Chapter 6

12.5K 952 56
                                        

"Ba-bagaimana mungkin Perth berhubungan dengan semua ini" tanya Kana tidak mengerti.

"Ini hanya kecurigaanku saja" jawab Mew.

Kana pun menemani Mew disaat dia tengah mengeluarkan peluru itu dari perutnya. Terkadang wajah Kana meringis, seakan bisa merasakan apa yang dirasakan Mew. Setelah peluru itu keluar, Mew menjahit lukanya dibantu Kana. Setelah Kana memastikan Mew beristirahat, dia pun keluar kamar membuat bubur untuk Mew.

"P' Miu .. p' Miu bangunlah. Makanlah dulu" panggil Kana.

"Nnnggghhh sayang. Kana buatkan apa untukku?" Tanya Mew.

"Bubur. Makanlah" jawab Kana.

Mew berusaha bangun dibantu Kana setelah meletakkan buburnya diatas nakas. Dengan penuh cinta Kana menyuapi Mew, walau terkadang Mew agak sedikit meringis menahan kesakitan.

"P' Miu, apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Kana.

"P' akan menyelidiki siapa dalang dibalik ini semua" jawab Mew.

"Tapi apakah Perth juga p' curigai?" Tanya Kana.

"Bisa saja kan. Karena hanya dia saja yang tahu kalo aku yang mengantarmu pulang" jawab Mew.

"Apa Perth bekerja sama dengan Joe?" Tanya Kana kembali.

"Bukan. Tapi dia bekerja sendiri" jawab Mew.

"Tujuannya?" Tanya Kana

"Justru itulah yang kuselidiki sekarang" jawab Mew.

"Baiklah. Sekarang kamu istirahatlah. Aku akan menyiapkan makan malam untuk kita" ujar Kana.

"Jangan pergi sayang. Tetaplah bersamaku" ucap Mew sambil menarik tangan Kana.

"P' Miiuuu...."

"Tidak ada bantahan. Tetaplah bersama p' na" ujar Mew.

"Baiklah. Sekarang istirahatlah. Kana akan terus berada disini sampai p' tertidur" jawab Kana sambil membetulkan bantal agar Mew bisa beristirahat.

Selama Mew sedang beristirahat, Kana terus menemaninya dan membuat Kana berpikir kenapa Mew bisa mencurigai Perth. Saking lelahnya berpikir, akhirnya Kana pun tertidur disamping tempat tidur Mew. Malamnya Kana terbangun dan menemukan Mew sudah tidak ada di tempat tidurnya. Kana yang kuatir pun langsung mencari yang ternyata Mew berada di dapur sedang membuatkan makan malam.

"P' Miiuuu ... kenapa tidak bangunkan Kana?" Tanya Kana sambil mengucek matanya.

"Sudah jangan dikucek lagi. Ayo duduk. Aku menyiapkan makanan kesukaan Kana" jawab Mew membawa tubuh Kana untuk duduk.

"Hmmmmm ... harumnya. Inikan pork basil kesukaan Kana" ucap Kana dengan mata berbinar.

"Iya. Makanlah" ujar Mew.

Mereka pun makan malam dengan sangat tenang. Sekali kali Mew melihat kearah Kana karena dia tidak tahan dengan manisnya Kana. Sementara Perth yang berada di rumah sangat kuatir dengan apa yang dia lakukan pada Mew. Dia terus berdoa semoga tidak terjadi apa-apa pada kakaknya itu.

"Maafkan aku p'. Aku terpaksa melakukan ini karena p' tidak pernah mau jujur pada hati p' sendiri. Semoga saja p' tidak apa-apa" gumam Perth sambil mengusak kasar rambutnya.

Tok .. tok .. tok

"Masuk" pinta Perth.

"Khun, para tetua sudah hadir. Mereka berada di ruang tengah sekarang" ucap maid.

King Mafia My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang