Jadi semua Cast disini umurnya udah 15 tahun ya. Termasuk kamu.
Aku melangkah keluar dari kereta, dan pemandangan di hadapanku langsung memikatku. Udara malam terasa sejuk, membawa aroma hutan yang segar, sementara bulan bersinar lembut di atas danau hitam yang tenang. Permukaannya memantulkan cahaya seperti kaca, menciptakan suasana magis yang membuatku terpana. Seolah aku tengah berdiri di dalam sebuah lukisan yang hidup—indah, misterius, dan penuh teka-teki.
Tiba-tiba, lamunanku terhenti ketika Hermione menepuk bahuku.
"(Name), kita harus pergi sekarang," katanya dengan nada mendesak.
Aku menoleh, melihat seorang pria besar dengan janggut lebat berdiri di depan kami. Ukurannya yang luar biasa besar membuatnya tampak mengintimidasi, tapi senyumnya yang ramah memancarkan kehangatan.
"Namaku Hagrid," katanya dengan suara yang dalam tapi bersahabat. "Aku akan mengantar kalian ke Hogwarts."
Aku merasa lega. Hagrid terlihat seperti seseorang yang bisa dipercaya, dan aku langsung menyukainya.
Namun, suasana mendadak berubah. Teriakan kasar memecah keheningan.
"Hei, kau! Keluar dari jalanku, sialan!" seru seorang anak laki-laki berambut pirang, menendang anak bertubuh gemuk hingga tersungkur ke tanah.
"M-maafkan aku," ujar anak itu dengan suara gemetar.
Aku mengenali anak itu—dia adalah Neville, anak yang tadi mencari-cari kodoknya di dalam kereta.
Perhatianku kemudian beralih pada pelaku yang baru saja melakukan tindakan kasar itu. Tanpa sengaja, pandangan kami bertemu, dan waktu seakan berhenti. Anak berambut pirang itu benar-benar mencolok. Matanya berwarna biru jernih, seperti langit cerah. Wajahnya sempurna, bak patung pualam dengan detail yang memukau. Rambut pirangnya yang teratur dan berkilau membuatnya tampak seperti pangeran dari negeri dongeng.
Namun, kesan indah itu langsung pupus ketika ia berbicara.
"Apa kau lihat-lihat?" katanya dengan nada dingin yang menusuk.
Aku cepat-cepat mengalihkan pandangan, merasa ngeri sekaligus jengkel. Sikapnya benar-benar tidak mencerminkan penampilannya yang seperti bangsawan. Sungguh mengerikan. Aku bertekad untuk tidak berurusan dengannya di masa depan.
"Jangan pedulikan dia, (Name)." Hermione menarik perhatianku kembali. "Dia adalah makhluk paling menyebalkan yang pernah aku temui di muka bumi ini," tambahnya dengan nada penuh rasa kesal, sambil memutar matanya.
Aku mengangguk kecil, berusaha mengabaikan kejadian tadi.
Hagrid kemudian memanggil kami untuk menaiki perahu yang akan membawa kami ke Hogwarts. Perahu-perahu kecil itu terapung dengan tenang di atas permukaan danau yang berkilauan. Setiap perahu dapat menampung empat orang, dan aku memilih untuk naik bersama Hermione, Ron, dan Harry.
Begitu aku duduk di perahu, pemandangan kastil Hogwarts di kejauhan kembali mencuri perhatianku. Bangunan megah itu berdiri di puncak bukit, dikelilingi oleh cahaya temaram yang menambah kesan mistis.
Sesampainya di depan aula besar, aku melihat sosok seorang wanita berpenampilan anggun dan penuh wibawa. Itu adalah Prof. McGonagall. Senyumnya ramah menyambut kami, meskipun ada sedikit ketegasan dalam tatapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I (don't) HATE YOU | Draco x Reader
FanfictionBercerita tentang seorang gadis yang dibully oleh Draco Lucius Malfoy yang berakhir dengan saling mencintai. Mereka pikir ini hanyalah kisah cinta biasa. Namun mereka tak tau, ada takdir yang jauh lebih besar sedang menanti mereka. ~~~ "Please, don'...
