Chapter 26

5.1K 436 18
                                        

"A-apa katamu? Jade melarikan diri? Bagaimana mungkin?" tanya Kana dengan wajah kaget.

"Iya. Maka dari itu aku menyuruhmu membawa ibu ke rumahku." jawab Manaow.

"Tidak Manaow. Biarkan aku menghadapinya kali ini. Sudah cukup anakku menderita di tangannya." ujar Cony yang membuat Kana dan Manaow membelalak kaget.

"Mae, jangan. Dia itu psycho." ujar Kana menghalang mamanya.

"Nak, biarkan kali ini mae berbuat sesuatu demi untuk anak mae yang manis ini. Mae tahu penderitaan yang kamu alami, mae tidak akan bisa menebusnya. Bahkan nyawa mae juga tidak akan bisa menebus penderitaan yang kamu alami selama 20 tahun lebih ini." jawab Cony sambil memegang tangan Kana.

"Mae jangan berkata seperti itu. Mae masih hidup saja itu sudah membuatku bahagia. Aku mohon jangan tinggalkan Kana lagi, mae." ujar Kana menangis.

"Gak sayang. Mae janji tidak akan meninggalkanmu lagi." jawab Coby sambil membelai halus wajah Kana dengan penuh kasih sayang.

"Ehem ... ibu, aku janji akan mencari siapa yang membantu Jade melarikan diri dari panti sosial." janji Manaow.

"Baiklah. Khap khun ya nak." jawab Cony.

"Ibu jangan berterima kasih padaku. Kalau bukan karena ibu yang menyelamatkanku waktu aku masih kecil, pasti sekarang aku sudah menjadi seorang pesakitan." jawab Manaow.

"Jangan berkata seperti itu nak. Ibu hanya membantu saja." ucap Cony merendah.

"Ibu istirahat ya. Aku kembali ke panti sosial dulu untuk menginterogasi saksi yang melihat Jade kabur dari panti sosial." pamit Manaow.

"Memangnya ada saksi yang melihat Jade kabur ya Manaow?" tanya Kana.

"Ada. Menurut Lucia, saksi itu melihat kalau ada yang membantu Jade kabur dari panti sosial. Tapi dia tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang membantu Jade untuk kabur." jawab Manaow.

"Oh. Apakah orang yang membantu Jade untuk kabur sangat mengenal nya?" tanya Kana.

"Justru itulah yang mau kuselidiki, Kana. Aku pergi dulu ya ibu. Lusa aku akan menjemput ibu untuk pulang ke rumahku." ujar Manaow yang disertai anggukan dari Cony dan Kana.

Keluar dari rumah sakit, Manaow menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju panti sosial untuk menanyai saksi kunci tentang kaburnya Jade. Sesampainya di panti sosial, Manaow langsung berjalan menuju sebuah kamar yang bertuliskan nama Darryl yang biasa dipanggil Day. Seorang anak kecil berumur 10 tahun.

"Tok .. tok .. tok. Day, kamu sudah bangun?" tanya Manaow.

"Masuk saja p'. Day sudah bangun." jawab Darryl sambil bangun untuk duduk.

"Morning Day." sapa Manaow setelah masuk ke kamar Darryl.

"Morning p'. A-ada yang bi-bisa Day bantu?" tanya Darryl gelagapan.

"Tidak usah gugup seperti itu. Kedatangan p' hanya mau menanyakan soal kaburnya Jade dari panti ini. Bisa Day ceritakan pada p' apa yang terjadi?" tanya Manaow ramah.

"Day sudah cerita pada ibu Lucia. Apakah......"

"Ceritakan ulang pada p'. P' hanya mau tahu cerita jelasnya dari Day. Maukah Day menceritakan nya pada p'?" tanya Manaow.

"Baiklah. Day akan menceritakan nya pada p'. Jadi pada malam itu Day sedang kelaparan dan mau ke dapur untuk mencuri makan. Sekeluarnya Day dari kamar, Day melihat kalau ada seorang pria tinggi berjalan dengan sangat cepat disusul seorang wanita yang jalannya agak pincang. Day mengikuti mereka dan wanita itu mungkin merasa Day mengikutinya, lalu menoleh ke belakang. Dari situ Day tahu kalau wanita itu adalah bibi Jade." cerita Darryl.

King Mafia My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang