FTF - Thirteen

1.1K 212 31
                                        

Happy Reading

.
.
.
















_

Ditengah cuaca dingin, Jisoo meringis miris melihat adiknya jatuh bangun tidak mampu menyeimbangkan tubuhnya diatas papan seluncur. Tubuh tinggi Rosé melengkung tidak dapat berdiri tegak, tangannya juga erat berpegangan pada sang pelatih.

Jeritan nyaring terus memenuhi telinga Jisoo dan siapapun ketika Rosé kembali jatuh dan menyerah. Padahal lereng yang mereka pakai adalah lereng yang tidak begitu menurun alias memang untuk pemula.

"Rosié aku tahu bukan hanya aku yang kesulitan disini, bagaimana jika kita bermain diseluncuran disana saja". Jasmine datang dengan tangan yang mengarah area seluncuran anak-anak

"Astaga ingat umur kalian, sudah tidak pantas kalian berdiri disana". Jisoo mencela dengan pandangan meremehkan pada keduanya.

"Jennie kau beranikan jika kita keatas". Jennie yang mendadak dibawa-bawa menoleh sebelum mengangguk ragu, karena sebenarnya dia masih sedikit lupa dengan yang diajarkan pelatihnya tadi.

Terpaan angin menderu wajah mereka. Pakaian super tebal saja masih membuat mereka menggigil kedinginan, bagaimana jika hanya memakai baju biasa.

"Kita ajak Lalice, dia terus sendiri membawa semua kebutuhan Jisoo, aku kasihan". Jasmine melihat jauh disana Lalice duduk mencoba mengusir hawa dingin disekitarnya

"Itu sudah jadi kesepakatan jika yang kalah akan melakakukan apapun".

"Kau curang. Kau tidak mau kalah karena tahu kau tidak bisa menari dan memilih bernyanyi sebagai andalanmu. Cih". Rosé mencibir kakaknya yang tampak sekali tidak menyukai Lalice

Jisoo kesal diserang dua gadis sekaligus, lagipula. Apa hebatnya pria nerd itu sampai membuat Jasmine dan Rosé sangat membelanya

"Jas aku ingatkan untukmu tidak dekat-dekat dengannya--"

"Ekhmm!". Jennie membubarkan perdebatan itu. Dia merasa muak dengan omongan tidak penting itu. Jisoo menurutnya terlalu over pada Jasmine.

"Aku menyesal telah ikut bersama kalian". Jennie berjalan ke arah tangga menuju lift yang akan membawanya naik kelereng yang lebih menantang

Jisoo yang melihat itu segera berlari kecil menyamakan langkahnya sebelum memberikan tatapan mematikan pada Jasmine. Namun tidak gadis itu hiraukan.

Jennie memperhatikan jarak duduknya dengan Jisoo yang pahanya saling menempel. Jennie tidak tahu kenapa dia harus merasa gugup dengan itu, tapi beruntung Jisoo tidak menyadarinya karena terlalu serius berbicara dengan dua pelatih yang duduk disisinya.

Turun dari lift mereka langsung disambut pemandangan yang mampu memicu adrenalin. Jennie menelan ludahnya sulit. Ya, Dia tidak berpikir jika lerengnya akan sangat panjang dan berbelok menukik. Dia melirik pada Jisoo yang tampak semangat tidak menunjukan rasa takutnya, bahkan Jisoo sudah siap meluncur dengan pelatihnya yang sedikit jauh dibelakangnya

"Kau berubah pikiran". Jennie tersentak dengan seruan sang pelatih, dia menatap acuh pelatihnya seraya mengumpulkan keberaniannya meluncur menyusul Jisoo yang sudah lumayan jauh darinya

Jennie beberapa kali hampir jatuh tapi dia terlalu gengsi untuk berpegangan pada pelatihnya, terlebih Jisoo berdiri menunggunya ditengah-tengah sana.

Jennie mencoba bergerak menjaga keseimbangannya sampai tubuhnya mengingat semua gerakan yang sudah pelatihnya ajarkan tadi. Jennie menyeringai sebelum meluncur dengan senyum bangga berhasil melewati Jisoo yang juga tersenyum hangat

From The Future (Hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang