Ini part mau di up aja banyak kendala bikin males aja sih😑😪. Jadi maaf kalo ada yg aneh, terlanjur naik darah buat ngedit.
Bismillah banyak typo pasti ..
Happy Reading
.
.
.
_
Jennie menangis terisak ketika mendongak dan melihat foto Ibunya yang terhiasi bunga. Dia tidak pernah menyangka jika BoA, Ibunya akan pergi secepat itu. Jennie bahkan belum meminta maaf atas semua sikap keras kepalanya. Jennie menyesal.
Jaejoong yang berdiri disamping putrinya, meraih pundak Jennie untuk membawa ketempat istirahat, sudah satu hari satu malam Jennie terus menangis dan tidak makan apapun. Wajahnya benar-benar pucat.
Jisoo datang bersama keluarganya termasuk Jasmine. Mereka mengenakan pakaian serba hitam, dan hati Jisoo teriris melihat kekasihnya yang sangat menyedihkan.
“Paman?”. Lirih Jisoo tak tega pada Jennie.
“Kita berdoa dulu lalu kau temani Jennie”. Hyun Bin yang berada tepat disamping putranya berbisik menyadarkan Jisoo untuk memberikan doanya terlebih dahulu pada mendiang Ibu Jennie.
Setelah berdoa dan membungkuk pada Ayah Jennie yang sudah kembali. Jisoo segera meminta izin keluarga untuk pergi melihat keadaan Jennie.
Dan disinilah Jennie. Terduduk disalah satu bangku menatap keluar jendela tanpa ekspresi. Wajahnya yang pucat dan kantung mata yang terlihat berat. Jisoo tidak tega dan segera merengkuh tubuh Jennie. Membuat Jennie untuk yang kesekian kalinya menangis.
“Kita makan ya, kau sangat pucat, jangan sampai kau sakit”. Bujuk Jisoo. Tapi tidak ada tanggapan dari sosok dalam pelukannya.
“Haruskah aku membawa makanannya kesini?”.
“Jennie jangan seperti ini kau harus makan”.
“Hikkss.. Mommy sangat membenciku Ji, dia bahkan meninggalkanku tanpa sempat aku minta maaf”. Lirihnya terdengar lemah.
Usapan halus naik turun pada punggung Jennie.
“Aku tahu kau sangat sedih, tapi jika seperti ini Ibumu juga pasti tidak suka. Kau harus sehat dan berdoa untuk Ibumu”.
“Aku selalu berkata kasar padanya Ji, aku selalu berkata menyesal lahir dikeluarganya. Ini hukuman dari Mom, aku tidak kuat”. Jennie terisak lagi, dan jas hitam Jisoo sukses basah karena liquid Jennie.
“Tidak. aku yakin Ibumu pasti sudah memaafkanmu, bagaimanapun kau adalah satu-satunya putrinya”.
“Aku ingin melihatnya”. Jennie berdiri sedikit sempoyongan dan Jisoo membantunya berjalan, namun baru beberapa langkah Jisoo dikejutkan denganJennie yang tiba-tiba tidak sadarkan diri.
-
Diruangan serba putih ini Jennie tersadar. Dia sedikit meringis pada kepalanya yang pusing, tidak ada seorang pun disana kecuali dirinya.
“Mommy”. Lirihnya gusar. Dia bergerak melepas selang infusnya, agak menahan sakit dan Jennie berjalan dengan sempoyongan sesekali tangannya berpegangan pada apapun yang ada disekitarnya.
Ceklekk .
Jisoo yang baru kembali dari mengurus adminitrasi dikejutkan dengan Jennie yang sudah bangun dan berjalan agak sulit menahan kepalanya yang pusing.
KAMU SEDANG MEMBACA
From The Future (Hiatus)
FanfictionSeseorang datang dari masa depan. Coba menyatukan kedua orangtuanya? Tapi apakah dia mampu, melakukannya... Genderbender! Kim Jisoo × Jennie Kim
