Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dua minggu setelah kejadian itu mereka makin lengket alias makin dekat, "winwin ah, makan malam duluuu!!!" Teriak Rose memenuhi ruang makan di apartemen.
Winwin yang baru saja keluar selesai membersihkan dirinya langsung duduk dihadapan Rose yang menyediakan beragam jenis makanan. "Wow, enak nih."
"Thanks."
Winwin tersenyum tipis, dia senang hidup berdua dengan gadis bermarga park ini tapi dia masih sering mengunjungi dormnya kok, tenang saja.
Ia mulai mencoba makanan buatan si Rose, "enak gak?"
Winwin menggeleng membuat Rose kaget melotot. "Serius?! Padahal aku membuatnya serius sekali, yaudah deh mau dimasakin apa?" Tanya Rose khawatir, masalahnya dia udah percaya diri sama makanan yang dia masak.
Benarkah perkataannya membuat Rose takut begini? Winwin menggeleng keras, "tidak Rose, aku cuman bercanda."
Rose memukul bahu Winwin,"kau tahu? bercandamu tidak lucu!"
Winwin terkekeh melihat tingkah Rose, "Maaf."
"Hm."
Sekarang mereka makan dalam keheningan, sampai
Ting
Ting
Ting
"Iyaaa!" Seru Rose agak kesal karena orang itu tidak sabaran.
"Palingan lucas, dia mau kesini mengantarkan sesuatu padaku."
Rose mengangguk, "yasudah biar aku yang buka saja."
Rose berjalan ke arah pintu utama apartemen dan waktu dia buka pintunya betapa kagetnya Rose.
"AKHHHH!!!!!" Jeritnya ketakutan mendudukkan dirinya di lantai dan menjauh dari kotak itu panik.
Winwin yang lagi santai makan langsung berlari ke arah Rose, "kenapa?"
Rose menjerit menangis ketakutan, sebelumnya Winwin tak melihat Rose se-ketakutan itu, dia menarik Rose ke dalam pelukannya dan Winwin mengelus kepala Rose untuk menenangkannya, "stt jangan dilihat ya"
Masih ada isakan yang Winwin dengar dan itu menyakiti hatinya.
Untuk siapapun yang datang ke apartemennya memberikan kiriman menjijikan itu, Winwin tidak tinggal diam. Yang dikirimi itu bangkai tikus yang masih segar ada darahnya mengalir.
🎤🎤
Rose sudah tidak ada lagi mood untuk makan, terpaksa makan malam mereka batal karena orang yang mengirimi hadiah mengerikan itu, lagi pula siapa yang mood makan habis melihat pemandangan mengerikam seperti tadi?
"aku mau ke kamar saja." Kata Rose setelah melihat Winwin baru kembali setelah membersihkan hal tadi.
"Oke, tidur y-"
"Temani aku."
Deg
Sempat-sempatnya jantung Winwin berdegup kencang, lalu ia mengangguk mengekori Rose yang berjalan duluan ke kamarnya.
Sampai dia masuk ke kamar benuansa pink putih itu, Rose langsung menyelimuti dirinya memakai selimut. Winwin hanya berdiri disebelah kasurnya.
"Sini." Rose menepuk kasur disebelahnya.
Winwin menyerngit tak mengerti.
"Kau tidur sini, lagi pula aku percaya kau orang baik dan tidak aneh-aneh." Ucap Rose tersenyum masih dengan air mata yang berlinang.
Lagi-lagi Winwin menuruti perintah Rose, dia tiduran disebelah Rose dan menyelimuti dirinya dengan selimut pink itu. "Aku menemani mu tapi kau tidur, Rose."
"A-aku tidak bisa, aku takut kau pindah tempat."
Winwin menggeleng, "enggak."
Rose tersenyum, dia mendekat ke arah Winwin lalu berbalik dan menarik tangan Winwin untuk melingkar di pinggangnya.
Winwin shock,kaget,jantungnya mau jatoh,dan lepas ya gimana enggak? Ini Rose sendiri yang ngelakuin. Ia tersenyum lalu mengeratkan pelukannya di pinggang Rose.
Rose merasakan wajah Winwin dekat dengan kepala belakangnya, nafasnya terasa sekali, mampu membuat Rose merinding.
"Winwin ah." Panggil Rose.
"Ya?"
"Jangan beritahu siapa-siapa dulu ya? Just you and me."
Dapat Rose rasakan Winwin mengangguk, "okay good night." Ucap Rose.
"Good night"
Dan mereka pun masuk ke alam mimpi masing-masing.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.