Medina sudah mulai sadar dengan apa yang sudah ia lakukan selama sebulan ini, dia benar-benar ingin bertaubat. Kemarin dia benar benar kehilangan Arah
انا لله وانا اليه راجعون..
اللهم اجرني في مصيبتي واخلف لي خيرا منها.Yaa Allah berilah aku pahala dari musibahku dan berilah aku pengganti yang lebih baik.
Doa itu terus saja ia lafalkan, sampai dia pun bersedia untuk menikah dengan kak Fath, semoga Kak Fath adalah yang terbaik untukknya, semiga pilihan Abi benar bahwa kak Fath bisa menuntunnya.
Tinggal dua bulan lagi Medina menikah, sebentar lagi dia akan melepaskan masa gadisnya, sebentar lagi dia akan beribadah bersama orang yang tidak dicintainya.
Kasyaf memang sudah melupakannya, mungkin dia sudah bahagia bersama Fareen.
Medina sudah meminta Abinya untuk tidak mengundang Kasyaf dan Fareen, tapi abinya menasehati bahwa tidak boleh menjadi orang pedendam. Medina sudah tahu itu, tapi mengapa rasanya sangat sulit?
Sementara di Jakarta, Kasyaf masih setia menyemangati dan tersenyum untuk Fareen, meskipun hati sebaliknya, dan meskipun Fareen juga tahu kalau hati suaminya bukan untuk dirinya,
Mereka menjalankan semuanya berdua dan bersama sama namun tanpa ada rasa, semuanya hambar, semuanya terdengar krik krik dan entah sampai kapan mereka seperti itu.
"Ki-kita sudah berusaha menyembuhkan penyakit ini, tapi aku akan tetap mati kak" Ucap Fareen lemah, dia menatap Kasyaf tulus tanpa rambut tersisa dikepalanya.
Untuk apa Kasyaf menikahi dirinya? Dia hanya menyusahkan Kasyaf! Dia hanya mempermalukan Kasyaf! Bahkan dirinya sudah tidak semenarik dulu, sekarang dia sudah kurus dan gundul, dia pucat dan tidak bisa apa apa. Dan kasyaf? Dia juga menikahinya hanya karena kasihan...
Kasihan sekali Kasyaf, selain raganya yang terus menderita karena harus mengurus Fareen, hatinya pun ikut sama karena harus berpisah dengan Medina
Tidak seharusnya Fareen berada di dalam kehidupan Kasyaf dan Medina. Dia tidak bisa terus egois seperti ini, jika dia mencintai suaminya, dia harus membiarkan suaminya bahagia.
"Enggak, kamu pasti sembuh, mati itu ada ditangan Allah de" Ucap Kasyaf tersenyum "yang harus kita lakukan adalah shabar dan berusaha" lanjutnya mencium kening Fareen
"Tapi aku gak mau terus lihat kakak menderita, diasini aku cuman duduk di kursi roda, bahkan penampilanku saja seperti ini, aku -aku mau cerai dengan kakak" ucapnya meneteskan air mata, Kasyaf langsung terkejut
"Enggak, perceraian itu adalah hal yang di benci oleh Allah, kamu tahu kan?"
"Tapi aku sangat merasa bersalah karena sudah menghancurkan hubungan kakak sama kak Medina" hiks hiks
Kasyaf menarik nafasnya panjang "Kakak ikhlas, mungkin ini cara Allah mempertemukan kita, sekarang kamu harus sembuh dan menjadi istri yang baik untuk kakak" Ucap Kasyaf tersenyum, dia memeluk dan mencium Fareen. Dua permintaan Fareen sudah lama terkabul, Kasyaf memang laki laki berhati baik karena sudah bersedia mengabulkannya.
Dia benar benar laki-laki yang shaleh, tidak henti hentinya dia meminta kepada Allah untuk kesembuhan Fareen, kasyaf akan mulai mencintai istrinya secara bertahap, dan dia juga akan melupakan Medina secara bertahap.
"De?! Fareen?!" ucap Kasyaf terkejut, tubuh Fareen melemah dipelukannya, Fareen pingsan dan mengeluarkan banyak darah dari hidungnya.
Kasyaf langsung membawa Fareen ke rumah sakit dengan rasa cemas, dia takut, dia khawatir, bagaimana jika istrinya nanti..... Tidak! Fareen pasti sembuh...

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dan Luka (TAMAT)
Novela JuvenilFOLLOW DULU YA TEMAN-TEMAN 😊 Mempercaimu adalah hal yang paling menyakitkan dalam hidupku _Medina Jaisya Abdullah_ Mencintaimu adalah pilihanku, tapi bersamanya adalah takdirku _Muhammad Kasyaf Al Fathir_ Memilikimu adalah mimpi mustahil bagiku, ta...