[23] Perjanjian

35 8 7
                                    

Suasana kantin pagi ini dihiasi oleh gelak tawa Saturnus yang sedang menyaksikan Cahaya dan dan Rara yang berulah seperti biasa dengan joget diatas meja. Lala yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala dan tentu saja malu akan kelakuan temannya.

"Woi udah suara gue abis nih gara-gara kalian" ujar Euis yang memegangi perutnya yang terasa sakit akibat banyak tertawa.

"Bangsat ngakak banget" sahut Angel.

Cahaya mendorong pelan Rara sehingga cewek itu terjatuh dari meja. Semua tertawa kencang melihat wajah kesal Rara. Cewek itu kembali berdiri diatas sambil menghadap Cahaya.

"Bego anjir untung gue gak berdarah lo cay" omel Rara.

"HAHAHAHA MAMPUS LO RA" teriak Stevi yang masih saja tertawa akibat lawakan teman-temannya.

"Upin Ipin gak pernah akur yah" ujar Aghnia menggeleng-geleng heran.

"Kalo akur kasihan kak Ros" sahut Yayas.

"Ih lo salah besar Yas. Kan kalo akur kak Ros gak usah marah-marah" ujar Rara.

"Punya teman bego semua" ujar Mutiara pelan.

"TERMASUK LO" ujar anggota Saturnus berbarengan, kecuali Mutiara.

Keadaan kantin berubah hening ketika Kinos memasuki kantin dengan sebuket mawar merah yang besar. Cowok itu berjalan kearah meja pojok belakang yang biasanya dijadikan tempat basecamp Saturnus.

Cahaya dibuat terkejut saat Kinos menarik dan mengenggam tangannya begitu erat. Cowok itu berjongkok sambil mengelus lembut tangan Cahaya. Sedangkan yang lainnya hanya menjadi penonton adegan uwu dadakan.

"Cay gue mau balikan lagi sama lo" ujar Kinos to the point.

Semuanya tampak terkejut sama hal nya dengan Cahaya. Euis ingin meledek cahaya, namun Alika lebih dulu menahannya. Semua anggota Saturnus hanya diam sambil menatap kearah mereka berdua. Mereka juga tau batasan yang tak perlu ikut campur.

"Kinos..."

"Lo mau kan cay?" tanya Kinos memastikan.

"Maaf Kinos gue gak bisa balik lagi sama lo. Harus nya lo tau dari awal kita pacaran itu hanya pura-pura didepan mantan gue. Jadi gue harap lo ngerti akan itu," ujar Cahaya memperjelas.

"Cay kenapa sih lo gak bisa nerima gue sebagai pacar lo? Oh lo masih sayang sama mantan lo yang jelas-jelas udah nyakitin diri lo itu?"

Plakkk

Cahaya  menampar Kinos dengan keras. Sedangkan cowok itu menatap Cahaya dengan tatapan tak bisa di tebak. Kinos sendiri sudah buta cinta karena Cahaya. Dia rela melakukan apapun demi mendapatkan cewek itu kembali.

"Cay gue mohon..."

"KINOS BAGASKARA TERHORMAT. GUE MOHON SAMA LO UNTUK JAUH-JAUH DARI KEHIDUPAN GUE. LO TAU KAN GUE GAK SUKA SAMA LO! JADI STOP UNTUK CINTA SAMA GUE!" bentak Cahaya.

"Lo tega cay."

"Iya kalo gue tega emang masalah buat lo?" tanya Cahaya menantang.

Lala mengelus pundak Cahaya dengan lembut, "Udah cay jelasin baik-baik jangan begini caranya." ujar Lala menasihati.

"Iya cay jangan kebawa emosi," sahut Rara.

Kinos berjalan mendekat kearah Cahaya. Dia menatap bola mata hitam lekat milik Cahaya dengan tajam. Kini tatapan cinta itu berubah jadi tatapan benci yang diarahkan Kinos untuk Cahaya. Sudah cukup baginya dipermalukan didepan umum seperti ini.

"Lo cewek gak tau diri yang pernah gue temuin cay. Sekarang gue akan nurut apa kata lo untuk menjauh, tapi inget satu hal Cay. Gue gak akan biarin lo hidup bahagia diatas penderitaan orang" ujar Kinos sarkas.

REPUBLIK SATURNUSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang