FTF - Eight

1.1K 217 17
                                        

Happy Reading
.
.
.

















_

Sekolah hari ini seperti biasanya. Tidak ada yang berubah, kecuali anak tingkat akhir yang beberapa bulan lagi akan segera lulus. Sederet kegiatan belajar ditambah. Mempersiapan ujian masuk universitas terbaik.

Jisoo dan Jasmine sedang berdiri dikoridor dekat jendela yang langsung menghadap lapangan, sebuah kertas berada ditangan Jasmine

"Tidak. Sama sekali tidak ada, memangnya kenapa?". Jasmine menoleh penasaran namun sesekali terlihat meringis kala Jisoo nampak menahan sakit dibibirnya

Jasmine ingat jika semalam Jisoo berniat menjemputnya untuk datang ke pesta perayaan, tapi hingga sekian lama Jisoo tidak datang juga dan pagi-pagi tadi Jasmine cukup terkejut dengan luka lebam dan luka kecil disudut bibir Jisoo. Jisoo hanya bilang jika semalam dia berkelahi dengan orang gila.

Jasmine mengangkat tangannya menyentuh penuh hati-hati sudut bibir Jisoo. Jasmine kembali meringis ngilu melihat kernyitan samar dikening Jisoo yang menahan rasa perihnya.

"Akh sakit bodoh". Jisoo memekik dengan mata membesar

"Aku mabuk dan sepertinya aku hampir mengatakan semuanya pada Jennie".

"Semalam Daddy bersama Mommy?". Jasmine beralih menatap Jisoo, ada sedikit keterkejutan didalam air muka Jasmine. Semalam Jisoo berduaan dengan Jennie?

"Apa kau benar-benar anakku, Jennie hampir tidur dengan Kekasihnya sihitam itu".

"Akhhh!" Jisoo berteriak keras sampai membuat orang-orang melihat kearahnya.

Jasmine menekan luka dibibirnya.

"Kau-!".

"Jadi ini karena orang gila atau hasil dari kekasih Mom". Okey, Jasmine berkacak pinggang seperti memarahi anak kecil dan Jisoo memutar bola matanya malas

"-dan hasil DNA sudah membuktikannya dan Daddy selalu meragukanku, huh?". Jasmine menambahkan hanya berbisik mendekatkan wajahnya pada telinga Jisoo karena tidak mau orang-orang mendengarnya

"Tahulah pusing". Jisoo berbalik hendak melangkah menuju kelas tapi seseorang tidak sengaja ditabraknya

"J-jennie!".

Jasmine menutup mulutnya dengan tangannya.

Gadis yang Jisoo tabrak sedikit kaget namun dia tidak menunjukkan keterkejutannya. Jennie justru menatap Jisoo sangat dingin sebelum sadar ada luka disudut bibir Jisoo yang sudah pasti akibat perkelahiannya semalam bersama Kai

Diam-diam Jennie sedikit bersyukur dengan kehadiran Jisoo semalam. Mungkin jika tidak ada Jisoo, ia sudah dikendalikan oleh alkohol dan berakhir diranjang bersama Kai dengan tubuh telanjang. Tapi tetap saja, Jennie membenci Jisoo yang menilainya seperti gadis murahan.

"Omo.. Jisoo ada apa dengan wajahmu?". Joy berujar penuh keheranan, gadis tinggi itu meringis tidak tega.

Kedua pasang pandangan marga Kim terputus, saling mengalihkan pandangan gugup, lebih tepatnya hanya Jisoo yang terlihat gugup.

Jisoo menoleh pada Joy dengan sedikit senyuman yang dipaksakan.

"Tidak. Semalam aku berniat menyelamatkan kucing betina tapi tiba-tiba ada orang gila memukuli wajahku". Jisoo sedikit melirik pada Jennie yang menatapnya tidak suka.

"Dia menyindirku, cih!".

"Sooyoung untuk apa menanyakannya, sangat tidak berguna". Jennie melengggang masuk kedalam kelas.






From The Future (Hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang