Stranger into lover? Kata ini persis seperti cerita Amara dan Gael.
Amara merupakan perempuan yang terkenal karena ia adalah seorang pembuli di sekolahnya. Dan Gael merupakan panglima tempur di salah satu gangster terkenal. Mereka di jodohkan akibat...
Hari ini cuaca di luar lebih hangat dari biasanya. Amara dan Gael berencana melihat-lihat tempat untuk pernikahan mereka nanti, dan berencana untuk berkencan juga.
Mulai dari Amara yang ribet akan hal kecil, dan Gael juga harus mengantarkan bundanya pergi berbelanja terlebih dahulu. Sehingga pada akhirnya, Gael telat untuk menjemput Amara. Ya pastinya perempuan itu ngambek akan hal ini, Gael sudah meminta maaf dengan berbagai cara kepada Amara. Tapi nihil, Amara tetap marah. Sepanjang perjalanan Gael hanya mendengarkan keluh kesahnya Amara akan hari ini.
Tapi itu hanya masalah sepele untuk Gael, ia bisa mengatasi ngambeknya Amara dengan satu cara. Yaitu menyogoknya, bukan dengan baju atau tas yang mahal. Tapi dengan makanan. Ya ia tidak seperti perempuan pada umumnya yang menuntut akan hal yang mahal, ia hanya membutuhkan makanan disampingnya. Simple bukan?
Pada akhirnya sebelum melihat tempat pernikahan, mereka mampir terlebih dulu untuk makan soto ayam di salah satu warung yang terbilang cukup terkenal lezatnya.
Setelah mengisi perut, mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk melihat tempat yang sempat tertunda.
[ Sampai di gedung pertama ]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Yang, gimana gedung ini?" tanya Gael
"Hm, bagus sih. Tapi terlalu mewah aku gak suka"
"Ya gapapa lah yang, kan bagus, makin mewah makin mantap"
"No, aku mau pernikahan kita yang simple aja tapi bisa dikenang oleh temen-temen dan kita sendiri."
"Yaudah, jadi yang ini no"
Mereka lanjut untuk pergi ke tempat yang selanjutnya, yaitu yang kedua
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ini gimana yang?"
"Bagus banget aku suka, hm tapi aku gak suka sama designnya"
"Kenapa?"
"Jalannya melengkung-lengkung gitu aneh"
"Hah? Itu gak aneh sayang, itu anti-mainstream namanya"