Chapter 10

9.9K 779 48
                                        

"Ja-jadi p' ta-tahu se-semuanya?" Tanya Kana.

"Iya sayang. P' K̄hxthos̄ʹ na menyembunyikan semua ini dari Kana. P' berpikir akan mencari waktu yang tepat untuk menceritakan ini semuanya padamu" jawab Mew sambil meminta maaf.

"Apa saja yang p' tahu tentang ibuku? Apakah benar aku dijual karena ibuku berhutang padamu?" Tanya Kana menahan tangisnya.

"Kana dijual kepada p' karena Jade berhutang, itu benar. Waktu itu dia dengan mudahnya menyerahkanmu pada p' begitu saja. P' tidak merasakan adanya ketidak relaan pada diri Jade" jawab Mew yang merengkuh tubuh Kana.

"Ibuku sudah tidak mencintaiku. Tidak ada lagi yang mencintaiku p'. Aku sendirian di dunia ini" ujar Kana dalam pelukan Mew.

"Tidak sayang. Masih ada p'. P' akan selalu menyayangi dan mencintaimu. Percayalah pada p' na" jawab Mew mengelus halus punggung Kana.

"P' tidak akan meninggalkanku?" Tanya Kana dengan air mata yang membasahi pipinya.

"Tidak sayang. P' tidak akan pernah meninggalkan Kana apapun yang terjadi. Percayalah" jawab Mew sambil menangkup wajah Kana dan memeluknya.

"Khop khun na p'. Bawalah Kana kemana pun p' pergi" ucap Kana dengan lirih.

"Pasti sayang" jawab Mew menahan tangis.

1 minggu setelah Kana dirawat di rumah sakit, Mew pun membawanya pulang ke mansion nya. Kana disambut oleh para maid dengan sangat baik dan semua maid itu meminta maaf pada Kana karena sudah mencurigai Kana yang telah menculik Perth hari itu. Kana maklum dengan semua itu.

Dari hari ke hari kondisi Kana tidaklah membaik. Malah terkadang Mew pernah mendengar dari maid kalo mereka pernah mendengar Kana seperti orang yang stress suka berbicara sendiri, menangis sendiri bahkan sampai melukai dirinya sendiri memakai silet pemberian Mew dengan menyilet tangannya. Mew yang mengetahui itu dari para maid mencoba membawa Kana pada sahabatnya, Nicky yang merupakan psikiater. Kana yang memang sangat tertutup agak susah untuk diajak bicara oleh Nicky. Tapi dari hasil kesimpulan Nicky yang disampaikan pada Mew adalah mencoba untuk membawa Kana travelling.

Akhirnya Mew memutuskan untuk membawa Kana berlibur ke 3 negara. Yaitu Switzerland, Korea dan Maldives. Selama berlibur, Mew tidak mendapati Kana berbicara sendiri atopun melukai dirinya sendiri. Malah sebaliknya, Kana untuk mencoba menikmati liburan itu karena dia tidak mau mengecewakan Mew yang sudah mengatur liburan ini hanya untuk dia.

"Sayang, kamu menikmati liburan ini?" Tanya Mew saat makan malam.

"Sangat p'. Khop khun na p' Mew" jawab Kana dengan wajah sumringah yang dia paksakan.

"Hari ini istirahat lebih awal na. Besok kita akan melakukan perjalanan ke Korea" ujar Mew.

"P', bisakah kita berada di Switzerland lebih lama? Kana suka disini" mohon Kana.

"Tentu sayang. Apapun itu untukmu sayang" jawab Mew menangkup wajah Kana.

Malamnya saat mereka hendak tidur, mendadak Mew mendengar Kana yang berbicara sendiri. Mew pun membuka matanya dan mencari dimana asal suara Kana yang ternyata berada di kamar mandi. Kana berbicara seolah-olah didepannya ada ayahnya, kemudian Kana berteriak memanggil Mew yang langsung masuk ke kamar mandi memeluk Kana.

"Kana, sayang ada apa?" Tanya Mew memeluk Kana.

"Itu ... itu p' ... mae disana. Mae mau membawaku jauh dari p'. Kana takut p'. Kana takut. Lindungi Kana, p' Mew" tunjuk Kana pada dinding sambil memeluk Mew.

King Mafia My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang