"Baik? Hanya orang bodoh yang akan memilih untuk menjadi baik."
~Algarish Prawiranegara~
♡As Long As Live♡
Happy Reading
Masa remaja adalah masa yang paling menakjubkan. Namun juga mengerikan di saat yang bersamaan. Masa remaja adalah masa di mana seseorang mengalami pergulatan terbesar dalam hidupnya. Masa remaja adalah saat di mana seseorang menjadi sosok paling labil dalam hidupnya. Masa remaja adalah saat di mana yang salah bisa saja menjadi benar di mata seseorang dan begitu juga sebaliknya.
Sama halnya dengan sosok gadis cantik yang sedang duduk di salah sofa yang ada di sebuah club malam. Gadis itu sudah hidup selama delapan belas tahun. Dan selama delapan belas tahun ini dia selalu bisa menjaga citra baik yang ada dalam dirinya. Teman-teman sekelasnya tidak bisa dikatakan baik. Mereka semua adalah toxic people. Gemar berkata kasar, merokok di setiap sudut sekolah, menikmati minuman keras sepanjang waktu, dan bahkan terjerumus ke dalam seks bebas. Selama ini dia selalu bisa membentengi diri dari mereka. Selama ini dia selalu bisa menjadi baik di antara orang-orang buruk. Namun tidak dengan malam ini. Sebab sebuah undangan pesta ulang tahun dari salah temannya menghancurkan segalanya.
Awalnya dia pikir pesta itu akan sama dengan pesta ulang tahun pada umumnya di mana kue dan balon menghias setiap ruangan. Namun ternyata dia salah. Daripada pesta ulang tahun ini lebih pantas disebut sebagai pesta miras. Pesta itu diadakan di sebuah club malam di mana orang-orang mabuk dan bercumbu setiap saat. Awalnya dia ingin pergi. Namun tidak! Sebab ia telah terjerat dan bagaimanapun dia berusaha dia tidak akan bisa keluar.
"Gue belum pernah ngeliat lo di sini sebelumnya. Lo siapa?" Sebuah suara berat membuatnya menoleh dan segera menemukan seorang lelaki menatap lapar padanya. Dia mencoba mencari tahu jauh ke dalam memorinya namun tetap tidak dapat mengenali siapa sosok lelaki yang tengah menatapnya seakan-akan dia adalah hidangan paling lezat yang pernah ada. Sebenarnya dia tidak memakai gaun seksi atau semacamnya. Tidak! Dia hanya memakai gaun sepanjang lutut dengan warna merah maroon. Bahkan lengan dari gaun itu begitu panjang hingga mencapai pergelangan tangannya. Lalu apa yang membuat lelaki itu menatapnya dengan tatapan penuh nafsu?
"Hey gue tanya siapa nama lo cantik?" Laki-laki itu berusaha meraihnya. Namun dengan segera dia menghindar.
"Pergi!" Dia membentak di antara rasa takutnya. Namun laki-laki itu malah tertawa lalu kembali menatapnya dengan tatapan yang jauh lebih mengerikan daripada sebelumnya.
"Tenang manis. Gue enggak mungkin nyakitin cewek cantik kayak lo. Justru kita akan bersenang-senang. Gue janji kita akan mencapai surga bersama-sama." Dengan berani laki-laki itu merengkuh pinggangnya. Bahkan belum cukup sampai di sana, laki-laki itu juga berusaha mencium bibirnya.
"Lepas!" Dia berteriak seraya berharap bahwa orang-orang di sekitarnya akan mendengarnya. Namun tidak! Suara musik yang menggema meredam segalanya. Laki-laki itu semakin berkuasa dan dia tidak tahan lagi. Dengan sekuat tenaga dia berusaha melepaskan diri dari laki-laki itu. Lalu setelahnya dia pun berlari dari sana bahkan jika dia tidak tahu ke mana langkah kakinya akan membawanya pergi.
Laki-laki itu mengejarnya. Dia tahu itu. Rasa takut semakin berkuasa atas dirinya. Jantungnya berdegup kencang. Namun rasa takut yang berusaha mengambil alih dirinya tidak membuatnya menyerah. Dia terus berlari hingga langkahnya mencapai salah satu ruangan di sana. Dengan kedua tangan gemetar dia membuka pintu ruangan itu dan segera menguncinya dari dalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALGA : As Long As Live
RomanceKepercayaan adalah dasar dari sebuah hubungan. Namun bagaimana jika kepercayaanmu dihancurkan, diluluhlantakkan oleh dia yang begitu kau percaya? Akankah kau memberinya kesempatan kedua? Ini tentang Alga, seorang ketua geng para berandalan bernamak...
