FTF - TwentySix

1.6K 241 59
                                        

Sorry for typo ..

Happy Reading

.

.

.


















_




Satu kecupan ringan dilehernya berhasil membuat nafas Jennie terhenti sesaat, darahnya berdesir dan jantungnya sangat gaduh.

Tidak pernah sebelumnya seseorang mengecup lehernya. Belum sampai kesadarannya pulih kecupan lain yang lebih dalam menyentak jantungnya.

Hanya berdiam diri menerima reaksi pada tubuhnya atas perlakuan nakal itu. Jennie cegukan

Hik !

Hik !

Jisoo keluar dari ceruk leher Jennie ketika mendengar suara cegukan sang kekasih.

Ditatapnya wajah yang setengah tidak fokus itu sambil bertanya-tanya, kenapa?

"Sayang kau cegukan?". Sudah tahu kenapa Jisoo malah bertanya sih

Jennie tidak bisa mengontrol dirinya dengan mudah. Sialan bibir Jisoo yang seenaknya menikmati lehernya

"YAKK!". Jisoo kemudian terkejut oleh teriakan disertai tatapan membunuh si gadis Kim

Masih dengan salah tingkahnya, Jennie bangkit dari sofa dengan marah-marah tidak jelas.

Jisoo mengekor tapi kemudian berhenti oleh halangan Jasmine yang berdiri dengan segelas hot chocolate.

"Kenapa dia teriak tiba-tiba". Bodohnya Jisoo malah bertanya pada orang yang salah

"I don't know..  Daddy membuatnya marah mungkin".

"Atau Mom sedang periode... Maybe". Merasa tidak mendapatkan jawaban yang bagus, Jisoo memilih meninggalkan anaknya itu dan mendekat kekamar sang kekasih










Didalam kamar Jennie sedang mengumpati dirinya sendiri. Bagaimana bisa dia mati gaya karena Jisoo mengecup lehernya, padahal mereka sering berciuman bibir hingga sangat panas.

Sensasi geli masih tertinggal dan Jennie bersemu saat kejadian beberapa menit lalu kembali berputar dikepalanya

Hik !

Oh.. kenapa dia masih cengukan

Hik !

Tokk... Tokk... Tokk

Tokk... Tokk...

Hik !

Ketika masih sibuk untuk menghentikan cegukannya pintu diketuk lembut.

"Sayang buka pintunya? Kenapa kau marah tiba-tiba.. apa aku buat kesalahan". Suara itu, si biang keroknya

Hik !

"Aku sangat menyukainya? Kenapa aku jadi seperti ini heyy".

"Jenn sayang...".

"Baiklah kalau kau tidak mau membuka pintunya. Besok sore aku jemput, kau tidak lupakan jika kita bertiga akan pergi".

Tentu saja Jennie tidak lupa. Tapi ahh...

Kenapa Jisoo harus mencium lehernya

Jennie tidak bisa mengatakan apapun sekarang

From The Future (Hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang