FTF - Fourteen

1.1K 208 17
                                        

Maaf buat semua typo.na

Happy Reading

.
.
.

















_

"Apa kau preman huh? Astaga kau ini seorang gadis, bisa-bisanya kau terlibat tawuran". Seorang gadis tengah mengomel sembari tangannya sibuk mengobati luka gadis lainnya.

Niat awalnya adalah membeli camilan ditoserba, tidak tahu jika seseorang yang dikenalnya sedang duduk frustasi dengan beberapa kaleng beer diatas meja, dua diataranya sudah penyok tergeletak. Membuatnya mendesis heran.

"Bagaimana kau tahu aku disini". Lisa berujar dengan sesekali meringis ketika lukanya ditekan dengan kapas yang sudah diberi alkohol.

"Rumahku tidak jauh dari sini".

"Berarti aku akan sering kesini, haha".

Setelah memoles salep Rosé membereskan beberapa peralatan yang mendadak dibelinya tadi. Warna memerah yang sangat ketara dengan luka disudut bibir Lisa, ia tidak dapat membayangkan sekeras apa pukulan yang gadis Manoban terima. Lagi pula kenapa seorang gadis terlibat tawuran, seperti berandal saja. Pikirnya

"Kau mempunyai geng? Aku tidak dapat menpercayainya, kau.." Rosé mengamati penampilan Lisa yang masih terlihat meringis "Tampak seperti gadis elegan". Rosé kemudian mencibir. Dan Lisa hanya dapat tersenyum kecil, biarlah Rosé berpikir seperti itu daripada mengetahui yang sebenarnya.

"Kau sudah makan?". Lisa mengalihkan pembicaraan, tidak mau melihat gadis didepannya terus mengomel, karena jujur saja dia tidak tahan ingin mencubit pipi adik kim Jisoo yang menggemaskan itu.

Mendengar kata makan, sepasang netra bungsu Kim melebar, mengingat niat awalnya. Ya, dia tidak tahan jika mendengar nama makanan.

"Yak, aku harus membeli banyak camilan". Rosé bangkit dari kursinya dan masuk kedalam toserba yang beberapa saat kemudian diikuti Lisa






-





Jisoo melempar tubuhnya disofa mengambil alih remot, dan merecoki acara nonton sang anak.

"Daddy, what you doing?". Jasmine menyentak tidak terima scene ciuman si aktor terhambat karena Jisoo sudah mengganti channel diacara anak

"Mwo..".

"Kau membuatku melewatkannya Dad". Protes Jasmine yang hanya ditanggapi cebikan kecil dari Jisoo.

"Kau bisa mengejarnya dengan taksi". Balas Jisoo membuat si anak menatap datar wajah menyebalkan sang Ayah

"Begitulah jika tidak pernah berciuman". Sinis si Jasmine.

Jisoo menyentil dahi Jasmine hingga gadis itu mengaduh sakit "Putriku yang cantik, kau itu dilarang menonton adegan berbahaya tanpa didampingi orangtua, arraseo?". Jasmine mendengus malas, melipat tangan di dada seraya menyandarkan punggungnya disofa. Ayahnya itu semakin menyebalkan saja.

"Daddy berikan padaku. Kau itu sudah cukup tua untuk menonton acara anak lima tahun". Mencoba sekali lagi, tapi percuma..

"Pantas saja kau sangat mudah mencium si nerd itu, lihatlah tontonanmu". Jisoo menggeleng menyayangkan sifat anaknya.

"Karena Dad tidak mempercayahiku, tapi itu pertama kaliku". Jisoo meneggakan tubuhnya, menatap Jasmine yang mulai meraba bibirnya "YAKK!". Jisoo berteriak sewot

From The Future (Hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang