Happy Reading
.
.
.
_
Dua gadis cantik itu sudah berada disalah satu bilik ruang kesehatan. Jennie kembali mengkancingkan seragamnya usai Jasmine mampu sedikit meredakan rasa gatalnya.
Seperti tidak terjadi apapun. Jennie sama sekali tidak ingin berucap terima kasih, gadis bermata kucing itu malah menatap dingin pada Jasmine.
"Setidaknya kau lebih hangat dimasa depan". Lirih Jasmine namun samar Jennie mampu mendengarnya
"Apa yang kau katakan?". Jasmine menatap Jennie plus dengan gelengan kepalanya.
"Kalian berisik sekali sih". Suara serak menyahut dibalik tirai. Jasmine mendorong tirai penghalang. Ia lupa jika Jisoo juga tengah terbaring disalah satu bilik.
Jennie menyadari sesuatu. Ia seketika menatap tajam pada Jisoo yang berbaring miring menghadapnya.
"Yak, apa kau melihatnya?". Jasmine dan Jisoo yang merasa tidak mengerti mengerutkan keningnya heran. Namun sesaat mereka paham kala Jennie menutup dadanya dengan tangan yang disilangkan disana. Padahal dia sudah lengkap dengan seragamnya.
"Huh. Tidak, aku bahkan baru terbangun karena suara berisik kalian". Segera Jisoo menjelaskan kebenarannya. Ia memang sedikit terusik karena suara Jasmine dan Jennie.
"Dad- eumm Ji kau sudah tidak pusing?". Jasmine mengalihkan pembicaraan.
"Dasar budak cinta". Decih Jennie memutar bola matanya malas.
Jennie suka lupa diri. Dia tidak sadar saja bagaimana dirinya yang begitu kecintaan sama kekasihnya. Kim Jongin.
"Kau cemburu?". Canda Jisoo yang sukses mendapat tatapan tajam dari Nona mahal Kim Jennie.
"Kau masih bermimpi? Bangunlah, jangan mengada-ngada". Suara Jennie terujar dingin dan malas. Jasmine hanya menatap kedua sejoli itu dengan perasaan bingung
Ia bingung akan mulai dari mana menyatukan kedua orang tuanya jika sikap Jennie amat teramat dingin, dan acuh.
"Apa kau juga sakit? Atau kau hanya ingin menjengukku". Jennie bangkit dari ranjang, rasanya ingin sekali melempar Jisoo dengan vas kecil diatas nakas
"Jennie alergi kacang merah dan dia memakannya tadi". Penjelasan Jasmine mengundang tatapan tajam dari Jennie. Ia tidak suka gadis itu mengatakan tentang dirinya, apalagi terhadap Jisoo.
Jennie yang memang sudah merasa lebih baik dan udara di ruang kesehatan seakan membuatnya pengap. Dia dengan langkah angkuhnya mulai melangkah meninggalkan Jasmine dan Jisoo yang menghela nafasnya.
"Daddy apa Mommy memang tidak tahu jika dia alergi kacang merah". Jasmine langsung antusias menatap Jisoo setelah Jennie benar-benar hilang dibalik pintu
"Aku tidak tahu. Yak, kenapa kau masih disini. Keluar sana, ini bahkan sudah jam masuk". Jisoo malah nyolot membuat Jasmine mendesah kesal
"Malas. Terlalu banya pria penggoda disana". Jasmnie mendudukan dirinya diranjang tempat Jennie duduk tadi
Jisoo acuh dengan kemalasan Jasmine. Dia malah menarik penuh tirai hingga menutup celah tapi Jasmine kembali membukanya
"Daddy apa kau sungguh masih sakit?". Jisoo menatap kesal pada Jasmine. Ayolah dia sedang malas diganggu. Dia menarik kembali tirainya hingga menutup akses Jasmine padanya
KAMU SEDANG MEMBACA
From The Future (Hiatus)
FanfictionSeseorang datang dari masa depan. Coba menyatukan kedua orangtuanya? Tapi apakah dia mampu, melakukannya... Genderbender! Kim Jisoo × Jennie Kim
