FTF - Nine

1.2K 220 16
                                        

Happy Reading
.
.
.



















_

"Baiklah anak-anak hari ini sampai disini. Ingat hari kamis kita akan kuis". Cakap Guru Song seraya tangannya membereskan buku materinya, melihat sekilas pada anak didiknya lantas meninggalkan Laboratorium.

Mereka juga meninggalkan Lab, menyisahkan. Jennie, Jisoo, Bona dan Ten yang membereskan peralatan Lab, karena mereka piket.

"Sitabon Lisaaiyaponkul are you okey?". Jisoo berlagak cemas saat tangan Ten terjepit lemari kaca, ketika sedang membereskan botol-botol kimia Jisoo iseng menutup pintunya.

"Ji dari tadi kau terus menganggu, kapan kau akan membantu membersihkan ini semua". Bona terlihat kesal diujung meja menyimpan dalam satu wadah peralatan praktek yang lebih kecil.

Jisoo menggeplak ringan lengan kekar Ten kemudian mengusapnya "Aku hanya menguji apa ototnya itu asli". Jennie yang tidak luput untuk menyaksikan kelakuan Jisoo mendesis jengah. Kelakuan pria Kim itu tidak pernah beres.

"Ucapkan nama panjangku 5× dengan cepat maka aku akan memaafkanmu". Ten merangkul pundak Jisoo menggiringnya mendekati Bona untuk membantu gadis itu.

Bugh!

Jisoo melepaskan rangkulan Ten seraya mendorongnya ilfeel.

Menurutnya Ten adalah murid dengan nama tersulit di Korea. Suatu keajaiban jika Jisoo bisa menyembut nama Ten dengan benar saja.

"Dengar. Chittaphon Leechaiyapornkul, Chittaphon Leechaiyapornkul, Chittaphh-".

"Yak, geumanhae! Aku pusing mendengar namamu". Jisoo berlari menjauhi Ten membuat pria keturunan Thailand itu tertawa ringan

Jisoo mendekati Jennie yang sudah selesai dengan pekerjaannya. Gadis Kim itu meraih bukunya untuk meninggalkan Lab

Dapat Jennie lihat lewat ekor matanya jika Jisoo terus menatapnya dengan senyuman bodohnya. Mereka berjalan beriringan.

"Jangan tersenyum bodoh. Itu menjijikan!". Jisoo meluruskan bibirnya, kemudian memandang kedepan tetap dengan perasaan berbunga-bunga karena ucapan Jennie kemarin malam.

"Gomawo" kata yang cukup singkat bahkan terucap tanpa adanya senyuman, namun mampu membuat Jisoo lupa caranya tertidur, dia terus tersenyum sepanjang malam ketika mengingat hal itu.

"Mau kuantar pulang". Pria Kim menyadarkan dirinya sendiri. Dia tersenyum penuh harapan

"Tidak perlu". Senyumnya tenggelam dengan penolakan dingin itu.

"Kau sudah memecat supirmu?". Mencoba kembali ke dirinya, karena Jennie memang sulit, jadi tidak perlu kecewa terlalu dalam atas penolakkannya, toh dia sudah ditolak sangat banyak bahkan perasaannya ditolak sampai dua kali, heol.

"Bukan urusanmu!".

Sabar Jisoo. You Ok! You Handsome😎

Jisoo diam tetap berjalan beriringan dengan Jennie dengan sesekali mencuri pandang pada gadis dingin itu.

Jisoo tidak pernah bosan melihat wajah cantik Jennie. Mungkin saat Jennie diciptakan para Dewa sedang bahagia. Jisoo kagum dengan wajah yang memancarkan aura keacuhan tingkat tinggi itu namun justru itu adalah sumber pesona dari seorang Jennie Kim, si Expensive Kim.

Tidak lebih dari lima siswa yang terang-terangan menyatakan perasaannya pada Jennie, mereka semua hanya bisa menganggumi Jennie tanpa berani mendekatinya karena takut. Jennie tidak mudah diluluhkan, dalam 19 tahun hidupnya Jennie hanya memiliki satu mantan kekasih.

From The Future (Hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang