chapter 21 : confess

7.2K 928 137
                                        

Happy reading

Didalam perjalanan, muka Winwin terlihat tak enak di lihat alias dia lagi marah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Didalam perjalanan, muka Winwin terlihat tak enak di lihat alias dia lagi marah. Rose sendiri juga tidak tahu mengapa dan apa alasannya  dia juga bingung kenapa Winwin tiba-tiba menyeretnya padahal lagi seru-seruan dengan temannya.

Sampainya di apartemen, Winwin berjalan lebih dulu dibanding Rose yang masih menenteng tasnya dibelakang. Dibukanya pintu unit mereka, tanpa banyak bicara Winwin melepas jaketnya lalu menggantungkan di gantungan khusus jaket gitu dan pergi ke kamarnya.

"Kenapa dia?"gumam Rose. Rose malas mengurusi sikap Winwin, dia juga melakukan hal yang sama.

Rose pergi ke kamarnya dan membersihkan dirinya, rencananya seru bersama temannya sudah digagalkan oleh Winwin.

🎤🎤

Malam hari sekitar jam 8, Rose dari tadi sudah di ruang tamu selain menonton TV ia juga bermain dengan Hank.

Rose melirik kamar Winwin yang masih tertutup rapat,ntah mengapa. Dari sampai di apartemen tadi Winwin belum keluar kamar sama sekali.

"Hank, Winwin kira-kira kenapa ya?" Tanya Rose kepada anjing peliharaannya itu.

Hank memiringkan kepalanya, "dia tidak jelas, tiba-tiba marah-marah sendiri."

Hank mengonggong, berasa bisa baca pikiran Hank, Rose berkata "oh gitu ya?yaudah mommy nanti coba." Kata Rose tersenyum manis dan mencium pucuk kepala Hank.

Ceklek

Rose langsung melirik Winwin yang berkaos putih serta celana pendek basket yang selalu ia pakai. Dimata Rose itu cool plus tampan.

Ia membuka pintu apartemennya dan menerima pesanan makan online, dia bawa ke dapur dan membuka makanannya.

Tanpa pikir panjang Rose langsung menghampiri Winwin untuk bertanya kenapa dia tadi di resto, "Winwin."

Dia tidak membalas.

"Winwin, kau kenapa sih?"

"Aneh, tadi kau mengapa menyeretku keluar coba? Kan masih jam siang, belum sore."

"Winwin, aku berbicara padamu."

"Kalau orang berbicara ditatap orangnya."

"Bisa diam tidak?" Ucap Winwin dengan deep voicenya sambil memakan pizza yang ia pesan.

"Tidak, kau belum menjawabku."

"Alasanmu menyeretku apa?"

"Winwin."

"YA! DONG SICHENG!"

Fake Dating✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang