FTF - Fifteen

1.1K 226 28
                                        

Happy Reading

.
.
.
















_

Jisoo mengedarkan pandangannya kesekeliling Auditorium. Banyak murid dan Orangtua murid saling menyambut kelulusan. Rangkaian bunga juga memenuhi sepanjang lobby hingga Auditorium. Jisoo meninggalkan Kedua Orangtuanya dengan Jasmine dan sang adik.

Dia menyusuri lorong kelas yang juga dipenuhi siswa yang sibuk mengabadikan momen kelulusan dengan berfoto. Jisoo hanya mencari sosok gadis Kim yang tidak dilihatnya sejak upacara kelulusan. Ada kerisauan sebelum netranya bertemu langsung dengan pemilik hati.

"Kinder Joy, kau tidak bersama Jennie?". Joy menoleh ingin protes dengan panggilan itu, namun setelah dipikir dia juga tidak melihat Jennie sejak tadi pagi. Hingga rasa kesalnya sedikit teralihkan oleh keberadaan sang sahabat.

Gadis berperawakan bongsor itu ikut celingukkan namun juga tidak menemukan sosok Jennie.

"Aku juga tidak tahu, aku akan coba menghubunginya". Putus Joy mencari kontak Jennie dan segera menghubunginya, namun hingga beberapa panggilan tidak ada tanda Jennie akan mengangkatnya.

"Bagaimana?" Joy menggeleng. Membuat perasaan Jisoo semakin tidak enak.

"Aku akan mencarinya di ruang pelatihan". Jisoo mengangguk kemudian mencoba mencari Jennie diluar gedung sekolah.

Jisoo mengelilingi setiap bagian luar gedung sekolah dan tidak menemukan Jennie dimanapun, sekarang dia sedang mengusak kasar rambutnya karena tidak menemukan Jennie di rumah kaca. Ini tempat terakhir harapannya, namun sepertinya Jennie juga tidak disana.

"Ya Tuhan Jen kau dimana, setidaknya angkat panggilanku". Jisoo rasanya ingin melepar ponselnya. Di coba kembali dan hasilnya sama.

"Apa yang kau lakukan disini". Jisoo hampir berteriak kencang jika saja tidak mengenali suara dingin dibelakangnya. Dengan mengatur kekagetannya , jisoo menoleh sembari mendesah kasar melihat Jennie malah terlihat biasa saja dengan pot tanaman ditangannya.

"Yak. Ini hari kelulusan, apa yang kau lakukan di disini, eoh?". Jisoo tidak sadar menunjukkan kekesalannya. Dia hanya terlalu khawatir memikirkan Jennie yang tidak ada kabar.

Dengan wajah datar, Jennie berjalan untuk meletakan pot tanaman ditempat yang serupa, sementara Jisoo mengawasi dengan tatapannya.

"Aku ingin melihat mereka sepuasku sebelum aku tidak akan melihatnya".

"Apa maksudmu".

"Bukankah kita akan meninggalkan sekolah setelah ini?". Jisoo mendesah untuk kesekian kalinya. Kenapa Jennie tenang-tenang saja sudah membuatnya begitu khawatir

Jennie memandang berbagai tanaman yang memenuhi Rumah kaca, hanya disini tempat paling tenang menurutnya. Tidak ada kebisingan selain pemandangan cantik dari tanaman berwarna-warni. Jennie tersenyum getir, karena mungkin tidak akan bisa datang lagi ketempat ini.

"Bagaimana jika Orangtuamu mencarimu". Jisoo tidak berharap apapun selain segera membawa Jennie berkumpul dengan yang lainnya.

"Mereka mungkin lupa jika ini hari kelulusanku". Jennie membawa dirinya duduk dibangku yang ada. Pandangannya untuk beberapa detik tiba-tiba sendu. Memang benar, alasannya memilih ke rumah kaca hanya karena tidak ingin melihat orang-orang yang tersenyum karena wali mereka datang.

Jennie merasa iri.

Jisoo ikut duduk disamping Jennie, ingin memeluk gadis itu namun diurungkan karena tahu itu tidak akan membuat Jennie senang.

From The Future (Hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang