18. Remember

211 32 3
                                    

"Lo?" tanya Sora dan Gael kaget.

"Kenapa pada kaget gitu sih?" balas Joan yang langsung duduk di sebelah Gael.

"Lo siapa sih? Main asal duduk aja di basecamp orang" tanya Leon, ia memang tidak terlalu suka dengan orang yang sok asik dan sok kenal.

"Dia Joan temen Sora" balas Jaiden

"Lah? Kenapa bisa tau basecamp kita dah?" tanya Leon lagi dan lagi.

"Eh iya, kenapa lo bisa tau?" tanya Gael ia merasa ada sesuatu yang aneh.

"Eum, tadi kebetulan gua mau pulang dan gak sengaja gua ngeliat lo sama Sora" jelas Joan yang hanya di balas dengan "oh" oleh mereka semua.

"Emang rumah lo deket sini?" tanya Gael.

"I-iya" balas Joan ragu.

"Eh ntar ingetin ya, jam 3 gua harus balik lagi ke rumah sakit" pinta Gael pada yang lain.

"Hah buat apa?" tanya Joan bingung.

"Gak kenapa-napa, adik sepupu gua sakit, jadi gua harus jenguk" Gael enggan menjawab pertanyaan Joan, ia memiliki firasat bahwa Joan akan melakukan hal yang serupa dengan apa yang Amanda lakukan pada Amara.

"Gua laper, pesen makanan apa gitu" Sora memegangi perutnya yang sudah berbunyi itu.

"Ayo" balas semua kompak.

Akhirnya mereka memutuskan untuk membeli satu bucket ayam dan juga cola yang ukurannya cukup besar, mereka juga membeli kentang goreng, ice cream, dan lain lain.

"Totalnya jadi 500rb" ucap tukang ojol itu.

"Ekhem gue mau ke toilet" kata Jaiden yang langsung diikuti oleh Gael.

"Anjir lah kalian semua, setiap makan pasti gue yang jadi tumbalnya" balas Leon frustasi. Akhirnya ia mengeluarkan uang untuk membayar makanan tersebut.

"Apa lo liat liat?" tanya Leon yang merasa risih karena terus di lihat oleh Joan.

"Gak, lo ganteng, manis, kaya lagi" goda Joan.

Leon hanya menatapnya risih. ia bukan tipe cowok yang langsung luluh hatinya jika di goda seperti itu, ia malah akan ilfeel dan menganggap perempuan itu murahan.

"Akh lega~" kata Jaiden yang tiba tiba sudah ada dan duduk di sebelah Sora.

"Iya enak banget ya, kelar juga boker nya" sambung Gael yang ikut ikutan mengelus perutnya.

"Woy dobleh, mana ada boker cuman 2 menit gila" Leon menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku dua sejoli itu.

"Bodo amat yang penting udah di bayar" ucap Gael yang merasa senang karena ia tak perlu mengeluarkan duit sepeser pun.

"Dah lah dari pada banyak bacot mending kita makan aja" terus Sora, ia segera melahap dan mencicip satu persatu makanan yg mereka pesan.

Semuanya mengikuti kata Sora, mereka memakan banyak sekali makanan yang di bayar Leon dengan terpaksa.

Tak lama semua makanan itu pun habis,
"Kenyang banget gila" ujar Jaiden, ia mengelus-elus perutnya layaknya orang hamil.

"Kenyang karena duit gua" kesal Leon.

"Eh anjir katanya bakalan ada pergantian kapten ya?" ucap Leon, biasa lah bapak-bapak kang gosip.

"Wah? Seriusan lo?" Jaiden langsung menegakkan posisinya.

"El, gak mau calonin diri lo sendiri?" kata Leon dengan semangat, namun Gael malah sudah terlelap dalam tidurnya saking kenyangnya.

"Kebo lo nyet" kata Jaiden yang kesal melihat tingkah temannya yang satu ini.

When The Bad Boy Meet Bad Girl ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang