Part 3

1.8K 200 27
                                        

JUSTIN BIEBER - BABY

💚

Tiga minggu kemudian,

Sana terbangun karena merasa ponselnya terus berdering. Sana melihat ada 20 panggilan tak terjawab dari Managernya. Sana mendengus kesal kemudian beranjak menuju ke kamar mandi.

Setelah selesai mencuci wajahnya. Sana menoleh ke samping "Tidak! Tidak mungkin" Sana tersentak secepatnya meraih kalender dan melihat tanggal datang bulannya yang sudah telat selama 3 minggu

Sana terduduk meremas perutnya yang masih rata. Sana kembali menangisi takdir yang tak sesuai keinginannya. Sana berpikir bahwa dia tidak akan hamil karena hanya melakukan satu kali.

Ponselnya kembali berdering memunculkan nama si pemanggil 'Manager'. Sana menjawab "Hallo?"

"Kau dimana? Setengah jam lagi kita akan melakukan pemotretan dengan Kim's Collection. Aku sudah menunggumu di lobby"

"Aku baru saja selesai mandi. Tunggu 20 menit" Sana mematikan panggilan sepihak kemudian berdiri membuka seluruh pakaiannya menampilkan tubuh moleknya yang seksi dan melihat perutnya yang sebentar lagi akan membuncit

Sana menghirup udara sebanyak-banyaknya lalu menghembuskannya secara perlahan-lahan "Semangat, Girl. Kau masih punya waktu untuk berkerja" Ucapnya menyemangati dirinya sendiri sambil mengelus perutnya yang rata

Sesudah berpakaian Sana turun ke lobby dan langsung masuk ke dalam mobil yang sedari tadi menunggunya. Sana hanya diam tanpa perduli dengan omelan pagi Sang manager.

Sana memikirkan apa dia akan memberi tahu Dahyun atas kehamilannya Atau kabur kembali ke Jepang? Sana bingung keputusan apa yang harus dia ambil. Selama tiga minggu, Sana tidak pernah lagi bertemu dengan Dahyun dan itu membuat pikiran kotornya mengajak untuk kabur.

Mobil Van milik perusahaan yang menaungi Sana terparkir di Lobby perusahaan Desainer ternama di kota Los Angeles. Kim's Collection kali ini menggaet Sana sebagai Brand Ambassador baru mereka.

Sana memasuki ruang ganti yang terdapat puluhan rancangan baru si desainer. Sana cukup kagum dengan model pakaian yang akan dia pakai di pemotretan. Sana kemudian duduk untuk di make-up.

Setelah selesai di make-up, Sana langsung menuju ke tempat pemotretan. Segala gaya dia tunjukkan tanpa di arahkan lagi membuat semua staff berdecak kagum. Semuanya bertepuk tangan setelah pemotretan berakhir dengan cepat. Padahal prediksi Sang Fotografer akan memakan waktu yang banyak.

Sana yang sedang berdiri didepan kaca terkejut saat ditarik memasuki sebuah lorong kecil yang gelap. Sana menajamkan penglihatannya untuk melihat siapa orang yang sedang menarik tangannya.

Tubuhnya terhempas ke dinding dan ditindih oleh seorang pria bertubuh kekar. Wajah mereka hanya berjarak 10 centi meter. Sana menghirup aroma yang tidak asing dari badan si pria. Dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah pria itu karena keadaan disekitarnya sangat gelap.

"Siapa kau!?" Tanya Sana geram sambil berusaha melepaskan genggaman si pria dari tangannya

"Stttt... Ini aku, Dahyun" Dahyun menempelkan jari telunjuknya ke bibir Sana

Sana menghela napas lega "Ada apa? Kenapa kau menarikku ke tempat gelap? Aku takut!" Ujarnya bergidik ngeri menatap sekelilingnya

"Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin melihat wajahmu. Entah kenapa tiba-tiba aku merindukanmu" Akui Dahyun tanpa beban karena memang dia sangat merindukan Sana akhir-akhir ini

Sana terkekeh geli memukul gemas dada bidang Dahyun "Ck, kata-katamu sungguh manis, tapi sayang aku tidak percaya. Minggir, aku mau pulang" Sana mendorong dada Dahyun berniat untuk keluar namun tubuhnya tertarik ke dalam dekapan hangat Dahyun

Depend On YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang