Disaranin pake soundnya mission impossible wkwkwk, soalnya ada kejar2an disini biar kek ada backsound gitu
Biar ga emosi2 amat ya kan.
Happy reading
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jam 12 malam, Rose masih terjaga. Ia menulis sesuatu di sticky notenya dan berencana menempel di meja makan yang biasanya untuk mereka makan bersama.
Ia memandang koper yang sudah dipenuhi bajunya, termasuk Hank yang sudah ia masukan ke kandangnya. "Hank jangan berisik ya? Nanti dia bangun"gumam Rose melihat Hank yang sudah tidur.
Rose membuka pintunya perlahan dan ia melihat Winwin yang tertidur di sofa ruang tamu. Ia perlahan menempelkan sticky note disana, tapi ntah kenapa kaki Rose berjalan menghampiri Winwin yang tertidur di sofa.
Tangan Rose bergerak mengelus rambut Winwin, "kamu lucu, jangan lupa makan yang bener ya, aku akan segera mutusin kontrak pacaran kita dan hubungan kita juga" lirih Rose tak terasa air matanya jatuh.
Wajah Rose mendekat dan mencium kening itu.
Setelah itu Rose berjalan perlahan menuju pintu keluar, tapi mungkin ini bukan rezeki Rose untuk kabur secara diam-diam karena,
Brak
Tak sengaja Rose menendang sesuatu hingga menimbulkan bunyi keras seperti itu. Pria yang dihindari Rose pun juga terbangun dan menatap Rose dengan mata berkaca-kacanya.
"Rosie!"
Gadis park itu dengan cepat berlari menuju keluar gedung apartemen untungnya dirinya sudah menggunakan sepatu,masker,dan penyamaran lainnya. Pintu lift terbuka buru-buru Rose masuk ke dalam lift itu, Winwin dibelakangnya masih setia mengejar Rose.
Sampai di lobby pun, Rose berlari menuju taksi yang ia pesan. Wajahnya menoleh kebelakang masih ada Winwin yang mengejarnya tetapi muncul menggunakan lift lain.
"Chaeyoung!"
Dirinya dan Hank memasuki taksi dan buru-buru untuk segera pergi ke tempat tujuan, "YG Entertainment building pak" kata Rose.
Pak supir mengangguk, Winwin mencoba membuka pintu taksi Rose seperti di film-film Korea yang biasanya Rose tonton. Rose memejamkan matanya, kekasihnya itu terus memanggil namanya dan menyuruhnya turun yang mampu membuat dirinya tak bisa meninggalkan Winwin sendirian.
"Rose, turun!"
"Dengerin aku!"
"Chaeyoung"
"Rosie"panggil Winwin lirih di luar sana.
"Misi? Nyonya? Apakah kita harus jalan?"
Rose menoleh ke arah Winwin sebentar lalu membuang mukanya lagi, "iya, aku tak kenal dia siapa"
🎤🎤
Winwin balik ke unit mereka berdua dengan wajah lesu, apalagi sekarang sepi.