02. School

819 68 1
                                    

Amara. Ya, nama itu paling ditakuti oleh semua siswa siswi di sekolahnya.

Kini Amara menduduki tingkat terakhir di sekolah menengah atas. Ia bersekolah salah satu sekolah terkenal di Jakarta. Amara merupakan ketua dari geng yang bernama The Devil Girl. The Devil Girl sering menindas anak-anak culun atau anak baru yang ada di sekolahnya.

Semua siswa dan siswi sekolah sudah tau kalau Amara memendam rasa kepada Juan, Juan adalah siswa yang terkenal karena pintar dan sifat coolnya. Tapi Juan tidak membalas perasaan kepadanya, ia tidak suka gadis nakal seperti Amara.

Amara pun tau bahwa Juan tidak memiliki perasaan yang sama dengannya. Amara sudah berusaha untuk move on, tapi hasilnya nihil. Amara susah untuk melupakan Juan.

Karena Juan dan Amara satu kelas, jadi mau tidak mau Amara akan selalu melihat Juan (Emang move on tuhh susah banget apalagi doi satu kelas sama kita pastinyaa susah banget ngelupain. Aduhh maaf author jadi curhat..HEHE LANJUT....)

Keluarga Amara bisa dibilang cukup kaya, papinya Amara mempunyai perusahaan turun temurun. Sedangkan maminya mempunyai bisnis yang dikelola oleh keluarga sejak dulu.

Tapi keluarga Amara tuh super duper tertutup, mami papi Amara pun tidak tau kalau Amara adalah ketua geng.
Jikalau mami papi Amara tau, Amara bisa dipindahin ke luar negeri untuk tinggal selamanya di sana.

Amara menjadi ketua geng karena keluarganya yang tidak peduli sama dirinya, Amara punya rumah mewah, punya uang yang banyak, punya pengawal yang banyak, tapi dia tidak pernah merasakan kasih sayang dari keluarganya. Karena mami papinya Amara hanya memikirkan pekerjaannya saja.

Jadi alasan Amara menjadi ketua geng, supaya dia diperhatikan banyak orang,

[ Setelah Author menceritakan keluarga Amara, kita lanjut ke kehidupan Amara disekolah ya! ]

"Amara, lo tau si Alea gak sih? Katanya dia digosipin suka sama Juan" ucap Joan sambil menatap Amara.

Bisa di bilang Joan merupakan salah satu dari 1000 cewek gosip di sekolah ini jadi tak heran lagi jika ia mengetahui semua fakta yang ada di sekolah ini.

"Hah? Si Alea suka sama Juan? Gila cantik aja engga, mimpi kali kalau Jaun bakal suka sama dia"
Balas Sora kaget, ia benar benar tak percaya jika Alea menyukai Juan juga. Padahal kan selama ini Alea merupakan salah satu murid yang tak ingin memiliki masalah, jangankan masalah ia saja tak ingin memiliki musuh.

"Yakan parah cantik aja engga, lo harus labrak si Alea sih, dia harus tau akibatnya kalau suka sama Juan, apalagi satu sekolah tau kalau dia suka sama Juan. Parah sih!" Kini Maya ikut kesal mendengarnya, tentu saja ia pasti memihak pada Amara.

"Cantikan ketua geng kita lah. Alea gak ada apa apanya sama Amara" Perkataan Joan kini makin membuat obrolan ini makin memanas.

"Pokoknya gue ga mau tau habis pulang sekolah kita langsung labrak aja si Alea, sok cantik banget padahal muka kusut kek kanebo kering gitu!"
Amara berdiri dan mengepalkan tangan kanannya itu, ia benar benar mendengar obrolan ini rasanya ia ingin langsung menghampiri Alea sekarang.

"Yes, of course" Seru Sora dan di balas anggukan oleh yang lainnya.

==

"Gael! Kok kamu bisa dikeluarin dari sekolah sih? Gara gara geng itu ya? Bunda kan udah bilang kamu boleh ikut geng, tapi syaratnya kamu harus rajin belajar, jangan bolos mulu! Sekarang kamu mau alesan apa lagi?"
Kini Sandra tengah menceramahi anak tunggalnya itu. Ia benar benar lelah dengan kelakuan Gael, pasalnya ini bukan yang pertama kalinya anak laki-lakinya itu di keluarkan dari sekolah namun ini sudah hampir yang ke lima kalinya.

When The Bad Boy Meet Bad Girl ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang