Sekawan Sekar

Sekawan Sekar

  • WpView
    Reads 159
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 6, 2020
Prasasti berdiri ditengah-tengah rumput ilalang yang menjulang tinggi. Linggar berdiri di lereng gunung, Alira berdiri di sebuah bukit yang tinggi ditemani deburan ombak. Sedangkan Sastra berdiri di sebuah atap gedung. Mereka berempat berada ditempat yang berbeda-beda namun keempatnya sama-sama menatap matahari terbit. Mereka begitu khusuk melihat matahari sedikit demi sedikit menampakkan wajahnya. Sekawan sekar batharine mandhala Jumeneng ing agrane janaloka Kapapate nyangga nyawa Kawitane pejah, sakmenika gesang Kagem mbinasakna angkara murka Kata-kata itu tiba-tiba menggema ditelinga mereka masing-masing, dan suara itu makin lama makin memekakkan telinga. Mereka berempat menutup kedua telinga masing-masing, tapi suara itu makin mengeras. Langit seperti bergemuruh dan bumi nampak berguncang. Suara-suara itu makin menggelegar di telinga hingga membuat mereka berempat kesakitan. Ditulis pada tahun 2008. Cerita pure fantasi tentang lompat dimensi. Silahkan vote dan comment
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Little Gelandangan and Her Daddy Werewolf
  • RAHASIA LAMPU KOTA (✔)
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Twinblossom
  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • Deksa 's Diary
  • Lycan In Isekai World Story : My Love & My Fate
  • BestFriend [REVISI] - BTS BROTHER (END)
  • MAREAPADA [Revision]

"Gue jadi anak kecil gelandangan? yang bener aja, rugi dong!? Arrghhh!!" ••••• Gladys Anastasya, seorang siswi SMA, tewas tersambar petir tepat setelah menertawakan dan menghina seorang anak kecil berwajah cacat. Saat membuka mata, ia tidak menemukan surga maupun rumah sakit, melainkan dunia dari sebuah novel fantasi abad ke-19 yang baru saja ia baca. Lebih buruk lagi, ia hidup kembali sebagai seorang anak gelandangan yang bahkan tidak tercatat dalam cerita. Bukan protagonis, bukan antagonis, ataupun tritagonis. Dia hanyalah seorang NPC yang tak penting. Tanpa rumah, tanpa uang, tubuh kurus, pakaian lusuh, dan perut yang tak pernah berhenti berbunyi. Hidup baru Gladys adalah mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan. Hingga pada suatu hari bersalju, seorang pria muda muncul. Iris biru kelam yang menusuk, kulit seputih salju, rambut silver panjang, rahang tegas, hidung mancung, dan bibir tipis berwarna merah ranum. Hanya dengan tatapan matanya saja cukup untuk membuat lawan membeku. Ia menyelimuti Gladys dengan jubahnya dan memberinya roti hangat, kebaikan pertama yang pernah gadis itu terima sejak terdampar di dunia baru ini. Sejak saat itu, Gladys bertekad merebut hati pria tersebut, agar ia bisa dirawat dan diadopsi... agar hidupnya tidak lagi menjadi gelandangan yang membeku di jalanan. Tanpa ia tahu- Pria yang ingin ia jadikan "penyelamat" itu bukan manusia sepenuhnya. Melainkan ia sedang menawarkan hidupnya kepada seekor hewan buas. "Paman! Apa paman butuh seorang anak?" ••••• [🚩Disclaimer: Arnold adalah sosok ayah bagi Lily di masa kecil, cinta romantis muncul seiring berjalan waktu, tapi mereka memulai hubungan saat Lily sudah dewasa] 🚩Age-gap: 12 tahun Peringkat: #1 Monster (30/06/24) #1 Serigala (17/07/24) #1 Novel (28/05/2025) #2 Fiksi Sejarah (18/06/24) #2 Cantik (10/06/24) #3 Fantasy (02/06/2025) #3 Werewolf (25/06/24) #15 Fantasi (23/04/26) 𝙲𝚘𝚟𝚎𝚛 𝚋𝚢. 𝙲𝚊𝚗𝚟𝚊 𝙴𝚍𝚒

More details
WpActionLinkContent Guidelines