"Gua ikut"
"Gak gak, apaan sih lo?" Gael segera melepaskan genggaman Joan.
Lalu ia menaiki motornya dan bergegas pergi ke tempat di mana Amara berada.
"Untung gak macet" gumam Gael, ia melepaskan helmnya dan masuk ke dalam kamar Amara.
"Gael?"
"Ra" Gael berjalan menghampiri Amara, ia mengambil kursi disamping kasur untuk ia duduki.
"El, sebenernya kamu siapa sih? Kok gua gak inget apa apa ya?" ucap Amara yang terus menatap manik Gael.
Yang di tatap tak bisa berkata apa, ia merasakan seperti ada sesuatu yang akan meledak di dalam dadanya.
"El" panggil Amara lagi.
"Iya?"
"Ra, kamu udah makan?" sambung Gael.
"Udah kok" balas Amara sembari menganggukkan kepalanya.
Tak lama dari itu dokter dan suster memasuki ruangan Amara.
"Ah tunangannya ternyata siap siaga ya" ucap sang dokter sambil tertawa kecilGael bingung harus berkata apa, ia hanya tersenyum sebagai jawabannya
"Gimana keadaannya sudah merasa lebih baik?" tanya sang dokter pada Amara."Sudah dok"
"Ok kalau begitu kamu suster akan suntikkan vitamin agar tubuh kamu semakin kuat ya" ujar sang dokter.
Suster menyiapkan jarum suntik dan vitamin, lalu ia menyuntikkannya pada lengan kiri milik Amara.
"Kalau kamu mengingat sesuatu yang membuatmu pusing, langsung hubungi saya atau tidak kamu harus meminum obat ini" ucap dokter yang menyodorkan beberapa obat dan pil.
"Iya, terima kasih dok"
"Oh iya dok, ini kalau suntik vitamin sehari berapa kali ya?" tanya Gael.
"Sehari sekali sudah cukup"
"Yasudah kalau begitu saya permisi dulu ya" dokter dan suster itu membungkuk lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"El, kamu bakal tidur disini?" tanya Amara yang mengalihkan pandangannya pada Gael.
"Kayaknya, tapi aku lupa bawa baju ganti"
"Oh"
"Kalau gitu aku ambil baju dulu, kamu gapapa kalau aku tinggal sendiri?"
"Gapapa dari tadi juga kan aku sendiri"
"Yaudah aku pergi dulu, hati-hati ra" Gael bangkit lalu membelai pelan kepala milik Amara.
"Iya, kamu juga hati-hati" balas Amara diiringi senyum manis miliknya.
==
"Halo" ucap seseorang dari sebrang sana.
"Iya ada apa bos?" jawab dari orang yang menerima teleponnya.
"Bagaimana keadaan Amara?" tanya sang penelepon.
"Keadaannya semakin baik semakin hari, tapi sepertinya dia kehilangan ingatannya"
"Bagus" orang itu pun mengeluarkan senyuman liciknya dari sebrang sana
"Bagaimana? Misi bos berhasil?" tanya sang anak buah.
"Belum terlalu puas, saya harus merencanakan hal lain"

KAMU SEDANG MEMBACA
When The Bad Boy Meet Bad Girl ✓
FanfictionStranger into lover? Kata ini persis seperti cerita Amara dan Gael. Amara merupakan perempuan yang terkenal karena ia adalah seorang pembuli di sekolahnya. Dan Gael merupakan panglima tempur di salah satu gangster terkenal. Mereka di jodohkan akibat...