FTF - TwentyFive

1.2K 229 28
                                        

Sorry for typo ..

Happy Reading

.
.
.















_

Gadis berponi bergerak jenuh. Bebarapa kali mulutnya menguap tak berbekas, dia melirik sosok yang masih tertidur dengan wajah datar. Bagiamana bisa di sungai Han yang selalu ramai, tapi malah dirinya yang menemukannya pertama kali.

Apa mereka buta? Atau tidak memiliki empati.. Lisa beranjak dari kursi, bergerak menuju dapur saat mendengar bunyi teko yang airnya sudah mendidih.

Kenapa juga dia harus peduli dan dengan bodohnya malah membawa orang yang tidak cukup dikenalnya pulang. Dia bahkan merawatnya sejak pagi tadi.

“Mungkin kau tertarik padanya Lisa-ya”. Gumannya sendiri seraya menuang hati-hati air panas kedalam baskom kemudian dicampur air dingin dan meletakan handuk kecil.

Lisa bergerak kembali ke kamar dan mulai mengompres kening gadis yang belum sadarkan diri sejak terakhir kali ditemukannya.

“Aku tidak asing dengan wajahmu. Tapi dimana kita pernah bertemu”. Raut wajahnya terlihat meneliti. Dia sebal ketika otaknya sulit diajak bekerja sama.

Eugh

Lenguhan kecil dengan diiringi kelopak mata yang perlahan terbuka. Jasmine memegang kepalanya yang sedikit berdenyut pening, tidak sadar jika Lisa menatapnya ingin segara melayangkan banyak pertanyaan.

“Heyy?”. Lisa berseru seperti orang mengajak perang. Jasmine menoleh Oh tubuh Lisa tampak silau karena dia duduk membelakangi cahaya matahari.

“Sudah bangun kau?”. Mungkin Lisa memang tidak bisa lembut seperti pada Chaeyeong nya.

“Eoh dimana aku”. Jasmine mengitari pandangannya pada seisi ruangan yang tampak asing baginya, bagaimana dirinya bisa berahkir disini. Seingatnya dia sedang berjalan-jalan di Sungai Han..

Sungai Han...

Ya Jasmine ingat bahwa dia terpleset dan malah membuatnya tercebur, huh untung saja dia baik-baik saja.

“Dikamarku”. Balas Lisa mengambil handuk basah yang jatuh saat Jasmine bangkit untuk duduk.

“Kau?”. Kali ini Jasmine bisa melihat dengan jelas wajah Lisa. Gadis pindahan yang sempat membuat sekolah heboh.

“Sudah kuduga aku pernah melihatmu. Katakan dimana kita pernah bertemu, otakku terlalu lamban memikirkannya”. Sontak saat melihat ekspresi Jasmine yang juga seperti mengenalinya. Lisa langsung melontarkan kepelikannya.

“Eyy, Kita satu sekolah. Bukankah kau yang selalu mendekati Jennie”.

Untuk beberapa puluh detik Lisa merespon dengan wajah sok mengingat sesuatu, dan seperti mendapat lampu dikepalanya. Dia menjentikan jarinya

“Kau gadis yang pernah kulihat bersama Rosé”. Sekarang Lisa bernafas lega karena pertanyaannya sudah terjawab. Mereka mungkin tidak pernah berhadapan langsung, tapi pasti mereka saling mengenali karena lingkungan orang-orang terdekatnya.

“Kau kenapa berenang di Sungai Han, apa dirumahmu tidak ada kolam renang”. Pertanyaan bodoh. Jasmine mendelik malas, ternyata gadis itu tidak seoerti penampilannya yang bad girl. Lisa sepertinya baik tapi sedikit blak-blakan.

“Kau pikir aku tidak ada kerjaan harus berenang disana”. Lisa mengangkat bahu acuh, dan tanpa aba-aba tangannya terangkat menempelkannya pada kening Jasmine yang panasnya sudah mulai menurun.

From The Future (Hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang