[13] Pertentangan

40.5K 7.8K 4.1K
                                        

Di dalam ruangan yang tidak terlalu besar, Jeno dan Jaemin diminta menunggu kedatangan Raja untuk membicarakan sesuatu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di dalam ruangan yang tidak terlalu besar, Jeno dan Jaemin diminta menunggu kedatangan Raja untuk membicarakan sesuatu. Jarang jarang ada yang dipanggil secara khusus seperti ini. Bahkan Jeno yang berstatus anak Raja sendiri terkesan jarang mendapat pembicaraan yang terlalu formal dengan ayahnya. Kalaupun ada, pasti diruangan singgasana yang dipenuhi penjaga. Bukan di tempat tertutup seperti ini.

Ditengah keheningan, Jeno tiba tiba berseru "Tebak, kita akan di panggang atau di mutilasi?"

Jaemin memelototinya dari kursi samping.

"Hahahahahaha tenang tenang. Aku hanya bercanda. Serius sekali"

Jaemin kembali duduk seperti biasa tanpa menjawab apapun. Tapi Jeno sangat tidak terbiasa dengan keheningan, remaja itu mencoba membahas apapun.

"Menurutmu, apa Kim Yeri tadi berbohong?"

Jaemin tidak menjawab.

"Na Jaemin, Jawab aku"

Jaemin berujar singkat, "Berisik"

"Disini hanya ada kita. Kenapa tidak mengobrol saja daripada sunyi"

Jaemin masih tidak mengatakan apa apa.

"Baiklah kalau kau tidak mau mengobrol denganku, biar aku saja yang berbicara. Dengarkan aku ya?"

Jeno melanjutkan, "Kita anggap saja apa yang dikatakan Kim Yeri tadi benar terjadi, itu artinya dua manusia yang dia maksud ada kemungkinan dibantu oleh salah satu kaum ABO. Kalau tidak, tidak mungkin manusia itu bisa berkeliaran selama satu bulan tanpa ketahuan. Bahkan sampai sekarang"

"Dan mengenai ucapannya tentang tempat persembunyian, menurutmu apa alasan mereka mengarahkan kita untuk kesana? Apa itu disengaja?"

Jeno menunggu Jaemin menjawab, tapi setelahnya dia kembali tersadar, "ah benar, kau tidak akan menjawabku. Baiklah akan ku lanjutkan"

"Apa kita perlu mendatangi istana tua itu diam diam untuk memastikan?"

"Sayangnya kau tidak perlu melakukan itu" Suara lain dari arah pintu mengagetkan mereka berdua.

Jeno dan Jaemin sontak menoleh. Dan orang itu ternyata adalah Seo Johnny.

Jeno terlihat bingung, "Dimana ayah— maksudku Yang Mulia? Bukannya tujuan kami datang kesini untuk bicara dengannya?"

Johnny berjalan dengan tenang dan duduk di kursi dihadapan mereka berdua. Suaranya berat "Raja sedang ada urusan. Aku akan menggantikannya"

Jeno dan Jaemin menatap ke arah Johnny dengan tatapan penasaran.

Johnny tersenyum, "Sebelum ke inti masalah, aku ingin bertanya, ada apa diantara kalian berdua?"

Dua orang remaja itu menautkan kening tanda tidak mengerti.

"Maaf karena tidak sabaran, tapi aku benar benar penasaran.. sejak kapan kalian berteman?"

Jeno baru saja ingin membuka mulut, tapi Jaemin sudah lebih dulu berbicara dengan penuh penekanan "Kami. Tidak. Berteman"

KINGDOM - NOMINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang