Author POV
***
Melihat adegan jambak-menjambak antara dua cewek yang sedang kalap, dilengkapi oleh satu orang cewek lain di tengah mereka yang sedang berusaha meleraikan perkelahian itu sontak sangat menarik perhatian Abi yang baru saja keluar dari kelasnya.
"ABI!! GARA-GARA LO NIH TEMEN GUE BAKU HANTAM!!"
Setelah memahami situasi dan mengetahui bahwa ada Ava di tengah keributan itu, dengan tas ransel berwarna abu-abu yang memenuhi punggungnya dan tas gitar yang menggantung di salah satu bahunya, Abi sontak mempercepat langkahnya menuju ke tempat kejadian perkara.
"Ada apaan nih?!" tanya Abi sesaat setelah dirinya sampai di tengah keributan itu.
Alin yang masih terombang-ambing kesana dan kesini tak bisa menahan kekesalannya kepada Abi karena masih sempat-sempatnya bertanya pada situasi seperti ini. "Buta lo mata lo?! Ga liat orang lagi berantem?! Bantuin dulu woy! Pisahin! Ntar Kepsek liat gempar!"
Sementara Ava dan Soraya yang masih saling menjambak, juga Alin yang berada di tengah kedua sahabatnya, Abi malah masih terdiam di tempat. Sungguh, dia tak tau apa yang harus dilakukannya.
"WOY SI FUCKBOY ABI! NGEHALU LO?! BENGONG LAGI! BANTUIN, NYET!" teriak Alin yang sudah gemas dengan tingkah planga-plongo Abi.
Merasa didesak untuk berbuat sesuatu, akhirnya tanpa berpikir panjang Abi memutuskan untuk mengangkat tubuh Ava ala fireman's carry sehingga membuat batang tubuh Ava menggantung di leher Abi, dan kedua kakinya di sisi kanan tubuh cowok itu. Seketika seisi dunia serasa terbalik bagi Ava, karena dimatanya saat ini lantai berada di posisi atas.
Apa yang dilakukan Abi barusan sukses membuat kedua cewek yang sebelumnya sedang kalap itu terdiam dan berhenti bertengkar. Baik Soraya dan Alin masih terdiam di tempat. Memandang Abi yang menggendong tubuh Ava dan berjalan menjauh meninggalkan mereka.
Begitu juga Ava, dengan rambut yang super acak-acakan Ava bahkan terlalu terkejut untuk memberontak. Aliran darahnya seketika turun ke kepalanya, membuat wajahnya memerah dan rasa pusing tiba-tiba menjalar ke kepalanya.
Sebelumnya dia belum tahu betul siapa yang tengah menggendongnya saat ini. Tapi saat aroma tubuh yang sangat familiar untuknya ini memasuki indra penciumannya, ditambah lagi matanya menemukan tas gitar yang menggantung di bahu lain sisinya. Membuat Ava cukup yakin bahwa cowok ini adalah Abi.
Dan disitulah Ava baru memahami apa yang sedang terjadi. Sontak, Ava menggerakkan kedua kakinya dan memberontak meminta turun.
Pergerakan Ava yang tiba-tiba tentu saja mengejutkan Abi dan membuat cowok itu melepas tangannya sehingga menyebabkan gadis itu merosot ke bawah dan cowok itu kehilangan keseimbangannya. Akhirnya keduanya jatuh tersungkur di atas lantai dengan posisi Ava yang tengkurap dan Abi yang telentang.
Posisi keduanya sudah cukup jauh dari tempat Soraya dan Alin berada tadi. Sehingga tak ada yang melihat pemandangan mengenaskan ini.
"Abi lo bosen hidup ya?!" teriak Ava dengan posisi masih tengkurap.
Baru saja Abi ingin menanyakan keadaan Ava, tapi sepertinya setelah apa yang gadis itu katakan barusan, dia sudah bisa menyimpulkan jawaban dari pertanyaannya.
"Siapa suruh lo ga bisa diem? Kalo lo anteng kan gue bisa gendong lo sampe ke parkiran," ucap Abi yang juga masih belum beranjak dari tempatnya.
Ava menoleh ke arah Abi yang berada tepat di sebelahnya"Enak di lo ya? Ngambil kesempatan dalam kesempitan lagi!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Prank Calls
Fiksi RemajaIni adalah kisah dari dua selebriti BK yang dipertemukan secara tidak sengaja akibat sebuah Prank Calls yang salah sasaran. Avasha Qytara Mahveen, cewek bobrok binti galak yang paling anti dengan manusia bernama Abi. Dan Abinaya Aharon Shuwn, cowok...
