"JAA, MASUKLAH!! BUJUKLAH IBUMU INI!!" teriak Mew yang membuat Jade kaget dan Kana berhenti menangis.
"Jaa?? JAA ... JAA ANAKKU..." teriak Jade yang kemudian mendorong Cony dan berlari keluar. Saat membuka pintu, ternyata diluar sudah ada begitu banyak polisi yang langsung mengamankan Jade.
"Kurang ajar kamu Mew Jongcheveevat. Kamu sudah menipuku. Tunggu pembalasanku!!" teriak Jade yang berontak saat diborgol oleh kepolisian.
"Baik. Aku akan menunggumu Jade. Kita akan melihat siapa yang akan mati duluan. Sejujurnya masih banyak rahasiamu yang belum diketahui oleh publik. Jadi bersiaplah." ancam Mew.
"Bawa dia!!" pinta polisi yang kemudian membawa paksa Jade dan samar-samar masih terdengar suara Jade berteriak.
"Kana.." panggil Mew yang melihat Kana terduduk lemas.
Plak...
"Ka......"
"Aku menamparmu karena kamu telah membahayakan nyawa mae ku. Awalnya aku mengira kamu bisa menolong mae ku. Tapi apa yang kamu lakukan? APA?!" teriak Kana yang kemudian ditenangkan ibunya.
"Nak, jangan berkata seperti itu pada Mew. Justru dia telah menolong mae. Mew sepertinya lebih memahami Jade daripada dirimu." ucap Cony.
"Maksud mae? Kenapa mae malah lebih membela orang yang sudah membahayakan nyawa mae?" tanya Kana yang tidak percaya dengan perkataan Cony yang lebih membela Mew.
"Nak, dengarkan mae. Mew tahu kalau Jade itu sebenarnya tidak ingin membunuh mae. Yang dia inginkan hanya melarikan diri dari kejaran polisi. Dibalik sifat bencinya Jade, mae masih bisa merasakan kalau Jade masih seperti dulu yang polos." jawab Jade.
"Polos? Hahahaha ... kalau dia memang masih polos, dia tidak akan memperlakukan aku seperti itu lagi mae. Dia tidak akan memaksaku untuk memakan kotoranku dan menyiramku dengan air panas. Menurutku setelah cinta Jade ditolak pho, dia jadi pyscho." kesal Kana.
"Nak, ibu tahu kesusahan yang kamu lalui dan ibu juga tidak ada di sampingmu saat kamu membutuhkan ibu. Maafkan ibu na.." sesal Cony.
"Ini bukan salah ibu. Tapi yang pantas disalahkan adalah Jade. Dia yang sudah memisahkan kita." jawab Kana.
"Ya sudah. Sekarang kita pulang. Ajak juga Mew untuk makan malam di rumah kita. Tapi ... dimana Mew?" tanya ibunya yang pada saat berbalik Mew sudah tidak ada.
"Mungkin dia sudah pergi. Baguslah. Yuk kita pulang mae.." ucap Kana sambil menarik tangan Cony.
Mew yang keluar dari kamar secara diam-diam itu, di dalam mobilnya dia menangis sangat keras sambil membanting setirnya.
"Mew, jangan menangis lagi. Apa perlu aku yang menggantikanmu untuk menyetir mobil?" tanya seorang wanita sambil mengelus halus kepala Mew.
"Tidak perlu. Apa urusanmu disini sudah selesai?" tanya Mew.
"Sudah. Tinggal proses nya saja." jawab wanita itu.
"Baguslah." jawab Mew.
"Mew, yang kamu lakukan demi Kana apa dia tahu?" tanya wanita itu.
"Dia tidak perlu tahu mengenai semua itu. Yang terpenting dia bahagia sudah bertemu dengan ibu kandungnya dan aku pun bahagia." jawab Mew.
"Tapi ... setelah apa yang kamu lakukan padanya, dia malah menamparmu. Pantaskah itu?" tanya wanita itu dengan kesal.
"Moon, yang kuinginkan hanya dia bisa berbahagia. Soal dia menamparku ataupun marah, aku........uuuhhhuuukkk ... uuuhhhhuuukkkk....."
"Astaga Mew, sudah ... sudah. Jangan terbawa emosi lagi. Maafkan aku na. Sekarang minum obatmu." pinta Moon sambil memberikan sebotol kecil obat pada Mew.
KAMU SEDANG MEMBACA
King Mafia My Husband
Fiksi PenggemarGulf Kanawut, seorang pemuda berusia 22 tahun yang dijual oleh ibunya yang mempunyai hutang yang sangat banyak pada seorang rentenir. Dia tidak bisa membayar hutang tersebut sampai pada akhirnya Kana dijual oleh ibunya sendiri pada seorang mafia kej...
