Chapter 9

9K 822 14
                                        

Ka-Kana ... astaga Kana. Sadar sayang" panggil Mew yang langsung menangkap tubuh Kana agar tidak jatuh ke tanah dan membawanya ke mobil.

"P' ... p' Mew ... kenapa ini harus terjadi pada Kana? I-ibuku ter-ternyata....aaaahhhhh" keluh Kana sambil memegangi kepalanya dan dia pun pelan-pelan kehilangan kesadarannya.

Melihat kesayangannya seperti itu, Mew pun langsung membawa Kana ke rumah sakit. Disana Kana langsung ditangani oleh dokter yang merupakan sahabat Mew. Cukup lama Mew menunggu diluar ruangan UGD, akhirnya keluar juga dokter yang memeriksa Kana dan mengabarkan pada Mew keadaan Kana.

"Lee, bagaimana keadaannya?" Tanya Mew.

"P' keluarganya?" Tanya Lee sambil mengajak Mew untuk duduk di kursi panjang depan ruang UGD.

"Ibunya sudah menjualnya kepadaku dan aku sudah bertanggung jawab penuh atas dirinya" jawab Mew.

"Hmm ... baiklah kalo begitu. Jadi begini, menurutku dia ... siapa namanya?" Tanya Lee.

"Kana. Kana jongcheveevat" jawab Mew.

"Iya Kana Jong........A-APA?! Kana jongche......"

"Iya Lee. Sekarang bukan itu yang akan kita bahas bukan? Bagaimana keadaannya?" Tanya Mew.

"Hmm ... jadi begini, aku mau tanya 1 hal pada p'. Apa dia ada masalah yang membuatnya terpukul?" Tanya Lee.

"Terpukul?" Heran Mew.

"Iya. Mungkin dia pernah mendengar sesuatu yang selama ini tidak pernah diketahuinya, lalu secara mendadak dia mengetahui dengan sendirinya entah dari seseorang ato darimana pun itu. Ada hal seperti itu?" Tanya Lee.

"Sebelum pingsan tadi dia menyebut ibunya. Tapi sebelum mengatakannya, dia sudah pingsan" jawab Mew.

"P', bisa saja kan kalo itu yang membuatnya terpukul. Coba p' selidiki" ujar Lee dengan yakin.

"Baiklah. P' akan menyelidikinya. Lalu keadaannya?" Tanya Mew kembali.

"Untung saja p' cepat membawanya ke rumah sakit. Terlambat sedikit saja pembuluh darah di kepalanya bisa pecah" jawab Lee.

"Boleh p' menjenguknya sekarang?" Tanya Mew.

"Silakan. Tapi jangan lama-lama ya p'. Dia butuh istirahat" jawab Lee sambil berlalu.

Mew pun melangkahkan kakinya ke ruang dimana Kana dirawat. Wajah pucat Kana yang dominan, tidak pernah bisa menutupi wajah manisnya. Mew pun duduk di sebelah tempat tidur Kana sambil membelai halus kening Kana sambil beberapa kali menciumi tangan nya.

"Kana, p' K̄hxthos̄ʹ na. Belum waktunya bagi Kana untuk mengetahui kebenaran ini dengan sangat cepat. P' tidak pernah menyangka kalo Kana akan kembali lagi ke rumah untuk memberikan inhaler itu pada Jade. Sekali lagi p' K̄hxthos̄ʹ na" ujar Mew menahan tangis.

"P' Mew.." panggil seseorang yang masuk ke ruang rawat Kana.

"Perth. Urusanmu sudah selesai?" Tanya Mew.

"Sudah p'. Untuk saat ini mungkin Joe tidak akan bertindak apa-apa. Tapi tetap saja kita harus extra hati-hati" jawab Perth.

"Hmm ... baguslah. Tetap awasi Joe. Jangan sampai pengawasanmu padanya terlepas lagi" pinta Mew yang kemudian duduk di sofa.

"Pasti. Lalu bagaimana dengan Kana, p'? Apa kata dokter?" Tanya Perth.

"Lee mengatakan untung saja p' cepat membawanya ke rumah sakit. Kalo tidak pembuluh darah di kepalanya bisa pecah" jawab Mew sambil terus memandang Kana.

"Apa yang terjadi? Bukankah tadinya Kana baik-baik saja? Kenapa mendadak pembuluh darah di kepalanya hampir pecah?" Tanya Perth.

"Tadi malam Kana meminta ijin dariku kalo dia mau bertemu dengan Jade. Sebenarnya p' mau menolaknya, tapi p' tidak bisa dan p' pun mengijinkan. Sewaktu mereka bertemu semua baik-baik saja dan Kana juga terlihat bahagia bercengkerama dengan Jade. Tapi sewaktu pulang, Kana meminta p' mampir ke farmasi membeli inhaler untuk Jade. Tidak disangka Kana menyuruhku kembali ke rumah untuk menyerahkan inhaler yang tadi dia beli kepada Jade. Seperti yang sudah bisa p' bayangkan kalo Kana bertemu dengan Jade bersama orang yang dia kenal dengan baik sedang mengobrol dengan bahagianya dan Kana pun jatuh pingsan" cerita Mew.

"Apa Kana sudah tahu semuanya?" Tanya Perth.

"Mungkin. P' juga tidak begitu jelas karena tadi p' menunggunya di mobil" jawab Mew.

"Apa p' akan bicara jujur padanya jika Kana sudah sadar?" Tanya Perth.

"Mungkin. P' tidak mau menutupi kenyataan ini dari Kana lagi. Dia berhak untuk tahu tentang Jade" jawab Mew.

"P' kenapa tidak mengatakan pada Kana tentang Jade sejak awal sewaktu Jade menjual Kana pada p'?" Tanya Perth.

"P' tidak tega untuk mengatakannya. P' bisa melihat bagaimana dia sangat menyayangi Jade dan selalu mau memberikan yang terbaik untuk Jade. Pernah p' pergoki Kana ke bank sedang mentransfer sejumlah uang untuk kebutuhan Jade" jawab Mew.

"Anak yang sangat berbakti pada orang tua. Tapi sayang semua itu tidak seimbang dengan perlakuan Jade padanya" ucap Perth.

"Iya" jawab Mew.

"P' akan menjaga Kana malam ini?" Tanya Perth.

"Iya. Dia sudah menjadi tanggung jawabku" jawab Mew.

"Baiklah. Besok pagi akan kubawakan baju ganti untuk p'. P' tidak mau makan?" Tanya Perth.

"Tidak. P' tidak selera makan. P' hanya ingin berada disampingnya saja dan menjadi orang pertama yang akan dia lihat saat sadar nanti" jawab Mew.

"Baiklah. Oh ya p', besok ada rapat. Perth handle dulu?" Tanya Perth.

"Iya" jawab Mew.

"Baiklah. Selesai rapat akan Perth berikan laporan nya pada p'." Ucap Perth yang disertai anggukan dari Mew.

Sepeninggal Perth, Mew langsung menuju tempat tidur Kana dan duduk disampingnya sambil membelai halus pucuk kepalanya. Tanpa disadari Mew pun tertidur dengan lelapnya karena kelelahan yang menderanya. Keesokan paginya Mew terbangun tanpa Kana di tempat tidur. Mew pun menanyakan perihal Kana pada perawat dan ada 1 perawat yang tahu kalo Kana sedang berada di rooftop rumah sakit. Mew pun langsung kesana dan menemukan Kana sedang duduk di kursi memandang matahari terbit.

"Sayang ... kenapa tidak bangunkan p'?" Tanya Mew yang memeluk leher Kana dari belakang.

"P' Mew ... Kana tidak mau bangunkan p'. P' sudah cukup lelah mengurus Kana" jawab Kana.

"P' tidak akan pernah lelah mengurus kesayangan p' yang 1 ini. Karena p' begitu mencintainya" ucap Mew sambil menangkup wajah Kana dengan posisi berlutut di depan nya.

"Khop khun p'. Tapi Kana tidak pantas mendapat perhatian yang begitu besar dari p'." Jawab Kana sambil menangis.

"Pantas. Tentu saja pantas" ujar Mew sambil memeluk Kana.

"P', bolehkah Kana bertanya sesuatu pada p'?" Tanya Kana.

"Tentu sayang. Apa yang mau Kana tanyakan?" Jawab Mew.

"Soal ibuku. Apakah p' telah mengetahuinya?" Tanya Kana.

"Kana, p' K̄hxthos̄ʹ na telah menyembunyikan ini semua dari Kana. Sebenarnya sewaktu Jade menjual Kana pada p', saat itulah p' memutuskan untuk selalu menjaga dan mencintai Kana. P' tidak akan pernah membiarkan Kana terluka lagi" jawab Mew.

"P' tahu kalo Jade hanya menjadikanku sebagai atm nya saja?" Tanya Kana.

"P' tahu. Bahkan p' juga tahu kalo Jade bukanlah ibu kandungmu dan Jade jugalah yang menyuap pengadilan agar menjatuhkan hukuman mati pada ayahmu" jawab Mew yang membuat Kana lemas terduduk.

King Mafia My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang