chapter 7 : drunk

7.9K 1K 23
                                        

Happy reading

Rose mengetuk-ngetuk jarinya di meja, sudah pukul 12 malam dan Winwin belum pulang ke rumah padahal Winwin tadi tidak izin kepadanya setidaknya kalau Winwin izin, Rose tahu dan tidak khawatir sampai segininya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rose mengetuk-ngetuk jarinya di meja, sudah pukul 12 malam dan Winwin belum pulang ke rumah padahal Winwin tadi tidak izin kepadanya setidaknya kalau Winwin izin, Rose tahu dan tidak khawatir sampai segininya.

"Kau dimana?" Gumam Rose.

Ingin sekali Rose mengechat Jaehyun tapi Rose enggan karena kejadian tadi di cafe. Sekitar 1 jam lewat, Rose menenggelamkan kepalanya menjadikan tangan sebagai bantalan di mejanya.

Tok!

Tok!

Rose mengatur nafasnya segera dan berlari membukakan pintu dan benar itu Winwin tetapi...penampilannya berbeda. "Kau mabuk?!"

Winwin tak menjawab malah melangkahi Rose dan langsung masuk ke dalam apartemen itu. Rose menyamakan langkahnya disebelah Winwin, ia menaruh tangannya dibelakang leher Winwin berjaga-jaga jika pria itu jatuh.

Benar saja, tak sampai sepuluh langkah, Winwin sudah tumbang terlebih dulu.

BRUK!

"Winwin-ah!" Panggil Rose menepuk pipi Winwin.

Tapi tetap saja tidak bangun, "Winwin-ah!bangun!"

Masih saja tidak bangun, Rose memejamkan matanya dan mendekatkan hidungnya ke wajah Winwin. Seketika ia langsung menjauhkan wajahnya itu, "gila dia minum berapa botol!"

"Kuat sekali alkoholnya," gumam Rose terkejut, pantas saja pingsan.

Karena Rose tak kuat mengangkat Winwin ke kamar, dia membantu Winwin untuk tiduran di sofa saja untungnya sofa itu bisa dirubah menjadi tempat tidur.

Rose pergi mengambil selimut dan bantal di kamar Winwin, dia begitu takjub melihat isi kamar Wiwnin,dia juga gak nyangka laki-laki itu menyimpan gitar disana.

Kembalinya, Rose mengangkat kepala Winwin pelan dan ia menaruh bantalnya di bawah kepala Winwin serta menyelimuti seluruh tubuh Winwin.

"Lain kali kalau ada masalah jangan mabuk." Kata Rose sambil mengelapi wajah Winwin yang berkeringat.

🎤🎤

Winwin membuka matanya perlahan, dirinya memegangi kepala yang rasanya berputar-putar. Ia menyadarkan diri kalau disekelilingnya itu ruang tamu bukan kamar tidurnya.


Dia lupa juga semalam abis ngapain, yang Winwin ingat hanyalah ia pergi mengikuti Rose untuk menjaganya dari jauh lalu ia pergi ke bar sampai malam dan Winwin gak tau ngapain disana, ia lupa.

Ceklek

Keluarlah Rose dari kamar tidur berjalan ke dapur sambil menguncir rambutnya menjadi kuncir ekor kuda walaupun sedikit berantakkan tapi menurut Winwin itu lucu, ditambah wajah bangun tidur seorang member Blackpink tersebut.

"Sudah bangun?"

Winwin gak tau Rose ngapain didapur, tangannya sibuk mengaduk sesuatu di gelas kaca. Sampai Rose berjalan ke arahnya memberikan Teh hangat untuk dirinya.

"Untukmu."

"Terima kasih."

"Ya."

Rose tetap duduk didepan Winwin. Namun Winwin sadar kalau mata Rose membengkak, "matamu kenapa? Dan semalam kau pulang jam berapa?"

Rose memutar bola matanya malas, dia hanya menjawab "aku pulang sebelum jam tujuh memangnya kau sampai jam 12 lewat belum balik?"

Winwin menunduk dan ia mengangguk me gakui kesalahannya, "maaf.."

Rose membuang nafasnya, "lain kali kalau ada masalah, lampiasinnya jangan ke alkohol, apalagi kau malam-malam menyetir untung tidak apa-apa Win," ucap Rose sebagai peringatan ke Winwin.

"Iya maaf."

"Bahaya."

"Iya maaf, Rose-ssi."

"Ya sudah, aku lagi masak bubur, makan ya?" Tawar Rose,belum sempat Winwin jawab Rose sudah berjalan pergi dari hadapannya dan lanjut memasak bubur.

Winwi berdiri dan ikut menghampiri Rose di dapur walaupun dirinya masih merasakan pusing yang luar biasa.

"Kau mau apa? Duduk saja." Suruh Rose.

Winwin menggeleng, "aku ingin melihatmu masak saja, sekalian melihat resep bubur buatanmu."

Rose terkekeh, "okay, perhatikan baik-baik mr Dong," kata Rose dan Winwin masih setia berdiri disebelahnya yang sedang memasak bubur itu.

Winwin melihat Rose memasukan bumbu ke dalam bubur yang dapat dipastikan Winwin gak tau apa itu. Sejujurnya alasan Winwin sih mau melihat resepnya itu hanya kebohongan yang aslinya sih dia mau melihat Rose memasak.

"ambilkan sendok."

"Makasih Winwin-ah," ucap Rose setelah mengambil sendok itu dari tangan Winwin.

Rose mencicipi rasa bubur itu, "enak?" Tanya Winwin mengangkat satu alisnya.

Rose mengangkat bahunya, "kau coba deh." Kata Rose menyendok bubur yang terdapat di panci. Ia meniup sesendok bubur itu biar gak terlalu panas.

"Coba?"

Rose mengangguk, "buka mulutmu." Rose menyuapi Winwin sesendok bubur akhirnya, meski lelaki itu harus melewati masa jantungnya ngedance alias berdetak.

"Enak gak?" Tanya Rose khawatir dan takut, takut gak enak gitu.

Dia masih menunggu hasil dari Winwin dan mengangguk, "enak kok." Balas Winwin.

"YESS!!!"

Tak sadar Winwin tersenyum tipis melihat gadis didepannya ini dan juga mereka tak sadar kalau tadi mereka mencoba buburnya satu sendok, yang artinya???

Tau lah pasti,hehe.

Momment Winrosenya udah dimulai dari chapter ini yey wkwkw

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Momment Winrosenya udah dimulai dari chapter ini yey wkwkw

Jangan lupa vommentnya guys,terima kasih banyakk💚

Fake Dating✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang