Aku kembali ke dorm bersama Draco masih dengan wajah sembab ku sehabis menangis. Untuk sementara waktu ini, Prof. Snape telah memberikan Draco ramuan untuk meredakan rasa sakit bila kutukan itu kambuh kembali.
"(Name)! Kau kenapa lagi?!" Ucap Hermione, Harry dan Ron langsung menghampiriku.
"Apa ini karena kau lagi!" Hermione baru saja ingin marah kepada Draco namun aku mencegahnya.
"Tidak! Ini bukan karenanya!"
"Lalu kau kenapa bisa menangis?!" Tanya Harry juga ikut emosi.
"Aku akan menceritakan semuanya pada kalian, tapi kumohon kalian jaga rahasia ini." Ucapku mencoba menjelaskan pada mereka.
Aku duduk bersama Draco dan Golden Trio di bangku taman tempat mereka bersantai tadi dan mulai menceritakan semuanya. Mulai dari perjanjian Draco dengan Bellatrix hingga mengapa aku bisa menangis.
.
.
.
"Maafkan aku... aku tidak tau kau telah mengalami hal seburuk itu." Ucap Hermione meminta maaf kepada Draco karena telah berburuk sangka.
"Tentu saja kau harus meminta maaf!" Kata Draco ketus.
"Hahh... dia masih sama saja menyebalkannya." Hermione dan Draco kembali bertengkar membuatku sedikit terhibur dan melupakan sejenak kesedihanku.
"Jadi apa yang akan kalian lakukan?" Tanya Ron setelah mendengar cerita kami.
"Aku akan mencari caranya. Aku akan mencari cara agar Draco bisa terbebas dari perjanjian itu." Ucapku yakin.
"Kami akan membantu." Ucap Golden Trio menyemangati kami.
~🌸~
-Perpustakaan-
Saat ini kami sedang berada di perpustakaan untuk mencari informasi tentang perjanjian terkutuk itu. Aku terus membaca kata tiap kata dari setiap buku hingga sudah ada total 9 buku yang sudah aku baca. Sayangnya aku belum bisa menemukan satupun petunjuk tentang bagaimana menghapusnya.
Aku terus mencari dan mencari lagi hingga tak terasa hari sudah mulai gelap. Aku merasa sangat kelelahan. Aku merasa sangat pusing dan mataku mulai berkunang-kunang tidak fokus.
"(Name), kau sudah mencarinya sangat lama. Kau butuh istirahat." Ucap Harry menyadarkan ku.
"Aku baik-baik saja. Aku masih harus membaca beberapa buku lagi. Kau pergilah lebih dulu."
"Aku akan menemaninya. Jangan khawatir." Ucap Draco meyakinkan Harry.
"Hmm... baiklah. Draco, temani dia. Jangan biarkan dia kelelahan."
Akhirnya Harry pergi dari sana menyisakan hanya aku dan Draco di perpustakaan ini.
"Kau juga pergilah Draco. Kau pasti lelah." Aku melihat Draco yang terlihat sudah mengantuk dan menyuruhnya untuk kembali lebih dulu.
"Aku tak apa. Aku akan membawa beberapa makanan kemari. Tunggulah sebentar." Ucap Draco menyarankan camilan malam.
.
.
.
Ini adalah buku terakhir. Aku telah membaca semua buku yang berisi kutukan perjanjian tak terbantahkan di perpustakaan ini. Bila tak ada disini, aku tidak tau lagi harus mencari kemana.
KAMU SEDANG MEMBACA
I (don't) HATE YOU | Draco x Reader
FanfictionBercerita tentang seorang gadis yang dibully oleh Draco Lucius Malfoy yang berakhir dengan saling mencintai. Mereka pikir ini hanyalah kisah cinta biasa. Namun mereka tak tau, ada takdir yang jauh lebih besar sedang menanti mereka. ~~~ "Please, don'...
