LUIS FONSI ft DY - DESPACITO
💚
Zaki terbangun dari tidurnya karena merasa tenggorokannya kering. Bocah tampan itu mengambil satu gelas berisi air putih diatas nakas lalu meminumnya sampai habis.
"WOW" pekiknya girang sekaligus terkejut ketika melihat kedua orang tuanya sedang berpelukan mesra
"Hihihi, Lomantis" kekeh Zaki geli
Anak itu menarik bantal miliknya lalu merebahkan badannya dengan gaya tengkurap, wajahnya menghadap ke arah kedua orang tuanya. Zaki menangkup kedua pipinya, tersenyum-senyum menatap wajah polos Dahyun dan Sana. Pemandangan yang baru pertama kali dia lihat.
Sana menggeliat didalam pelukan Dahyun. Perutnya terasa berat, seperti ada beban yang menimpanya. Matanya terbuka dan langsung disuguhi wajah tampan Dahyun. Namun, ada suara tawa yang menganggu telinganya. Sana menoleh, seketika wajahnya memerah seperti tomat.
"Za-zaki? Kapan Zaki bangun?" Tanyanya terbata karena malu dilihat anaknya
"Hihihi... Sejak 10 menit yang lalu. Mommy dan Daddy Lomantis sekali" Kata Zaki gemas
Sana terkekeh canggung, melepaskan pelukan tangan Dahyun di pinggangnya. Dahyun menggeliat "Jangan lepas. Aku masih mengantuk" Katanya serak semakin mengeratkan pelukannya
"Da-dahyun!!! Lepas!! Ada Zaki!" Sana mendorong dada Dahyun menjauh sehingga tangan pria itu terlepas dari perutnya
Dahyun mengerjapkan matanya, menatap kesal Zaki "Apa lihat? Dasar penganggu!" Gerutunya dan langsung mendapat pukul dari Sana
"Hihihi. Daddy jelek!" Ejek Zaki memeletkan lidahnya
Sana mendorong kuat tubuh Dahyun sampai pria itu jatuh ke lantai tanpa memakai sehelai benang pun "Cepat pergi mandi!" Decaknya menatap tajam Dahyun
Dahyun mendengus kesal, merangkak pergi masuk ke dalam kamar mandi agar tubuh telanjangnya tidak dilihat Zaki. Bisa gawat kalau sampai anak itu melihat Juniornya. Pasti akan banyak pertanyaannya lagi.
Sana menarik selimut ke atas agar tubuh telanjangnya tidak terekspos "Sini mendekat, Mommy mau mencium Zaki"
Zaki mengangguk, merangkak mendekati Ibunya "Good molning, Mom" Ucapnya membalas kecupan Sana
"Good morning, Boy. Tumben Zaki cepat bangun? Biasanya kan Zaki bangun jam setengah delapan" Tanya Sana mengalihkan pemikiran Zaki agar anak itu tidak bertanya soal apa yang dia lihat tadi
"Tenggolokan Zaki keling. Jadi Zaki telbangun. Zaki sudah minum habis satu gelas ail putih" Balas Zaki menunjuk gelas yang berada diatas nakas kemudian menatap khawatir leher jenjang Ibunya yang penuh bercak merah
"Good, Boy!" Puji Sana mengecup gemas bibir Zaki
"Mom!? Mommy sakit? Kenapa lehel Mommy memelah? Lihat, banyak sekali" Zaki mengelus bercak merah dileher Sana memakai telunjuk mungilnya
Seketika seluruh tubuh Sana menegang, tidak tau harus memberi jawaban seperti apa untuk pertanyaan anaknya "O-oh, i-itu Mommy digigit serangan semalam. Iya, digigit serangga, hehehe" Jawabnya asal. Sana melirik ke arah kamar mandi, berharap Dahyun cepat datang.
"Apa selangganya besal? Pasti Mommy kesakitan. Kita halus pelgi ke Lumah Sakit untuk memeliksa lehel Mommy" Zaki bangkit mendudukkan dirinya
Dahyun keluar dari kamar mandi dengan wajah segar. Tubuh bagian atasnya terpampang, memperlihatkan otot-otot diperutnya yang berjumlah delapan bongkahan. Sana menelan salivanya susah payah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Depend On You
RomanceMAFIA "Aku tidak akan pernah menikah" Itu adalah prinsip yang dipegang kuat oleh Kim Dahyun Leader Mafia Wilayah Selatan Amerika Serikat. Namun, karena kejadian malam itu membuat Dahyun harus bertanggung jawab atas kehamilan seorang model yang berna...
