"Halo .. siapa ini?" tanya Moon saat mengangkat hp Mew.
"Ini siapa? Dimana p' Mew?" tanya Kana kembali.
"Aku tunangan nya. Ada apa kamu mencarinya?" ujar Moon.
"Tidak apa-apa. Khap khun.." jawab Kana sambil mematikan hp nya dan tak bisa menahan air mata di pelupuk matanya. Kana pun menangis di pelukan sang ibu.
Sementara Mew juga menangis dalam tidurnya dan air mata menetes di sudut matanya. Moon pun tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menghela napas. Setelah itu Moon pun menyetir untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Bangkok.
Sesampainya di mansion mewah milik Mew, Moon pun membangunkan Mew. Tapi kali ini Mew tidak bangun lagi dan Moon pun membawa Mew ke rumah sakit. Moon terus menanti dengan khawatir di ruang UGD. Kemudian Moon berpikir akan menghubungi Kana, tapi dia takut Mew pasti akan marah besar padanya.
Setelah berpikir keras Moon pun mengambil keputusan untuk menelepon Kana kembali. Tapi kali ini Kana tidak mengangkat telepon nya, karena Kana tengah menangis di kamarnya. Moon pun berinisiatif untuk mengirim sms pada Kana.
'Kana, tolong datang ke rumah sakit Bumrungad Int'l Hospital sekarang. Mew pingsan. Kumohon datanglah...' isi sms dari Moon yang pada saat itu dia sudah tidak mau memikir kan lagi kalo nantinya dia akan menjadi sasaran kemarahan Mew ataupun harus dikembalikan ke Cuba. Yang terpenting baginya, dia sudah menyatukan 2 manusia yang saling mencintai itu.
Keesokan paginya, Kana yang terus menangis itu akhirnya terlelap tidur dan dia melihat ada sms dari nomor tak dikenal. Kana pun membukanya dan betapa terkejutnya dia melihat isi sms tersebut dan menelepon Moon.
"Sawadee khap. Apakah ini kamu yang mengirimkan sms padaku soal p' Mew?" tanya Kana.
"Iya. Ini aku yang semalam mengatakan padamu kalau aku istri Mew. Aku bukanlah istrinya. Datanglah ke rumah sakit yang ku sms kan padamu semalam. Aku akan menjelaskan semuanya padamu." jawab Moon.
"Baiklah. Lalu bagaimana keadaan p' Mew sekarang?" tanya Kana dengan nada khawatir.
"Tidak begitu baik. Kamu datanglah kesini melihat sendiri keadaan Mew." jawab Moon.
"Baik. Aku segera kesana." ujar Kana yang langsung mematikan hp nya dan langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan keluar tanpa pamit pada Cony yang membuat nya kebingungan melihat Kana.
"Bagaimana keadaan p' Mew?" tanya Kana pada Moon sesampainya di rumah sakit.
"Buruk. Buruk sekali. Beberapa minggu yang lalu dia ditembak orang tak dikenal di paru-paru nya sewaktu menghadiri acara gathering di hotel." jawab Moon.
"Apakah pelakunya sudah tertangkap?" tanya Kana.
"Sudah meninggal ditembak oleh anak buah Mew." jawab Moon.
"Apakah p' Mew mengenalnya?" tanya Kana.
"Iya. Namanya Jaa." jawab Moon.
"Jaa? Anaknya mae Jade?" tanya Kana dengan nada kaget.
"Iya. Kamu kenal dia?" tanya Moon kembali.
"Hanya mengenal namanya saja. Yang aku tahu kalau dia pernah ditugaskan untuk memata-matai p' Mew. Itupun p' Mew yang cerita." jawab Kana.
"Iya. Itu benar." jawab Moon.
"Kalau begitu aku pamit dulu...."
"Kamu tidak mau menjaga Mew?" tanya Moon.
"A-Aku? Tidak. Kamu istrinya. Aku......"
"Tidak. Itu tidak benar. Aku bukan istrinya. Aku kakak sepupunya. Namaku Moon. Semalam dia menyuruhku melakukan itu karena dia tidak mau kamu melihat keadaannya yang lemah. Maaf na..." sesal Moon.
"Jadi benar kalian bukan......."
"Bukan. Percayalah padaku. Kamu tahu, sewaktu kamu menelepon nya mengatakan kalau mae mu sudah menyetujui hubungan kalian, dia sangat senang sekali. Dia seakan sehat kembali. Tidak memikirkan peluru yang bersarang di paru-paru nya lagi." cerita Moon.
"Kenapa dia tidak pernah mau menceritakan apapun padaku? Kenapa dia harus menyembunyikan nya dariku dan membuatku diriku seperti orang idiot. Kenapa? Hikz .. hikz .. hikz...." tangis Kana sambil memandang Mew lewat ICU kaca.
"Dia bukan mau membuatmu seperti orang idiot yang tidak tahu apa-apa, Kana. Dia tidak mau kamu ikut menanggung deritanya, stress nya dan kesusahan nya di dunia mafia. Dia hanya menginginkan kamu bahagia." ucap Moon sambil mengelus halus bahu Kana.
"Aku tahu. Tapi kalau dia tidak berada disampingku, tidak mungkin aku merasa bahagia." jawab Kana.
"Kalian memang pasangan sejati. Jika saja aku bisa merasakan kebahagiaan yang kalian rasakan, pasti aku akan sangat bahagia. By the way, kamu jagalah dia. Aku mau kembali ke mansion membawa barang-barang Mew." ucap Moon yang kemudian disertai anggukkan dari Kana.
Moon pun beranjak pergi ke mansion Mew untuk mengambil barang-barang Mew, sementara Kana terus berada di balik kaca ICU untuk melihat keadaan Mew yang dipasangi begitu banyak selang yang salah satunya adalah alat pemacu jantung. Terdengar suara alat pacu jantung Mew yang terus berbunyi, menandakan kalau jantung Mew masih berada dalam keadaan normal.
Tak berapa lama, perawat pun mengijinkan Kana untuk masuk ke dalam menjenguk Mew. Kana pun berbicara dengan Mew sambil memegang tangan nya dan pada saat melihat Moon sudah balik, Kana pun mencium kening Mew.
"Kana, kamu pergilah makan. Aku sudah membelikan makanan untukmu. Setelah itu pulang dan istirahatlah. Mew biar aku yang menjaganya." pinta Moon.
"Tidak. Aku mau terus menjaga p' Mew sampai dia sadar." jawab Kana sambil terus memandang Mew dan mengelus halus kepalanya.
"Ya sudah. Sekarang kamu pergilah makan. Bukankah kamu harus kuat menjaga Mew nantinya? Aku tidak mau lho menjaga 2 orang sakit seperti kalian." bujuk Moon.
"Tapi bagaimana aku bisa ada selera makan disaat p'Mew seperti ini.." jawab Kana.
"Tidak ada selera makan pun harus makan, Kana. Nah, ini. Ayo dimakan.." bujuk Moon sambil memberikan makanan yang dia beli.
"Baiklah p' Moon. Aku makan.." jawab Kana sambil mengambil makanan dari tangan Moon, lalu makan di kursi panjang diluar ruang ICU.
"Oh ya, katakan padaku bagaimana kamu berkenalan dengan gunung es itu?" tanya Moon sambil menunjuk Mew dengan mulutnya.
"Aku dijual ibu tiriku pada p' Mew. Awalnya aku takut padanya. Tapi lama kelamaan aku merasa kalau dia sangat hangat." jawab Kana.
"Hangat?? Hahahahaha .... kana oh Kana. Tidak tahukah bagimu kalau disaat itulah pertama kalinya dia jatuh cinta pada seorang pria yang tampan, lucu dan manis sepertimu." ujar Moon.
"Benarkah?" tanya Kana yang susah percaya dengan apa yang dikatakan Moon.
"Tentu saja manis. Dia sering curhat padaku kalau dia telah menemukan cintanya dalam diri seorang pria, tapi dia takut ditolak. Kamu tahu kalau aku terus menyemangati nya untuk terus mengejar cintanya." cerita Moon dengan wajah sumringah.
Saat mereka sedang bercerita, mendadak pemacu jantung Mew pun bergerak dengan cepat dan terlihat dokter dan perawat masuk ke kamar untuk memeriksa keadaan Mew. Kana dan Moon pun diusir keluar supaya mempermudah dokter untuk bekerja. Diluar ICU, Kana hanya bisa berdoa semoga Mew tidak diambil darinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
King Mafia My Husband
FanfictionGulf Kanawut, seorang pemuda berusia 22 tahun yang dijual oleh ibunya yang mempunyai hutang yang sangat banyak pada seorang rentenir. Dia tidak bisa membayar hutang tersebut sampai pada akhirnya Kana dijual oleh ibunya sendiri pada seorang mafia kej...
