Dafa mengusap wajahnya kasar. Setelah kabar miring mengenai sang ayah naik ke permukaan, perusahaan mendapatkan kerugian besar akibat harga saham terjun bebas. Lebih dari itu, semua klien membatalkan kerja sama dan hal itu jelas membuat Dafa pusing karena kerugian perusahaan semakin menjadi. Kondisi sang ibu juga tidak terlalu baik karena kabar ini. Meskipun sudah mendengar penjelasan dari dirinya dan Dani, Gina tetap merasa terbebani dengan kabar yang beredar. Dafa sendiri tidak bisa bergerak dengan bebas untuk mencari informasi mengenai keberadaan Viola, karena ayahnya sudah memberikan peringatan untuk lebih berhati-hati dalam bergerak.
Setelah menenangkan dirinya, Dafa pun memilih untuk kembali melanjutkan pekerjaannya. Ia tidak mungkin membiarkan perusahaan yang sudah dibangun oleh ayahnya hancur begitu saja karena ulah orang yang tidak kenal ini. Namun, begitu Dafa membuka komputernnya dan menghubungkannya ke internet, Dafa melihat berita eksklusif mengenai seorang pengusaha muda pemilik brand Dalton yang terkenal. Itu adalah perusahaan yang bergerak dalam travel dan mode yang sulit untuk diajak bekerja selama ini oleh perusahaan miliknya. Tanpa sengaja, Dafa membuka artikel tersebut. Namun, ternyata Dafa mendapatkan sebuah kejutan. Ada sebuah potret yang menunjukkan Gerald tengah berinteraksi dengan manisnya bersama seorang gadis yang tersenyum dengan cantiknya.
"Viola?"
Dafa pun dengan cepat membasa artikel tersebut dan mengetahui jika Viola ternyata adalah sosok perempuan yang diperkenalkan sebagai kekasih dari Gerald. Dafa mengernyitkan keningnya dan mulai menghubungkan satu per satu potongan teka-teki yang selama ini ia dapatkan. Rahang Dafa mengetat saat dirinya sudah berhasil menyimpulkan sesuatu. Ia kembali menatap wajah Viola yang tampak begitu bahagia dengan sorot penuh cinta yang Viola tunjukkan pada Gerald. Seketika sorot mata Dafa berubah sendu. "Apa kau benar-benar menyukai pria ini?" tanya Dafa kecewa.
Namun, sedetik kemudian Dafa menggelengkan kepalanya. "Tidak, ini bukan waktunya berpikir seperti ini." Dafa pun segera bangkit dan melangkah menuju ruangan ayahnya yang berada di lantai teratas gedung yang sama.
Begitu sampai di dalam ruangan kerja sang ayah, Dafa segera disambut dengan pertanyaan, "Sepertinya kau sudah melihat artikel mengenai Gerald Alden Dalton?"
"Iya, Ayah. Jika melihat dari situasinya, sangat masuk akal jika dirinya adalah orang yang menjadi dalang di balik semua yang terjadi ini," ucap Dafa mengutarakan apa yang sudah ia simpulkan.
Dani mengangguk dan menunjukkan data-data yang ia terima dari orang yang ia mintai bantuan tempo hari. Ternyata, orang yang Dani mintai bantuan benar-benar bisa menemukan orang yang sudah membuat kekacauan ini. "Dia terlibat dengan bar Flo. Mungkin, dia memang tidak secara langsung berhubungan dengan Flo, tetapi Bram, orang kepercayaannya jelas memiliki sesuatu dengan Flo. Kita hanya perlu mendapatkan bukti yang bisa diterima oleh hukum, dan baik Viola maupun kita bisa ke luar dari situasi yang tidak benar ini," ucap Dani.
"Apa aku harus menekan Flo lagi, Ayah?" tanya Dafa.
Dani menggeleng. "Flo tidak akan semudah itu mengatakan apa yang kita inginkan. Dia pasti akan melindungi semua informasi mengenai pelanggannya. Kita harus mencari cara lain," ucap Dani.
Lalu Dafa pun teringat dengan Ezra. "Bagaimana dengan kesaksian orang yang jelas menjadi korban dari Flo?" tanya Dafa.
"Apa kau mengenal seorang wanita yang pernah terlibat dalam jaringan Flo?" tanya Dani.
Dafa menggeleng. "Bukan, Ayah. Orang yang aku maksud, adalah Ezra. Dia adalah orang yang terlibat dengan Flo dan pada akhirnya membuat Viola berakhir di situasi ini," jawab Dafa sembari mengepalkan kedua tangannya.
Dani terdiam beberapa saat, ketika dirinya merasakan kemarahan pada perkataan Dafa. Ia pun mengangguk dan berkata, "Ezra jelas memiliki kesaksian yang kuat. Bawa dia, kita jelas harus membicarakan situasi ini."
**
Viola menelan air liurnya saat melihat Gerald sudah tersaji polos di atas ranjang di mana dirinya selama ini tidur. Viola memerah, wajahnya benar-benar merah seakan-akan dirinya berubah menjadi kepiting rebus yang sudah masak sempurna. Gerald yang melihat hal itu menyeringai. Reaksi Viola memang selalu menghibur. Saat ini, Gerald jelas tengah menggona Viola. Gerald tengah menjalankan rencananya, setelah melakukan sedikit trik pada Viola yang saat ini sebenarnya tengah berada di bawah pengaruh hipnosis Amel. Gerald menatap Viola yang masih mengenakan gaun tidur tipis, "Aku lebih senang melihatmu tidak berpakaian, sama sepertiku saat ini, Vio."
"Be, Benarkah?" tanya Viola sembari mendekat pada Gerald yang memberikan isyarat padanya untuk mendekat.
"Benar. Karena itulah, aku lebih senang saat kau tidak berpakaian seperti ini," ucap Gerald sembari melucuti pakaian Viola dengan mudahnya.
Gerald lalu mencumbui Viola yang masih berada di bawah hipnosis dengan buas. Jika Viola dalam keadaan normal akan memberikan penolakan, seperti kucing manis yang menolak untuk dielus, maka Viola yang berada di bawah hipnosis malah membalas cumbuan Gerald dengan tak kalah buasnya. Gerald memang meminta Amel untuk menghipnosis Viola. Namun, bukan untuk menanamkan kepribadian lain pada Viola. Gerald hanya meminta Amel untuk membuat jiwa liar yang berada di alam bawah sadar Viola bangun dan tidak malu-malu untuk melakukan apa yang ia inginkan. Tidak perlu membutuhkan waktu yang lama, kini gairah yang membara sama-sama membakar Gerald dan Viola.
Jika biasanya Gerald tidak terlalu suka saat wanita yang memimpin kegiatan seks, maka kali itu berbeda. Gerald pun membiarkan Viola untuk memimpin. Gerald berbarig terlentang di atas ranjang dan membiarkan Viola untuk menungganginya. Namun, Gerald melihat jika Viola yang sudah sangat bergairah, tampak kebingungan. Memang benar, saat ini jiwa liar tengah menguasai Viola, tetapi pada dasarnya Viola adalah gadis yang masih belum terlalu berpengalaman mengenai masalah seperti ini. Jadi, Gerald pun memilih untuk memberikan bantuannya. Gerald berkata, "Genggam dengna kedua tanganmu, dan arahkan perlahan. Aku akan membantumu."
Dengan malu-malu, Viola mengikuti arahan Gerald. Dalam posisi biasa saja, menyatukan tubuh mereka adalah hal yang sulit. Bagi Gerald, milik Viola terlalu sempit. Sementara bagi Viola, milik Gerald terlalu besar baginya. Jadi, dengan posisi baru itu, Viola dan Gerald sama-sama kesulitan untuk menyatukan diri. Namun, Gerald yang sudah berpengalaman segara mencengkram pinggang ramping Viola dan menariknya dalam sekali sentakkan. Saat itu pula, punggung Viola melenting, membiarkan kedua dadanya membusung dengan arogannya, tampak menantang Gerald untuk segera menyentuh dan memberikan rangsangan yang luar biasa. Namun, Gerald memilih untuk diam. Ia ingin Viola yang memimpin kegiatan panas itu.
"Bergeraklah, Vio," ucap Gerald pada Viola yang sudah bisa mengendalikan dirinya. Viola pun menurut dan bergerak dengan perlahan.
Tentu saja, Gerald merasakan sensasi yang menakjubkan. Namun, saat Viola menambah kecepatan pergerakannya, Gerald melirik kamera yang ia letakkan di atas meja. Kamera itu mengarah tepat pada ranjang. Mungkin, Viola tidak menyadarinya, tetapi kamera tersebut hidup dan tengah merekam apa yang tengah mereka lakukan. Gerald menyeringai saat melihat lampu kamera masih hidup, itu artinya kamera berfungsi dengan baik. Ia pun kembali fokus dengan kegiatan yang tengah ia lakukan dan menikmati pelayanan Viola yang tentu saja sangat jarang ia nikmati. Hanya saja, mungkin karena terlalu semangat, Viola jatuh tak berdaya setelah mendapatkan pelepasan pertamanya setelah bergerak dengan liarnya di atas Gerald.
Gerald mengelus lembut punggung Viola dan mengecup keningnya yang berkeringat, saat Viola berbaring di atas dada Gerald. "Kita akan beristirahat sebentar, sebelum melanjutkannya, Vio," gumam Gerald sembari menghentakkan pinggangnya membuat Viola mengerang sembari memejamkan matanya.
Sementara itu, pagi hari ketika Dafa berniat untuk berangkat bekerja, Dafa mendapati seseorang mengirim email padanya. Email tersebut ternyata berisi file video yang mencurigakan. Dafa pun membukanya dan terkejut bukan main saat melihat apa isi video tersebut. Ternyata, itu adalah video rekaman di mana Gerald dan Viola tengah dimabuk cinta dan gairah. Dafa mengetatkan rahangnya dan saat itu pula dirinya membanting ponselnya hingga hancur lebur. "Dasar bajingan! Aku benar-benar akan menghancurkanmu!" teriak Dafa dengan urat-urat yang menonjol di sekitar lehernya.
.
.
.
Tinggalin jejak deh yaaaa
Sayang kalian semua!
KAMU SEDANG MEMBACA
Gerald's Obsession
Romance[Karena mengandung unsur DEWASA maka SEBAGIAN CHAPTER DI PRIVATE. FOLLOW SEBELUM MEMBACA. Biar nyaman bacanya😄] Viola adalah opium yang membuat Gerald kecanduan. Viola adalah vodka yang membuat Gerald mabuk. Viola adalah gadis yang membuat Gerald t...
