"Guys.." Suara Argi membuat tawa itu mereda, Teman-temannya menatap Argi dengan penuh tanda tanya diotaknya, Argi yang mengerti tatapan tersebut mulai melanjutkan bicaranya.
"Mutiara orangnya yang mana sih?"
Galang dan anggota Alaskar yang lain terkejut bukan main, Biasanya Argi tidak pernah mau berurusan dengan cewek meskipun banyak yang mendekati Argi hanya untuk jadi pacarnya.
"WOI BUKA PINTUNYA!"
Tiba-tiba terdengar suara seruan dari pintu rooftop, Setiap geng Alaskar nongkrong di Rooftop Galang selalu mengunci pintunya agar tidak ketahuan oleh Bu sari, Tapi kali ini kayaknya Bu sari libur untuk mengecek rooftop, atau mungkin dia lelah karena harus turun tangga.
Keano mengenali suara itu, Alika.
Galang menatap kearah pintu yang masih tertutup dengan tatapan tajam, "Kok mereka bisa tahu kita disini?" tanya Galang kepada teman-temannya dengan suara pelan.
***
"Kayaknya gak ada orang deh La, Kita cari ke tempat lain aja yuk," Ajak Euis sambil menuruni tangga lebih dahulu.
"Jangan is," Lala menahan tangan Euis, "Bulan pintu lik," Lanjut Lala menyuruh Alika untuk Mundur, Alika yang langsung mengangguk paham ia mundur beberapa langkah ke belakang Lala.
Lala menarik nafasnya pelan, ia sebenarnya tak mau berurusan dengan Galang si tengil, Mengingat manusia berbadan 176cm itu sering menganggunya.
"Lang, Buka please, Kita mau ngomong bentar,"
***
"Kok hilang suaranya?" Ucap Sandi menoleh kearah Galang meminta jawaban, "Jangan-jangan mereka diambil sama siluman tangga Lang," tidak dapat jawaban dari Galang otak Sandi mulai konsletnya.
"Mana ada siluman tangga bego," sahut Revano menoyor kepala Sandi.
"Dih ada lah, asal lo semua tau kenapa Bu Sari akhir-akhir ini gak pernah balik lagi buat ngecek rooftop kita, Ya karena siluman tangga itu lah," ucapan Sandi makin ngaco, "Siluman tangga itu bisikin Bu Sari gini, 'Bu jangan kesini lagi ya, Biarin geng Alaskar nongkrong disini' Nah makanya Bu Sari gak pernah balik lagi kesini buat ngomelin kita," Lanjut Sandi.
Anggota Alaskar yang lain memutar bola matanya malas, "Kebanyakan nonton film horror lo!" Galang benar-benar jengah mendengar cerita Sandi yang ngaco parah.
"Kayaknya lo harus dirukiyah deh San, Udah parah banget gilanya," Revano menutupi wajah Sandi dengan tangan kanan nya, sedangkan tangan kirinya untuk memegang kepala Sandi.
"AYO DAN, BRA BANTUIN GUE!"
Abraham dan Zidan membantu Revano untuk merukiyah Sandi, "Bismillahirahmanirohim," Revano menyipratkan Air mineral ke wajah Sandi, "Sia saha, Kaluar sia," ucap Abraham yang sedari tadi menahan tangan Sandi.
"AING MAUNG," sahut Sandi seolah-olah dia sedang dirukiyah, Sontak membuat Revano tertawa keras dan membuat botol yang berisi Air mineral ikut bergoyang dan akhirnya tumpah ke wajah Sandi.
"Bangsat lo Rev," Sandi mengusap wajahnya yang sudah basah, Gak cuma wajahnya tapi rambut dan seragamnya juga ikut basah.
Bukannya minta maaf, Revano malah tertawa lebih keras, disusul oleh tawa yang lainnya termasuk Galang.
"Lang, Buka please, Kita mau ngomong sebentar," walaupun suara itu sayup-sayup tapi Galang bisa mendengarnya, Suara lembut yang sering mengganggu pikirannya.
"Lala?" gumam Galang, seketika tawanya berhenti, "Guys stop," Ucap Galang kepada teman-teman nya, Langsung membuat yang lainnya menoleh kearah Galang.

KAMU SEDANG MEMBACA
REPUBLIK SATURNUS
Teen Fiction#ANTICOPASBRO!!! *** CINTA DAN SAHABAT!! Tiga kata penuh makna, berbeda bentuk, juga perincian. Jika seseorang bertanya dengan satu orang lain, mereka ingin memilih apa diantara cinta dan sahabat? tentu sulit, kecuali untuk orang yang main-main deng...