"Dia, sosok pengecut yang bersembunyi di balik topeng angkara."
♡As Long As Live♡
Happy Reading
Deru mesin mobil membubung tinggi, memenuhi angkasa yang gelap nan kelam. Tidak lagi rembulan yang bersinar. Sebab dia lebih memilih untuk menyembunyikan dirinya di balik payoda yang kian detik kian menggelap. Kilatan petir yang seolah hendak membelah bumi menjadi satu-satunya cahaya di kegelapan malam. Kendati sebenarnya dia tidak akan pernah bisa bahkan hanya untuk menjadi secercah cahaya. Riuh gemuruh teriakan para pengendara yang hampir saja mengalami kecelakaan karena kecerobohan seseorang meredam setiap rintik rindu sang gerimis yang kian menjelma menjadi hujan.
Sosok seorang laki-laki tampak tengah mengendarai mobil sportnya di tengah ramainya jalan ibu kota. Celana jeans hitamnya yang robek-robek di bagian depannya seolah menjadi bukti bahwa dia adalah tipe laki-laki berandal yang gemar melanggar peraturan. Jaket hitam dengan lambang burung rajawali di bagian punggungnya menunjukkan bahwa dia adalah anak geng yang suka merusuh di tengah hiruk pikuk metropolitan. Dan kaus hitam polosnya yang ia kenakan seakan-akan adalah caranya berkata bahwa dia adalah pencinta kegelapan. Ya, dia adalah sosok pencinta kegelapan. Ah, tidak! Dia bahkan telah menjadi kegelapan itu sendiri.
Sepasang mata elangnya menyapu seisi jalan yang kian detik tidak hanya dipenuhi oleh para pengendara, melainkan juga kian terpenuhi oleh rintik rindu sang hujan. Dipejamkannya matanya hingga manik segelap malam itu kehilangan setiap objek yang hendak dipandangnya. Ditulikannya telinganya hanya agar teriakan para pengendara lain yang menyumpah serapah padanya tidak lagi mengganggu ketenangannya. Namun lebih dari itu getaran ponsel di saku celananya lebih ingin ia hindari. Dia memutuskan untuk meninggalkan keramaian ini sejenak menuju ketenangan yang hanya ada dalam imajinasinya. Tidak dihiraukannya puluhan panggilan dari kekasihnya. Sebab baginya itu tidak lagi penting. Tidak! Dia ingin pergi. Pergi begitu jauh hingga semesta tak lagi dapat menggapainya.
Setelah beberapa saat ia kembali membuka matanya. Dapat ia lihat dengan jelas bagaimana hujan menjadi penguasa di kegelapan malam. Rintik rindunya bahkan menembus hingga ke titik terdalam kaca mobilnya. Lalu dengan tangan kekarnya dia mencengkeram stir mobilnya sekuat tenaga. Amarah dan luka yang mendesak di dalam hatinya seolah ingin ia luapkan di setip detik kehidupannya. Namun sayang, dia tidak pernah bisa. Alhasil hanya cengkeraman kuat itu yang bisa menjadi satu-satunya solusi. Ah, luka. Kenapa dia harus begitu setia? Tidak bisakah sekali saja dia berkhianat?
Dia adalah Alga, Algarish Prawiranegara. Sosok yang mungkin akan membuatmu membenci dan jatuh cinta di saat bersamaan. Sosok yang setiap kali membentak dan berteriak di hadapanmu akan membuatmu gemetar tapi juga jatuh hati di saat yang bersamaan. Sosok yang bahkan wajah datarnya adalah lebih dari cukup untuk membuatmu kehilangan sesuatu yang begitu berharga. Sosok yang bahkan senyum sinisnya adalah lebih dari cukup untuk membuatmu terpana. Sosok yang tatapannya terlalu tajam untuk kau jadikan tempat singgah namun terlalu indah untuk kau tinggalkan. Sosok yang mungkin telah kau temukan di sejuta cerita namun tetap tak kau pahami murkanya.
Dia adalah sosok yang akan membuatmu bungkam bahkan tanpa harus berkata-kata. Dia bisa menerbangkanmu ke awang-awang hanya dengan satu kata. Namun satu kata berikutnya akan membuatmu jatuh pada ngarai tak berhingga. Jangan pernah berani untuk memasuki kehidupannya. Sebab tatapanmu adalah lebih dari cukup untuk membuatnya didera angkara murka.
Bagi kebanyakan orang dia adalah iblis. Namun percayalah bahwa dia yang kini menjadi iblis sesungguhnya adalah malaikat yang penuh luka. Di balik setiap kebencian yang merajalela pasti ada cinta yang terkhianati. Ya, begitu juga dengan Alga. Dia pernah begitu mencintai kehidupannya. Namun kehidupan membalasnya dengan luka, menyiksanya tanpa kasih, dan menghancurkannya lebih dari yang dapat ia pikirkan. Dulu setiap luka pilu membayanginya dia akan menangis diam-diam di sudut kamarnya. Namun kini dia bahkan lupa caranya menangis. Tidak! Ini bukan karena mamanya. Bukan juga karena Alana. Melainkan karena seseorang. Seseorang yang membuatnya tidak lagi bisa meneteskan air mata.
Alga menggeram. Gertakan giginya terdengar jelas. Sekuat tenaga dia menginjak gas mobilnya hingga kecepatan penuh. Beruntung jalanan kini mulai sepi. Bahkan semakin jauh semakin tak ada pengendara. Alga tidak lagi peduli. Dilajukannya mobilnya dengan kecepatan luar biasa. Hingga tiba-tiba seseorang yang mengendarai sepeda melintas dari arah kanan. Hanya butuh waktu satu detik bagi Alga untuk menabrak seseorang itu hingga ia terpental jauh. Sepedanya hancur. Sosok seseorang itu bersimbah darah.
Alga membeku. Ditatapnya lekat-lekat sosok seseorang itu dari balik kemudi. Alga tidak dapat memastikan siapa dia karena seluruh tubuhnya berlumuran darah hingga wajahnya sama sekali tak terlihat. Namun dari rambut panjangnya yang juga dipenuhi darah membuat Alga dapat menyimpulkan bahwa dia seorang gadis. Alga gemetar kini. Darah segar yang kian detik kian mengalir deras dari mulut gadis itu membuatnya kehilangan kendali.
Laki-laki itu menggerutu dalam batinnya. Dia tidak pernah sengaja ingin menabrak seseorang itu. Demi apa pun Alga tidak pernah menginginkan hal ini terjadi. Satu-satunya yang menjadi tujuannya adalah pembatas jalan. Namun sosok yang tiba-tiba melintas dari arah kanan malah kena imbasnya. Alga mulai frustrasi. Diselipkannya jemari tangan kanannya pada sela-sela rambutnya. Lalu dengan gerakan kasar dia mengacak rambut hitam legam itu.
Alga tahu bahwa dia telah melakukan kesalahan besar. Menabrak seseorang bukanlah perihal sepele. Nyawa seseorang bisa melayang karenanya. Alga tahu bahwa seharusnya dia bertanggung jawab dan membawa seseorang itu ke rumah sakit. Namun tidak! Alga terlampau pengecut. Pada akhirnya Alga memilih untuk pergi. Laki-laki itu menarik napasnya dalam-dalam. Lalu dengan segera dia menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Dia memilih untuk meninggalkan sosok seorang gadis yang kini bersimbah darah karenanya.
Tepat ketika mobil Alga melaju meninggalkan tempat itu hujan turun dengan derasnya. Seakan-akan sang nabastala tengah berduka, menangis atas ketidakadilan yang baru saja gadis itu terima. Lalu petir menggelegar di atas sana, seakan-akan dia tengah berjanji pada sang gadis bahwa sosok yang baru saja menabraknya akan membayar segala perbuatannya. Dan gadis itu, bahkan sedetik sebelum dia memejamkan matanya dia tersenyum pada sang langit. Seakan-akan di atas sana seseorang tengah tersenyum padanya. Lalu dalam hembusan napas terakhirnya dia berbisik lirih. Begitu lirih.
"Aku pulang."
♡As Long As Live♡
Hai untuk kalian semua yang membaca ceritaku. Gimana kabarnya? Semoga sehat selalu ya :)
Pernah enggak kalian nabrak orang terus karena saking takutnya kalian memilih untuk lari?
Satu kata untuk Alga yang habis nabrak orang langsung lari!
Silakan beri vote dan comment sebanyak-banyaknya kalau kalian suka🌟🌟🌟🌟
Terima kasih banyak untuk kalian yang baca, vote, dan comment. Luv u all💖💖💖
Salam hangat💜
KAMU SEDANG MEMBACA
ALGA : As Long As Live
RomansKepercayaan adalah dasar dari sebuah hubungan. Namun bagaimana jika kepercayaanmu dihancurkan, diluluhlantakkan oleh dia yang begitu kau percaya? Akankah kau memberinya kesempatan kedua? Ini tentang Alga, seorang ketua geng para berandalan bernamak...
