Harapan

773 72 1
                                        

Pada suatu saat ayahku memiliki pekerjaan di kota, dan mengharuskan aku dan ibuku juga akan pergi kesana, aku begitu bahagia, karna itu artinya harapanku untuk bertemu dengan kekasih Masa kecilku akan segera terkabul. Tetapi dilain sisi aku merasa sedih, jika nanti ketika aku pergi dari rumahku ini cimy datang menemui ku dan mendapati bahwa aku tidak berada disini lagi.

Maka ketika aku akan pergi aku meninggalkan sebuah surat yang aku letakkan di bawa keset kaki, aku berharap ketika cimy datang menemuiku dia dapat melihat surat ini.

Ketika aku sampai di seoul aku sangat terkejut dikarenakan seoul begitu luas, sepertinya aku akan kesulitan untuk mencari cimy di kota yg seluas ini, aku tak punya petunjuk dimana cimy tinggal, dia bersekolah di mana, hal itu yang membuatku semakin sulit untuk menemukannya.

Hari ini hari pertama aku memasuki sekolah yang baru, apakah aku bisa beradaptasi dengan orang yang berada di sekolah baru ku??

Sekarang aku sedang mengayunkan kakiku menuju kelas baruku, dapat kulihat sekolah ini begitu besar, sekolah ini termaksut dalam skolah favorit di seoul.

Dari luar kelas aku bisa mendengar dengan jelas kebisingan di dalam kelas yang akan aku masuk ini, didepanku terdapat seorang guru yang merupakan walikelasku.

Aku berhenti di depan pintu kelas dan membiarkan walikelasku masuk terlebih dahulu.

Ketika beliau mempersilahkan aku untuk masuk ke dalam kelas tersebut. Kelas yang tadinya sangat bising itu seketika berubah menjadi tenang tak terdengar suara sedikitpun, membuatku seketika yang tadinya tenang menjadi gugup kembali.

Sekarang aku sudah berdiri didepan kelas untuk memperkenalkan diriku
" perkenalkan nama saya Roseanne Park saya harap kita bisa berteman"
aku begitu gugup dan hanya kata-kata itu yang mampu lolos dari dalm mulutku, bagaimana tidak gugup semua siswa dan siswi di dalam kelas ini menatapku.
"baik rose silahkan kamu duduk di kursi yang kosong itu yah". Ucap guru itu sambil menunjukan tangannya ke arah tempat duduk yang kosong. Aku berjalan kearah kursi kosong itu dengan hati-hati.

"hay namaku Lee Airee panggil saja aku aire"
seorang wanita yang begitu manis yang semeja denganku menatapku sambil menyodorkan tangannya kearahku.
"hai aku Kim sera panggil saja sera" seorang wanita yang duduk di depan tempat dudukku berbalik badan untuk menyapaku.

Syukurlah aku bisa mendapat teman-teman baru yang begitu baik yang tadinya hatiku takaruan karna memikirkan hal-hal yang aneh mulai meredam.

Bel istirahat pertama telah berbunyi.
"ayo kita ke kantin" ajak Airee.
"emem kita keliling sekolah ini yah biar kamu tidak kebingungan sekolah ini kan sangat besar kayaknya perlu waktu 2 sampai 3 hari baru bisa kamu mangingat tempat-tempat di sini" ucap Sera.
Aku mengiakan ajakan kedua teman Baruku ini.
"kita ke kantin dulu mengisi tenaga kita dulu baru berkeliling didalam sekolah yang besar ini" sambung Airee.
Kami bertiga berjalan menuju kantin.
"kantin disekolah ini ada 2 tempat ada juga di lantai 3" sambar Airee
Aku hanya mengangguk paham perkataan Airee.

Seperti janji kedua temanku ini mereka mangajakku berkeliling didalam sekolah ini, kami berkeliling ketika jam pulang sekolah dikarenakan waktu istirahat yang begitu singkat.

Kami baru sempat berkeliling di ruang yang memang perlu di kunjungi saja seperti uks, ruang guru, perpustakaan, tempat renang dan tempat olahraga yang lainnya.

Aku sudah bersekolah disekolah ini selama  satu semester, tentunya aku sudah dapat beradaptasi dengan baik bahkan aku sudah terbiasa berjalan sendiri. Dan Sebentar lagi akan ada ujian kenaikan kelas.

Saat ini aku sedang duduk bersama ke2 sahabatku yah tentu saja Airee dan Sera kami bertiga sedang duduk dibawa kursi ditaman sekolah.
" rose kau berkata kau pindahan dari mana yah waktu itu??" tanya Sera
" aku pindah dari Busan"
" ahhh kau dari situ rupanya, apakah disana banyak tempat yang bagus untuk dikunjungi?? " tanya Airee
" yah begitulah, banyak sekali tempat yang indah di sana" sambungku
"wah kapan-kapan kita harus toor kesana deh" ucap Airee lagi.

Sekarang sudah waktunya kami pulang sekolah, tetapi aku ingin ke perpustakaan terlebih dahulu, aku ingin meminjam beberapa buku dari sana. Dikarenakan sebentarlagi akan ujian kenaikan kelas tentunya mengharuskanku untuk belajar lebih lagi. Aku pergi ke perpustakaan sendiri karena yah tentu saja aku sudah mengetahui beberapa tempat disini.

Ketika aku sedang berjalan menuruni tangga dari lantai 2 ke lantai 1 tak sengaja aku menabrak seseorang dan bukuku langsung jatuh begitu saja.
"ah maaf aku yang salah aku terlalu terburu-buru" kata pria itu.
Dan dia membantuku mengambil bukuku yang terjatuh terlepas dari tanganku ketika ditabrak olehnya.
"terimakasih" kataku.
Dan pria itu setelah memungut buku-buku ku dia lanjut berlari menaiki tangga hingga punggungnya menghilang dari hadapanku.

Ujian kenaikan kelas telah berlalu, masa-masa sibuk belajarpun telah dilewatkan.

Sebelum kita akan libur, sekolah ini sedang melaksanakan perayaan. Tentusaja hari ini begitu ramai, ada banyak sekali lomba dan acara yang diadakan.

Saat ini aku dan kedua sahabatku sedang berada di lapangan basket sekolah, kami akan menonton pertandingan basket.

" Namanya Park jimin, dia ketua basket di sekolah kita, dan begitu populer di kalangan wanita-wanita di sekolah kita maupun di luar sekolah tentunya" perkataan sera mengagetkanku
" A ah" dengan kaget dan gugup aku berkata.
Yang membuatku menatap pria itu karena dia adalah pria yang hari itu tak sengaja menabrakku di tangga hari itu.
Ah jadi pria itu bernama Park Jimin, sekilas ketika ku melihat wajahnya seperti seseorang yang aku kenal.

Pada saat ini aku dan kedua sahabatku sedang berada di kantin.

"aah gerahnya, kenapa hari ini panas sekali" kataku
" ini ikat rambut, ikatlah rambutmu itu jika kau merasa panas" sambar Airee sambil memberikanku karet gelang miklliknya
" ah makasih" ucapku.
Lngsungsaja aku mengikat rambutku tentunya
" wah rose aku tak pernah melihat kamu mengikat rambut selama ini, kau cantik sekali" ucap Sera sambil tersenyum
" wah benarkah?? Makasih" aku tersenyum kearah kedua sahabatku.
" tunggu sebentar, ini apa?? Sepertinya bekas luka" ucap Airee
"oh ini" aku menyentuh samping kiri leherku "ia dulu ada sedikit kecelakaan ketika aku di bangku TK dulu, hingga mengakibatkan luka dan inilah bekas lukanya" sambungku.
"hah sebentar lagi akan libur kenaikan kelas yah" ucap Sera.
"yah aku akan pergi berlibur ke rumah neneku" ucap Airee sambil tersenyum bahagia.
"kau akan ke mana??" tanya Airee kepadaku
"aku?? Aku di rumah saja"

Banyak hal yang kami bertiga bincangkan bersama. Waktu sudah menunjukan untuk pulang sekolah, saat ini aku dan kedua sahabatku sedang berada di tempat halte bus untuk kembali ke rumah kami masing-masing.

Waktu liburan telah ku lewati dengan di rumah saja tanpa bepergian ke tempat liburan, membosankan yah tentu saja, tetapi itulah kenyataannya. Aku tak seperti anak sekolah pada umumnya yang ketika waktu berlibur digunakan untuk berjalan-jalan.

Sebentar lagi akan kemabi ke kesibukan sekolah lagi tentunya, masuk ke kelas yang baru lagi. Tetapi nampaknya aku tak akan bersekolah disekolah ini sampai hari kelulusan nanti, dikarenakan ayahku akan pindah lagi, tetapi kali ini ayahku dipindahkan ke luarnegri.

 Tetapi nampaknya aku tak akan bersekolah disekolah ini sampai hari kelulusan nanti, dikarenakan ayahku akan pindah lagi, tetapi kali ini ayahku dipindahkan ke luarnegri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bagaimana dengan cerita kali ini??
Emmm ceritanya masih panjang sih.
Semoga kalian jangan cepat bosan dengan cerita yang aku buat ini yah ❤️

Jangan lupa vote dan komentarnya yah

Destiny?? Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang