Setelah acara penukaran cincin, dan juga makan malam keluarga berlalu akhirnya kami kembali ke rumah.
Sedari beberapa menit yang lalu orangtuaku dan orangtua Jimin telah kembali terlebih dahulu, dan sekarang tinggalah aku dan juga Jimin yang sedang berada di mobil menuju jalan kerumahku.
Selama perjalanan tanganku tak lepas dari genggaman Jimin, hingga sejujurnya telapak tanganku sudah berkeringat.
Jimin selalu saja mengelus lembut tanganku dan juga cincin yang tadi dia kenakan kepadaku dan sesekali dia mengecup singkat tanganku. Hal itu mampu membuat pipiku memerah tak henti-hentinya.
Tinggal 1 belokan lagi kami akan sampai di kompleks perumahanku.
"Emm kemana?" Tanyaku bingung, mobil yang seharusnya berbelok ke arah kiri, tetapi Jimin memilih jalan terus
"Ke suatu tempat" jawabnya tanpa menatapku
"Ia kemana? Ini sudah pukul 10 Jim"
"Aku sudah izin tadi ke orangtua mu sayang"
"Mau kemana memangnya?"
"Nanti saja baru kamu lihat"
Setelah beberapa menit kami habiskan di perjalan, sekarang mobil Jimjn berhenti di salah satu tempat parkir mobil.
"Ayo" Jimin mengulurkan tangan kanannya kearahku untuk aku genggam
Setelah aku lihat-lihat, ini adalah tempat pelabuhan untuk kapal-kapal pesiar
"Untuk apa kami disini?" Tanyaku bingung
"Sudah nanti saja baru kamu tau"
Kami berjalan ke salah satu kapal pesiar, terdapat dua orang yang sedang berdiri menunggu kedatangan kami
"Semuanya sudah siap tuan" ucap salah satu pria kepada Jimin, Jimin hanya mengangguk paham saja
"Ayo" ucapnya sambil membelai lembut tanganku
Sesampainya kami di lantai atas kapal, terdapat dua kirsi dan satu meja makan, bukan cuma itu, terdapat juga satu botol anggur dan dua gelas, dan juga beberapa lilin beraromakan bunga mawar tak lupa juga bunga mawar berwarna putih yang berada di dalam vas bunga.
Sontak aku menatap Jimin yang sedang tersenyum kearahku
"Jim??"
Dan dia hanya tersenyum lembut kepadaku
"Selamat menikmati malam anda tuan??" Ucap salah satu pelayan
Setelah pelayan itu mempersilahkan kami berdua, langsung saja kami duduk di kursi kami
"Bagaiman?" Tanya Jimin
"Apanya yang bagaiman?"
"Suasananya sayang?" Jimin tersenyum dan mengenggam kedua tanganku
Wajahnya tak lepas dari senyuman yang sedari tadi menghiasinya
"Kau tak pernah bosan membuatku selalu takjub dengan apa yang selaku kau berikan"
Jimin tersenyum lagi
"Permisi" seorang pelayan datang dan membawakan beberapa dessert kepada kami "silahkan di nikmati"
"Terimakasih" ucapku dan Jimin
"Indah semuanya indah" ucapku tak lepas-lepasnya aku melihat suasana malam, suara benturan ombak dan juga angin malam, nampak pula terangnya lampu kota yang masi tertampak jelas dari atas kapal ini
"Apakah kau bahagia malam ini?" Tanya Jimin
"Sangat" ucapku dan tersenyum kearah Jimin
"Makasih sayang" ucapku
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny??
Teen FictionAku harus mencari kekasih masa kecilku. Tetapi aku telah jatuh cinta kepada dia. Di lain sisi orangtuaku menjodohkanku Aku harus bagaimana (jirose)
