[7] Cam-ping?

52 13 5
                                    

Sinar matahari yang panas masuk melalui celah-celah jendela. Suara tawa yang menghiasi seisi kelas. Geng Saturnus sedang ramai berkumpul di meja paling belakang.

"Nih, gue bawa makanan buat lo semua," Ucap Cahaya sambil membuka kantong plastik berwarna hitam berisi makanan ringan yang cukup banyak.

"Wihh, dapet darimana lo?" tanya Euis penasaran, Ia curiga pasti ada sesuatu dibalik ini semua, Tidak mungkin Cahaya pura-pura baik hanya karena kemarin ketemu cogan yang gantengnya 100.000 kali lipat dari laki-laki biasa, Lagipula kalo dilihat lihat cowok itu sudah berumur 25 tahun keatas.

"Lo malak adek kelas lagi ya?" sambung Euis, Ia benar benar curiga terhadap Cahaya.

"Wah sembarangan lo, ya kagak lah males banget gue ngeladenin adek kelas yang belagu begitu, ewh!"

"Lah terus ini maksudnya apaan, tumben banget?" Aghnia kali ini angkat bicara, Ia tahu betul sikap sahabatnya itu kalau tidak malak adek kelas pasti ada sesuatu.

"Gue pacaran sama Gani, Jadi ini pajak jadian dari gue buat lo semua." Ucap Cahaya enteng, Baru kemarin ia putus dengan Kinos lalu sekarang? Gani? emang dasar benih benih fakgirl.

Euis, Aghnia dan anggota yang lain nya hanya melongo, Mereka masih tak nyangka Cahaya akan Move-on secepat itu. Sedangkan Rara? Ia hanya santai sambil menyantap makanan ringan yang diberikan oleh Cahaya.

Tiba-tiba Yayas datang membawa kertas kira kira 30 lembar. Ia membagikan kepada semua murid yang berada dikelas IPA 1 dengan hati hati.

"Woi bro, apaan tuh?" Tanya Angel penasaran. pasalnya kertas tersebut berisi semacam surat perizinan. Ya tentu saja membuat Geng Saturnus yang sedang berkumpul di meja paling belakang penasaran.

Yayas yang merasa dirinya dipanggil oleh sahabatnya itu, Langsung menoleh dan menghampiri sahabat sahabat nya itu. Kertas yang tadinya ada 30 lembar kini hanya tersisa 10 lembar. Yap, cukup untuk Geng Saturnus yang beranggotakan 10 orang.

"Apaan nih?" tanya Stevi bingung, "Ca mping?" Sambung Cahaya mengeja kata 'Camping' Ia tampak bingung lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal, "Ini apaan sih goblok? gue nggak ngerti." Cahaya menoleh kearah sahabat sahabat nya meminta jawaban.

"Dasar bego, ini tuh Camping." ujar Lala membenarkan sambil menoyor kepala Cahaya pelan, Meskipun pelan bagi Cahaya tetap saja, KERASA SAKITNYA.

"Hah mancing?"

"Allahuakbar mengapa engkau mengirimkan teman seperti dia kepada hambamu yang lemah ini Ya Allah," mohon Rara kepada sang pencipta sambil mengangkat kedua tangannya tinggi tinggi.

"Camping itu kemah, masih gak tau juga? Gue betot pala lo," omel Mutiara.

"Ooh kemah, kalo itu sih gue tau, Kenapa gak ngasi tau dari awal?"

"Lo nya aja yang bego," ujar Alika, kali ini benar-benar deh kesabarannya sudah habis.

"Hush udah stop, yang harusnya kita marahin tuh Rara. Kemah ini kan dari OSIS kok dia gak ikut rapat?"

Memang, seharusnya ada rapat yang harus Rara ikuti sebagai Wakil ketua OSIS. Tapi berhubung tadi malam ia tidur cukup larut, Akhirnya ia izin kepada Pembina OSIS dan guru guru lain lewat perantara, Yaitu? Yup, Yayas.

Flashback On

"Sumpah yas, gue masih ngantuk banget. nanti izinin gue ke mereka yaa? pliss, bilang aja hari ini gue lagi gak enak badan, terus ketiduran deh dikelas." Ucap Rara memohon kepada Yayas.

Yayas hanya memutar kedua bola matanya malas. Ia hanya mengangguk terpaksa.

Di Ruang OSIS..

"Rara syafanica?" Pembina Osis, Pak Suhendri mulai mengabsen Murid bimbingan nya. Sebenarnya Yayas cukup takut melakukan ini, Ia takut ketahuan kalau ini hanya akal-akalan nya Rara.

REPUBLIK SATURNUSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang