Chapter 14

7.1K 634 21
                                        

'Kana, sebenarnya apa yang tengah kamu rencanakan pada Jade? Apakah itu yang dilakukan Jade padamu sewaktu Kana masih kecil?' Batin Mew yang melihat Kana seperti mempunyai kepribadian ganda.

"Apakah sebelumnya H̄æm̀m Jade sudah dibawa ke psikiater?" Tanya Dean.

"Tidak. Aku merasa selagi aku bisa mengurusnya, aku akan mengurusnya" jawab Kana sambil membelai wajah sang ibu.

"Jika Kana berada di mansion, apakah H̄æm̀m Jade pernah berpikir untuk melakukan hal seperti itu?" Tanya Dean.

"Hmm ... sepertinya tidak pernah. Karena aku selalu menemani mae dan dia sangat senang akan itu" jawab Kana.

"Oh. Kalo begitu H̄æm̀m Jade sudah bisa Kana bawa pulang. Sepertinya ini semua karena salah paham saja. K̄hxthos̄ʹ na" ucap Dean.

"Tidak apa-apa paman. Kalo Kana jadi polisi juga pasti akan seperti paman juga" jawab Kana.

"Khop khun na. Apakah orang di belakang Kana itu khun Mew?" Tanya Dean.

"Iya paman. Dia kekasihku" jawab Kana.

"Oh. Baiklah. Senang berkenalan dengan khun Mew. Sekarang H̄æm̀m Jade sudah bisa dibawa pulang" ucap Dean.

"Iya paman. Mae, ayo kita pulang. Sampai di rumah Kana akan obati luka mae dan memandikan mae" bujuk Kana sambil membopong tubuh besar Jade.

"Anak yang berbakti" ujar Dean.

Kana pun membawa Jade pulang diantar oleh Mew. Dalam perjalanan pulang Mew selalu melihat kearah belakang dimana Kana dan Jade duduk. Mew juga melihat bagaimana Kana memperlakukan Jade dengan sangat sayang seolah-olah tidak terjadi apapun.

Sesampainya di rumah, Kana membopong tubuh Jade masuk ke dalam mansion dan duduk di sofa. Kana juga mengambil kotak P3K untuk mengobati luka goresan pisau pada wajah Jade.

"Mae, K̄hxthos̄ʹ na kalo Kana tidak ada waktu memperhatikan mae. Kana akan sering-sering menjenguk mae nantinya" ujar Kana sambil mengolesi obat pada wajah ibunya.

"Benar Jade. Aku tidak akan menghalangi Kana untuk datang sekedar menjengukmu ato pun menginap disini. Asalkan kamu tidak melakuian hal bodoh seperti tadi dan memfitnah Kana" ujar Mew.

"P', jangan bilang seperti itu. Mae hanya menginginkan perhatian Kana saja. Kana bisa mengerti itu. Kana tidak marah kalo mae sudah memfitnah Kana" jawab Kana.

"Ya sudah kalo begitu p' ke kantor dulu" ucap Mew yang membuat Jade kaget, karena Kana pasti akan melakukan sesuatu padanya.

Setelah mengantar Mew sampai mobilnya, Kana masuk ke dalam rumah membawa sebaskom air dan lap bersih untuk mencuci kaki Jade. Kemudian Kana membopong tubuh Jade masuk ke kamar dan memberikan baju ganti untuk Jade. Setelah itu Kana pun keluar dari kamar Jade menuju kamarnya.

'Jade, sudah kubilang kalo kamu bisa meloloskan diri maka pergilah sejauh mungkin dan jangan pernah kembali lagi. Tapi sekarang kamu berada lagi di tanganku, maka kali ini kamu harus merasakan apa yang pernah kurasakan. Dalam waktu 1 minggu ini aku tidak akan melakukan apapun padamu. Tapi lewat dari itu kamu akan merasakan bagaimana kembali ke neraka' gumam Kana ketika melihat pergerakan Jade di tv.

Benar saja, Kana melakukan seperti apa yang dikatakan nya kalo dia tidak melakukan apapun pada Jade. Setiap pagi, siang dan malam Kana selalu mengurusi Jade seperti memasak dan membersihkan rumah. Kana juga rutin mengantar Jade ke dokter untuk mengobati luka goresan pisau pada wajahnya dan luka melepuh akibat siraman air panas tersebut.

Jade yang takut pada Kana, menjadi semakin takut lagi karena dia tidak bisa membaca apa yang dipikirkan oleh Kana. Sewaktu-waktu Kana bisa berubah dari seorang yang penyayang, menjadi seorang monster yang siap untuk menyiksanya kapan saja.
Dalam beberapa hari ini memang Kana tidak menunjukkan gelagat akan membawanya kembali ke basement, tapi bukan berarti Kana tidak akan membawanya kembali kesana.

Hari-hari Jade untuk tenang pun berakhir sudah. Jam 4 pagi Kana bangun dari tidurnya dan membuka lampu kamar Jade. Jade yang merasa matanya belum bisa menyesuaikan dengan cahaya lampu tersebut merepet pada Kana yang berakibat Kana menariknya turun dari tempat tidur dan mengguyurnya dengair dingin. Jade pun berteriak kedinginan.

"Bagaimana Jade? Enak bukan pagi-pagi mandi air dingin?" Tanya Kana.

"Apa maumu?" Tanya Jade.

"Mauku? Bermain lagi denganmu karena sudah 1 minggu ini aku merasa bosan. Bermainlah denganku mae" jawab Kana.

"Kamu akan menyiksaku sampai kapan?" Tanya Kana.

"Sampai aku merasa puas mae. Bukankah aku sudah pernah melepaskan mae untuk pergi jauh? Kenapa mae balik lagi? Apa mae begitu merindukanku?" Tanya Kana.

"Apa yang kamu mau dari mae, Kana? Apa salah mae padamu sampai kamu berubah menjadi seperti ini?" Tanya Jade.

"Salahku? Mae mau tahu apa salah mae? Mae pikirkan sendiri. Sekarang mae harus kembali ke tempat yang seharusnya" jawab Kana menarik rambut Jade dalam keadaan basah kuyup ke basement.

"Aaahhhh ... kakiku. Ka-kana sepertinya kaki mae keseleo" ringis mae.

"Benarkah? Apa yang harus Kana lakukan sekarang?" Tanya Kana berpura-pura.

"Ambilkan obat gosok untuk mae tentu saja, bodoh!!" Maki Jade.

"Bodoh? Mae memakiku bodoh? Kalo begitu mae tunjukkan dimana obat itu, karena aku bodoh. Yuk mae" jawab Kana kembali menarik rambut Jade dari basement menuju keatas.

"Aaaaa-aaaampun Kana. Ampuni mae. Mae salah. Mae tidak seharusnya memaki Kana bodoh. Kana pintar. Kana anak mae yang paling pintar" ucap Jade.

"Kenapa kata-kata itu tidak pernah mae ucapkan dari dulu ya" jawab Kana memandang Jade dengan tatapan tajamnya.

"I-itu salah mae, sayang. Kana mau kan maafkan mae?" Mohon Jade sambil berlutut di depan Kana.

"Kana mau saja memaafkan Jade. Tapi......hmmm......"

"Tapi apa Kana? Katakanlah apa yang Kana mau? Mae akan menuruti" ujar Jade.

"Benar? Mae tidak bohong?" Tanya Kana.

"Benar. Asal Kana tidak mengembalikan mae ke basement" jawab Jade.

"Justru di basement itulah tempat yang paling cocok untuk mae. Ayo kembali lagi kesana" ucap Kana sambil menarik kaki Jade yang keseleo tadi.

"Aaahhhh ... hentikan Kana. Kaki mae sakit. Aaaahhhhh...." teriak Jade.

Kana terus saja menarik kaki Jade menuju basement dengan menuruni tangga sehingga pinggang Jade membentur tangga, begitu juga dengan kepalanya yang membentur tembok. Sampai di basement, Jade pun dibiarin begitu saja. Kemudian Kana keluar dari basement tidak mengunci pintu basement. Jade yang hendak melarikan diri itu pun sepertinya tidak berdaya karena seluruh tubuhnya sakit akibat benturan dari tarikan Kana tadi.

Mew yang sudah sampai di kantornya itu berpikir kalo seorang Kana bisa berubah menjadi orang yang sangat menakutkan. Tapi walaupun begitu, Mew merasa kalo perlakuan Kana ke dia dengan perlakuan Kana ke Jade tidaklah sama. Mew pun memanggil orang kepercayaan nya untuk menyelidiki masa kecil Kana.

King Mafia My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang