Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Yak!" Pekik Yerim saat ponsel ditangannya tiba-tiba dirampas. "Jeon!" Bangkit dari posisi bersandarnya di sofa kamar, Yerim mengejar Jungkook yang sedang membuka kunci pintu balkon.
"What the! Apa yang kau lakukan!" Teriak Yerim saat Jungkook melempar ponselnya keluar dengan sekuat tenaga.
"Aku yang seharusnya bertanya! Apa-apaan Jeon Yerim!" Yerim menunduk dan memejamkan matanya erat karena tak mengangka akan mendapatkan bentakan dari si pria.
Menggigit bibirnya gemetar, Yerim berusaha mengintip dari atas matanya. Jungkook sedang berkacak pinggang dan memandanginya tajam.
"Aku hanya ingin mempostnya." Ujar Yerim pelan.
"Dan apa maksudmu?!"
"Ya hanya ingin saja, tak bermaksud apapun." Cicit Yerim.
Membalik tubuhnya, Jungkook meraih gelas diatas meja dan melemparkannya kearah tv yang masih menyala. Yerim memang sedang bersantai sambil menonton tv. Lalu tiba-tiba adegan di dalam tontonan yang sedang diperhatikan Yerim memperlihatkan akun laman instagram si pemeran utama. Keinginan itu terbesit secara spontan, dan Yerim yang memang memiliki akun yang terkait segara mendownload aplikasinya. Foto yang dipilih pun adalah foto yang sudah ia ambil sejak lama, sebelum dirinya hamil. Saat Yerim berjalan-jalan keluar dengan istri kawan Jungkook berserta Dokter Jennie.
"Jeon.." cicit Yerim takut, tangannya ditautkan mencengkram satu sama lain.
"Bukankah sudah pernah kubilang? Jangan pernah membagikan fotomu!" Mendongak perlahan, Yerim menatap Jungkook yang berjarak 2 meter darinya.
"Hapus!" Yerim yang tadinya mengkerut takut, tiba-tiba mendelikkan tatapan menusuknya pada Jungkook.
"Kau membuang ponselku! Seharusnya kau meminta baik-baik Jungkook! Bukan malah melempar ponsel orang seperti itu!" Kali ini berbalik Yerim yang berteriak marah, bahkan suaranya lebih tinggi dibanding bentakan Jungkook tadi. "Foto itu bisa di hapus tanpa perlu membuang ponselnya!"
Jungkook menyerngit tak suka di tempatnya. Mulutnya yang siap memperingati Yerim batal ia gerakan karena perempuan yang tengah mengandung itu beranjak pergi ke arah pintu dan keluar dengan membawa kakinya berlari. Jungkook membutuhkan waktu satu menit sebelum tersadar bahwa Yerim sudah tak tertangkap pandangannya. Dengan langkah yang berderap cepat dan lebar, Jungkook keluar dari kamar.
"Nyonya." Panggil Karina yang melihat Yerim berlari menuju pintu utama. Pelayannya itu dengan cepat menghampiri Yerim. "Anda ingin kemana Nyonya?" Yerim menghempaskan tangan Karina.
"Buka pintunya." Dengan patuh 2 orang yang berjaga dipintu membukakan dua daun pintu gagah yang menjulang kokoh itu. "Nyonya." Karina tetap mengikuti Yerim yang berlari menuruni tiga anak tangga di lobby depan, lalu kakinya mengarah ke taman dimana tempat Jungkook melempar ponselnya tadi.
"Apa yang anda cari Nyonya?" Tanya Karina heran, Yerim sejak sampai ditaman terus menunduk mencari keberadaan ponselnya diantara rumput taman yang hijau. "Nyonya, biar saya bantu. Apa yang Nyonya cari." Dengan lembut, Karina membalik tubuh Yerim. Dan mata tajamnya menemukan mata dan hidung Yerim yang memerah.
"Ponselku." Jawab Yerim lirih, tangannya kembali melepaskan cekalan Karina.
"Nyonya!" Lalu terpogoh-pogoh 6 orang penjaga menghampiri Yerim. Di posisi paling belakang Jungkook berderap tegas menghampiri Yerim yang masih sibuk mencari.
Karina ikut menunduk dan mencari keberadaan ponsel yang dicari Nyonya-nya setelah memberi tahu 6 orang penjaga untuk membantunya.
"Sayang." Berniat mendekati Yerim, Jungkook malah terperangah karena istrinya terus menjauhinya.
"Sayang." Terus menjauhi Jungkook, sejak tadi jantung Yerim terus berdegub kencang. Kombinasi antara ketakutan, kemarahan dan kecemasan. Takut Jungkook murka karena teriakannya tadi, marah karena pria itu dengan tidak sopannya melempar barang milik Yerim dan cemas karena takut tak diberikan pelukan hangat dan usapan pada punggung dan perutnya sebelum tidur.
Menyerah karena terlalu lelah berlari dan menahan sesak di dada, Yerim menjatuhkan bokongnya di atas rumput dan menyembunyikan wajahnya diantara lutut.
"Sayang!" Jungkook menghampiri dengan panik. Si suami membawa Yerim masuk kedalam dekapan saat mendengar tangisan mulai keluar dari mulut kecilnya.
"Maafkan aku, maaf." Ujar Jungkook, tangannya berusaha mendongakkan kepala Yerim. "Maaf sayang, aku salah. Maafkan aku."
"Aku sudah pernah bilangkan, jangan pernah biarkan orang lain melihat foto atau gambarmu." Ujar Jungkook dengan suara yang sudah lembut. "Maafkan aku. Aku hanya tak ingin gambarmu berkeliaran di luar sana. Cukup dulu saja hmm, maafkan aku." Kali ini Yerim membiarkan Jungkook menarik wajahnya menjauhi lutut. "Maafkan aku." Si suami memberikan kecupan-kecupan di sudut-sudut wajah Yerim, tak memperdulikan 6 pengawal dan 1 pelayan yang kini menunduk dengan jarak 3 meter dari keduanya.
"Sudah hmm, maafkan aku." Perlahan Jungkook membawa Yerim kedalam gendongannya, mengangkat tubuh wanita itu dengan lembut.
"Terima kasih Karina." Ujar Yerim yang menerima uluran ponsel itu.
Yerim lalu melingkarkan tangannya pada leher Jungkook, menyembunyikan wajahnya yang pasti memerah dan membengkak disana. Senyumnya tak dapat ia hindarkan, kurva itu terbentuk seiringan langkah Jungkook yang memasuki kembali rumah.
* * * * *
Lebay banget yaa hehe— tapi serius Ibu hamil moodnya emang luar biasa! Aku sering geleng-geleng heran karena ngeliat perubahan mood dratis Ibu hamil. Apa aja bisa salah dimata dia yang maha benar kkkkk— btw ini ekstra yang tiba-tiba nongol di otak dan aku ketik dengan cepat, niatnya mau bikin postan instagramnya Yerim aja, tapi setelah dipikir tambahin drama alay kayanya seru hehehe.