"Entah ini hanya perasaanku atau apa. Entah ini ilusi atau nyata. Hanya saja sentuhanmu menyalakan api yang tak pernah mampu menyala. Apa aku jatuh cinta? Atau hanya terbius imaji semata?"
~Algarish Prawiranegara~
♡As Long As Live♡
Happy Reading💜
Apa itu kesepian? Apa kesepian berarti kesendirian? Tidak! Kesendirian tidak selalu berarti kesepian. Begitu pun sebaliknya, kesepian tidak selalu berarti kesendirian. Kesepian yang sesungguhnya adalah saat kita merasa hampa dan kosong bahkan saat kita berada di antara lautan manusia. Dan itulah yang Jonathan rasakan kala ini. Rasa bersalah yang meliputinya tak kunjung jera. Terus-menerus menusuknya hingga menciptakan rasa sakit tak berhingga.
Laki-laki tampan itu menghela napasnya kasar. Lalu ia mulai menatap pada seisi kantin hingga pandangannya jatuh pada seseorang, Disya. Jonathan telah memperhatikan gadis itu cukup lama. Tidak! Jonathan bahkan telah memperhatikannya sejak dua tahun terakhir. Wajahnya masih sama cantiknya seperti saat pertama kali Jonathan melihatnya. Tutur katanya masih selembut saat pertama kali Jonathan mendengarnya. Dan senyumnya masih seindah saat pertama kali Jonathan terpesona akannya. Namun Jonathan tidak pernah jatuh cinta pada gadis itu. Lebih tepatnya Jonathan tidak ingin menjatuhkan diri pada gadis itu. Karena Jonathan masih ingin bersenang-senang. Selain itu Disya juga sudah punya pacar. Jadi tidak mungkin Jonathan menyerahkan hatinya pada gadis itu. Sebab jika ia melakukannya maka itu artinya dia menyakiti dirinya sendiri.
"Lo kenapa, Ken?" Suara Andra yang bertanya pada seseorang mengambil alih perhatian Jonathan. Dia pun menatap pada Kenan, salah satu anggota geng Rajawali yang kini duduk di bangku kelas sebelas. Laki-laki dengan senyum seindah malaikat itu terlihat muram kala ini.
"Biasa." Naufal, salah satu teman Kenan menjawab.
"Biasa? Maksudnya?" Samudra yang duduk di sebelah kiri Jonathan bertanya.
"Lagi mikirin Mentari," sahut Naufal yang membuat Kenan menatap tajam padanya. Dasar Naufal! Tidak bisakah dia menjaga rahasia orang lain?
"Lo suka sama Mentari, Ken?" Samudra menatap tak percaya pada Kenan. Bukan apa-apa, pasalnya Kenan tidak pernah melirik gadis mana pun selama ini. Sebanyak apa pun gadis yang mengejarnya Kenan hanya bersikap cuek pada mereka.
"Enggak!" Kenan menjawab dengan suara dingin.
"Baru mau PDKT sih tapi si Mentari udah diembat duluan sama Axel." Naufal berkata seraya menahan tawa. Entahlah! Rasanya lucu kala mengetahui salah satu most wanted di sekolah ini yang harus mengalah bahkan sebelum berjuang. Oh, sad. Sementara itu, Kenan sekuat tenaga berusaha menahan dirinya untuk tidak mencabik-cabik mulut ember Naufal.
"Axel yang dari SMA Pancasila?" tanya Samudra yang dibalas dengan anggukan oleh Naufal.
"Utututu kacian banget kamu Kenan." Andra yang merasa prihatin pun dengan segera memeluk Kenan. Perihal ditolak sebelum berjuang dia tahu dengan benar bagaimana sakitnya.
"Apaan sih, Bang?! Geli tahu!" Kenan melepaskan diri dari pelukan Andra. Demi apa pun cara Andra memeluknya sangatlah menyebalkan. Dan dia benar-benar tidak nyaman akan hal itu.
"Astaga, Ken! Gue itu perhatian sama lo!" Andra yang merasa tak terima akan sikap Kenan pun memberengut kesal.
"Tapi jangan meluk juga! Gue masih straight tahu!"
Andra mendelik tajam kala mendengar rangkaian kalimat itu dari bibir Kenan. "Gue juga masih straight, ya! Kalau pun gue belok gue enggak bakalan mau sama lo! Lagian siapa yang mau sama bekantan kayak lo, hah?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
ALGA : As Long As Live
RomanceKepercayaan adalah dasar dari sebuah hubungan. Namun bagaimana jika kepercayaanmu dihancurkan, diluluhlantakkan oleh dia yang begitu kau percaya? Akankah kau memberinya kesempatan kedua? Ini tentang Alga, seorang ketua geng para berandalan bernamak...
