Lisa memasuki rumahnya dengan senyuman yang masih menempel sejak dari taman tadi.
Dia hanya merasa bahagia, dapat berkenalan dengan gadis pirang yang bernama Chaeyoung tadi. Berharap penuh Chaeyoung akan menjadi temannya dan mereka dapat berjumpa lagi.
"Kau tampak bahagia sekali, ada apa?" Lisa dikejutkan dengan suara Jennie yang baru saja keluar dari kamarnya.
Jennie ikut merasakan kebahagian sang adik. Adiknya itu sangat jarang tersenyum atau lebih tepatnya sulit memperlihatkan emosi yang ada di dalam dirinya entah itu bahagia, sedih, marah, kesal dan hal lainnya.
"Tidak ada, hanya saja hari ini sangat cerah dan pemandangan di taman tadi sangat bagus."
"Kau pasti mengabadikan keindahan itu. Boleh aku melihatnya?" Jennie akan sangat antusias jika mengetahui Lisa memotret apa saja. Karna setelahnya Lisa akan menceritakan kembali apa makna atau yang terjadi saat foto itu diambil.
Karna bagi Jennie melihat dan mendengar cerita Lisa seharian mampu menghilangkan lelah yang ia rasakan setelah bekerja seharian. Ditambah mengetahui hari Lisa yang berjalan dengan baik memberi rasa kebahagian tersendiri untuk Jennie.
"Tidak untuk hari Unnie." Lisa memainkan matanya sebelah, menolak halus permintaan Jennie.
"Baiklah, tak apa. Tapi pastikan kau akan memberitahu aku nanti, okay? Sekarang mandilah setelahnya kita makan malam." Jennie mengusap pelan rambut adiknya itu sebelum mendorongnya masuk ke kamar mereka berdua dan ia yang bergegas menyiapkan makan malam.
.
.
"Jisoo Unnie." Jisoo mengalihkan pandangannya dari buku yang dia pegang setelah mendengar Chaeyoung memanggilnya.
"Masuklah." Chaeyoung segera masuk dan menutup kembali pintu kamar sang kakak.
Chaeyoung membaringkan tubuhnya di sofa tempat Jisoo duduk sekarang.
"Bisakah Unnie mengurangi aktifitasku? Maksudku, aku ingin dua atau tiga kali pergi ke taman dalam seminggu."
Dengan penuh harap Chaeyoung melihat Jisoo yang kini memejamkan mata. Chaeyoung yakin kakak satu-satunya itu tengah memngambil keputusan berat.
"Beri Unnie alasan dan Unnie akan mempertimbangkannya." Jisoo menatap teduh adiknya itu yang kini menatapnya dengan binar mata bahagia.
Bukan tanpa alasan Jisoo sangat protektif pada adiknya itu. Dia hanya tak ingin kejadian buruk terjadi pada Chaeyoung.
"Baiklah akan kuberitahu segera. Aku harus menyiapkan kata-kata bagus agar Unnie tidak perlu berpikir dua kali untuk menyetujuinya." Senyum Chaeyoung mengembang setelah mengatakan itu.
"Jangan kelelahan Unnie, kasihan matamu sudah berkantung." Sambung Chaeyoung sembari menyentuh lingkaran mata Jisoo yang berkantung serta sedikit menghitam di bawahnya.
"Hmm, kau juga jangan sampai kelelahan."
Jisoo mengusap rambut pirang adiknya itu dengan lembut, "Pindahlah ke tempat tidur Unnie, badanmu pasti akan sakit nanti berbaring di sini."
Chaeyoung menurut, setelah berdiri tak lupa ia merampas buku yang Jisoo pegang karna kakaknya itu terlihat ingin melanjutkan bacaannya.
"Malam ini saja, aku ingin tidur di pelukan Unnie."
Jisoo sangat merasa bersalah sebenarnya. Dia masih belum cukup mampu membagi waktu antara pekerjaan dan adiknya itu.
Di rumah besar ini, hanya ada mereka berdua setiap malamnya. Karna jika di pagi sampai sore hari hanya akan ada Chaeyoung dan para asisten rumah tangga yang berada di rumah.
Jisoo tau adiknya itu pasti merasakan kesepian yang amat sangat. Tapi untuk sekarang ia juga tak punya pilihan untuk ia pilih. Jika bisa ia juga ingin selalu banyak menghabiskan waktu dengan adik semata wayangnya itu.
"Duluan lah ke ranjang, Unnie ingin ke kamar mandi sebentar."
Chaeyoung mengangguk patuh dan segera mangambil posisi ternyamannya utnuk menyambut dunia mimipi.
Chaeyoumg memejamkan matanya, tidak sabar. Sudah lama rasanya ia tak merasakan sentuhan Jisoo yang membelai punggungnya agar ia dapat tertidur nyenyak.
Sekeluarnya Jisoo dari kamar mandi, Jisoo terkekeh kecil menghampiri adiknya itu yang terlihat sudah tertidur.
"Good night Chaeyoungie." Tutur Jisoo pelan setelah memebenahi selimut yang menutupi tubuh mereka berdua. Kecupan singkat diberikan pada kening Chaeyoung, setelahnya Jisoo ikut memejamkan matanya.
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
One More Time
FanfictionMereka bertemu karna takdir. Friendship | Family Seperti biasa, Ngga usah baca kalau ngga mau ngevote, ok? Ok. Ngga deng, becanda.
