintang jatuh dan bentuk kesedihan awan adalah hujan"sahut jihoon
"Kalian ini sedang belajar sastra astronomi?"tanya seungcheol
"Pertanyaannya bulan, bintang, matahari, awan dan sebagainya"timpal seokmin
"Aku sedang bertanya tentang dongeng yang eommanya jihoon ceritakan"sahut soonyoung
"Apakah bagus hyung?"tanya hansol
"Bagus kalian harus mendengar jihoon mendongengkan itu"ujar soonyoung
"Wah aku ingin dengar eonni"ujar xiyeon semangat
"Kita sarapan dulu ok"ujar jeonghan
"Pokoknya harus cerita, aku penasaran"ujar seungkwan
"Sudah sarapan dulu ini makanannya malah di cuekin"ujar Jisoo
Mereka sarapan dengan tenang bahkan saling melempar candaan satu sama lain.
Hari ini mereka tak berniat pergi kemana pun hanya ingin bersantai dan menonton tv bersama dengan tenang sampai suara ketukan pintu terdengar.
Langkah kaki soonyoung berjalan membuka pintu dan betapa terkejutnya soonyoung ketika mendapati eomma Kwon dan yuju ada di depan pintu.
"Eomma...yuju"ujar soonyoung bingung kenapa mereka ada disini
Mendengar apa yang dikatakan soonyoung wonwoo dan Hao langsung berdiri dan segera menyabut yuju dengan gembira dan langsung mempersilahkan mereka berdua masuk.
Semua yang ada di ruang tengah langsung berdiri dan memberi hormat kepada nyonya kwon namun pandangan nyonya kwon tertuju pada jihoon dengan tatapan tak suka.
"Kenapa kau ada di depan ku? Menyingkir dari hadapan ku"ujar ketus eomma Kwon
"Baik eomma-nim"sahut jihoon lalu pergi meninggalkan ruang tengah.
"Aku akan mengikuti jihoon"bisik Jisoo pada seokmin
Jisoo berlari untuk mengikuti jihoon namu jihoon pergi kemana Jisoo tak dapat mengejar jihoon dan memilih kembali ke vila.
Wonwoo dan Hao begitu bahagia dengan kedatangan yuju bahkan meminta yuju untuk bergabung dalam liburan ini.
"Bagaimana kalian setuju kan kalau yuju bergabung dengan kita...ah tak usah minta persetujuan mereka kau ikut saja"ujar wonwoo
"Kalau begitu aku akan pulang saja supir ku sudah di depan"ujar eomma Kwon
Chan mengantar eomma Kwon keluar bahkan sampai mobil eomma Kwon menghilang dari pandangan matanya.
Chan masuk rumah dengan wajah yang tak enak di pandang bahkan menutup pintu dengan keras, pandangan Chan tertuju pada yuju menempel pada soonyoung dan kebahagian wonwoo dan Hao.
"Chan setuju kan yuju ikut dengan kita?"ujar Hao menatap Chan
"Seokmin Hyung antar aku cari hotel saja...aku akan liburan sendiri"sahut Chan tanpa melihat Hao namun melihat seokmin
"Kau ingin menginap di hotel Chan?"tanya seungcheol
"Iya...aku tak Sudi tinggal di tepat yang sama dengan ular"sahut Chan terkesan dingin
"Sekarang"ujar hansol
"Iya...lima belas menit lagi aku selesai berkemas lalu antar kan aku cari hotel"sahut Chan lalu masuk kedalam kamar
Mereka semua terdiam dengan apa yang dikatakan Chan bahkan xiyeon saja takut dengan nada bicara Chan yang dingin seperti itu.
Dan benar lima belas menit Chan keluar kamar dengan koper yang ia bawa dan langsung meminta seokmin dan jisoo untuk mengantar mencari hotel bahkan tak berpamitan dengan dengan Hyung dan noona nya.
"Kalian sudah makan siang? Kalau belum akan ku buatkan makan siang"ujar yuju
"Aku akan makan diluar...hansol-ie kau ikut tidak?"tanya seungkwan
"Ikut"sahut hansol
"Kami juga"ujar seungcheol menarik jeonghan dan xiyeon
"Aku dan Jun juga akan makan di luar"ujar mingyu
"Tidak bisa kalian makan dengan kami"ujar wonwoo
"Kau siapa sudah berani melarang kami"ujar jun
"Kalian calon suami kami"ujar Hao
"Baru calon...aku bisa membatalkannya jika kalian lupa"ujar Jun
"Oh ya satu lagi...aku tak suka pada wanita keras kepala, egois dan pembangkang"ujar mingyu menatap wonwoo
"Ayo kita pergi"ajak Jun
Semua pergi meninggalkan vila untuk makan diluar hanya meninggalkan soonyoung, yuju, wonwoo dan Hao saja soonyoung tersenyum saat yuju banyak bercerita betapa sibuknya dia namun pikiran soonyoung masih tertuju pada jihoon yang pergi entah kemana.
.
.
.
Senja tiba semua orang eh bukan beberapa orang tengah khawatir pada jihoon yang belum juga pulang terutama seokmin setelah mengantar Chan seokmin mendapat mandat untuk menjaga jihoon.
Pintu rumah terbuka semua melihat kearah pintu dan mendapati jihoon masuk kedalam rumah dengan wajah biasa saja, mingyu dan Jun langsung menghampiri jihoon begitu juga dengan yang lain.
"Eonni bisakah kau memberi pelajaran pada orang itu, sungguh aku kesal sekali dengannya"ujar wonwoo berbisik
"Tumben biasanya kau akan melakukannya sendiri?"sahut yuju
"Banyak orang yang melindunginya bahkan gara-gara dia aku dan Hao harus naik bus untuk berangkat kerja"
"Akan ku bereskan"
Malam ini setelah makan malam jihoon memilih untuk duduk di halaman vila menikmati malam penuh dengan bintang seorang diri.
Yuju ikut bergabung dengan jihoon dan entah mengapa itu membuat jihoon sedikit tak nyaman.
"Boleh aku duduk disini?"ujar yuju
"Tentu saja"sahut jihoon
"Aku ingin bertanya pada mu...apa kau tak lelah masuk dalam hubungan ku dan soonyoung...apa kau tak malu selalu mengharapkan cinta soonyoung yang sudah jelas untuk ku...dan bisakah kau berhenti membuat wonwoo dan Hao kesal?... jihoon-ssi aku tak suka dengan mu jadi bisakah kau pergi dari kehidupan soonyoung dan keluarganya...hanya itu aku masuk"ujar yuju
Jihoon hanya bisa terdiam mendengar apa yang dikatakan yuju, soonyoung memang tak pernah mencintainya semua perhatian soonyoung hanya perjanjian yang semua saudara soonyoung buat dan tak mungkin soonyoung memenuhi perjanjian itu karena soonyoung hanya mencintai yuju
Jihoon bangkit dari duduknya dan bergegas masuk kedalam kamar seungkwan dan jisoo namun langkah jihoon terhenti ketika telinga jihoon kembali mendengar suara desahan yang cukup keras dari kamar soonyoung, vila memang sepi karena semua orang memilih untuk kencan di luar.
Hati jihoon kembali tersakiti jihoon segera pergi dari depan kamar itu dan menghubungi seseorang.
"Oppa jemput aku sekarang, akan ku kirim lokasinya" ujar jihoon lalu memutuskan panggilan.
.
.
.
Tengah malam semua orang telah pulang dari acara kencan mereka dan mereka pulang di sambut dengan suara desahan yuju dan soonyoung yang saling bersahutan satu sama lain dan itu membuat semua orang kecuali wonwoo dan Hao kesal
"Untung saja xiyeon sudah tidur"ujar seungcheol
"Mereka tak memikirkan jihoon eonni apa"kesal seungkwan
"Untuk apa memikirkan dia"ujar Hao
"Benar yuju itu lebih menarik"sahut wonwoo
"Bisakah kau diam? Suaramu menggangu pendengaran ku"ketus mingyu
"Dimana jihoon?"tanya jeonghan
Semua orang pergi mencari jihoon di kamar namun tak ada sampai ponsel seungkwan bergetar dan mendapat panggilan dari jihoon.
"Eonni kau dimana?"tanya seungkwan
"Aku sedang dalam perjalanan pulang, aku minta tolong bawakan barang-barang ku saat pulang nanti, aku hanya membawa dompet dan ponsel saja soalnya"ujar jihoon
"Aku akan menyusul pulang eonni"
"Tidak perlu, kau juga masih butuh liburan aku hanya ingin mengatakan itu...pokoknya jangan sampai ada yang pulang kau mengerti?"
"Mengerti eonni...jika sudah sampai kabari aku"
Seungkwan memutuskan panggilannya dan memberi tahu semua jika jihoon pulang dan meminta mereka semua untuk tidak mengikutinya pulang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Stay Hire With Me
Fanfiction"jika dia bahagia dengan pilihannya...biar aku yang mengalah dan pergi..."
