chapter 9 : peraturan

7.6K 956 80
                                        

Happy reading

Rose membuka matanya perlahan, ia melihat jam dinding ternyata sudah siang sekitar pukul 10

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rose membuka matanya perlahan, ia melihat jam dinding ternyata sudah siang sekitar pukul 10. Dirinya mengabiskan waktu kemarin bersama Winwin, jangan lupa dengan menghabiskan waktu bersama untuk menonton Netflix sampai malam.

Rose berjalan pelan,membuka pintu kamarnya. Ia hanya ingin minum, karena tenggorokkannya kering sekali.

Namun, nyatanya ia melihat Winwin yang sedang duduk di kursi bar sambil mengemil roti dan susu putih. "Baru bangun kau? Karena kemarin ya jadi bangun agak siangan?"

Rose tersenyum dan mengangguk tanpa melihat ke Winwin, nyawanya masih setengah, dia mengambil gelas lalu menuangkan air putih disana.

"Mau roti tidak? Sebelum habis," tawar Winwin.

Rose melihat roti disebelah Winwin yang tinggal 2 lapis itu pun langsung mengangguk seketika nyawanya sudah full. Rose mengambil roti itu, lalu ia olesi dengan selai yang berada didepan Winwin.

Keadaan cukup canggung, padahal kemarin seru-seruan sampai lupa waktu, sekarang? Boro-boro mengobrol saja tidak.

Selama mereka memakan roti, tiba-tiba ponsel milik Winwin berbunyi,Winwin segera membuka ponselnya karena disitu tertera nama managernya sedang menelfon.

"Yeoboseyo?"

Rose melihat Winwin, ia seperti sedang berbicara serius.

"Bersama Rose?"

Rose penasaran,mengapa bawa-bawa namanya?

"Baiklah aku mengerti."

Sambungan terputus karena Winwin duluan yang memutuskan sambungan itu, "bersiaplah, kita akan segera ke YG karena Yang Hyunsuk sajangnim memanggil kita lagi."

🎤🎤

Mereka sedang berada di mobil mau memasuki kawasan YG building, Rose melihat sekitarnya banyak sekali wartawan dan juga sasaeng.

Astaga mereka tak bosan apa?!

Rose meneguk ludahnya, apalagi kalau dirinya nanti disakiti sasaeng Winwin. "Pak tidak bisakah kita turun ditempat lain?" Tanya Winwin yang melihat keramaian ini.

Pak supir itu menggeleng, "tidak bisa, semua jalan di penuhi oleh mereka."

Winwin mendengus kesal, apa lagi sih mau mereka!? .

Rose diisyaratkan Winwin untuk turun terlebih dahulu, biar Winwin dibelakangnya. Rose saat turun pun terhuyung-huyung alias terdorong kesana kemari akibat rusuh ini.

Ia sampai memeluk tasnya sendiri saking takutnya, untungnya bodyguard mereka ketat sekali jadi bisa untuk menahan orang-orang ini.

Saat Rose berjalan seorang sasaeng Winwin rela merangkak dari bawah seperti bayi untuk mendekat ke mereka berdua. Ia mendorong Rose keras sehingga terjatuh dan keseleo.

"Akh!"

Body guard itu langsung menarik kasar gadis yang membuat kaki Rose luka,begitu juga Winwin yang langsung berjongkok dihadapan Rose. "Bisa jalan?"tanya Winwin.

Rose menggeleng mau mengeluarkan air matanya meringis kesakitan, Winwin membuang nafasnya dan tiba-tiba kedua tangan Winwin mengangkat tubuh Rose ala bridal style.

Untung badan Rose enteng,gak berat.

"Pegangan."

Rose mengeratkan pegangannya di leher Winwin, jantungnya berasa lari-lari melihat tingkah Winwin saat ini.

Pastinya, para wartawan dan kameramen disekitarnya terkejut melihat perlakuan Winwin itu.

🎤🎤

Sampainya di lantai ruangan YG mereka duduk menghadap Yang Hyunsuk. "Kaki mu tidak apa apa Rose?"

Rose mengangguk, "tidak apa-apa sajangnim,mungkin besok bakal sembuh."

Yang Hyunsuk mengangguk, dia memanggil salah satu staffnya membisikkan sesuatu dan menunjuk-nunjuk kaki Rose yang memerah sepertinya menyuruh salah satu staff untuk mencari tahu orang yang bisa membuat Rose seperti ini. "Baiklah, kedatangan kalian disini. Saya cuman ingin memberi kamu ini," kata YG lalu menyondorkan kertas dengan tinta hitam disana.

Peraturan selama 6 bulan

- terlihatlah seperti pacaran di publik. Jika ingin melakukan yang berhubung media sosial boleh-boleh saja asal tidak berlebihan.
- jangan memberi tahu siapa-siapa tentang hal ini ke non idol kpop.
- jangan jatuh cinta satu sama lain.

Mereka berdua saling tatap saat melihat peraturan itu, "saya jelaskan, kalian harus terlihat pacaran didepan publik agar menguatkan kalau kalian pacaran beneran dan disitu tertera kalian sangat boleh melakukan posting di media sosial, yang kedua jangan beritahu siapa siapa ke non idol kpop contoh seperti teman semasa sekolahmu atau bahkan temanmu yang non idol-" Yang Hyunsuk menggantung perkataannya.

"Yang terakhir paling penting, saya minta dan saya mohon kalian berdua untuk tidak jatuh cinta satu sama lain selama 6 bulan kedepan, kalian tau kan kalau kalian berdua itu idola besar?"

Mereka berdua mengangguk mengerti.

"Hanya itu saja, semoga kalian mengerti dan bisa bekerja sama dalam hal ini."

Winwin dan Rose melihat 3 peraturan biasa dari Yang Hyunsuk itu mengangguk. "Kami mengerti sajangnim." Kata keduanya sambil membungkuk hormat.

"Ini peraturan saya yang buat sendiri, Lee Sooman tidak ikut. Jadi saya minta, untuk kalian berdua setelah 6 bulan ini tidak ada apa-apa alias semuanya sudah selesai ya?" Tambahnya.

Lagi-lagi Rose dan Winwin mengangguk patuh.

Sepertinya YG memang tidak mau Rose berpacaran dulu batin Winwin. Sempat-sempatnya mereka berbincang-bincang sampai mereka berdua keluar dari kantor Yang Hyunsuk.

"Aku ingin cepat selesai, agar tugasku dan kau tidak terhalang seperti ini." Ucap Rose tersenyum ke arah Winwin, "ya tidak? Jadiii kau bebas." Lanjut Rose menyatukan tangannya dan bertepuk tangan kecil.

Sungguh, Rose ingin sekali semua ini cepat berakhir. Tapi,

Tidak denganku Rose-ssi.

Jangan lupa vommentnya yaa, terima kasih banyakk💚💚

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa vommentnya yaa, terima kasih banyakk💚💚

Fake Dating✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang